<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562</id><updated>2012-02-16T15:11:54.791+07:00</updated><title type='text'>My Blogger</title><subtitle type='html'>Ini hanya merupakan catatan-catatan kecil tentang beberapa hal-hal yang pernah kami lakukan, baik ketika belajar bersama anak-anak, diskusi kelompok maupun share dengan berbagai komunitas dan juga dengan teman-teman di kampus ...

Saya juga akan menampilkan beberapa hasil kerja kelompok sebagai implementasi dari teori yang kami peroleh, dengan harapan dapat menambah wawasan bagi diri saya sendiri dan teman-teman dimanapun berada ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-7984629684205540604</id><published>2010-07-31T23:14:00.005+07:00</published><updated>2010-09-12T21:32:16.437+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pemikiran Kecil tentang Implementasi_Seamless Education &amp; Teaching Industri di SMKN1 Sby</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Keberhasilan pembangunan pendidikan merupakan elemen dasar dalam pembangunan nasional. Terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas secara langsung akan memberi kontribusi bagi tercapainya pembangunan nasional.  Dan sebaliknya rendahnya kualitas sumber daya akan memberi efek negatif dalam proses pembangunan nasional.&lt;br /&gt;Pendidikan adalah kata kunci pembangunan, melalui pembangunan pendidikan, proses pembangunan akan dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kemajuan maka sebuah bangsa harus melakukan perbaikan pendidikanya, dalam melakukan pembangunan tidak mungkin berhasil tanpa pendidikan yang baik. &lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi khususnya teknologi yang berhubungan dengan pendidikan diyakini dapat mempercepat dan memperbaiki proses pembelajaran. Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan sedikit banyak telah merubah banyak praktik pendidikan di berbagai negara di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam konteks inilah maka diperlukan inisiatif-inisiatif yang komperehensif serta menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan untuk menyikapi tantangan dunia global yang semakin tinggi tingkat persaingannya, sehingga diperlukan pembinaan dan  pengembangan produksi dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;enterpreunership &lt;/span&gt;dengan pembuatan berbagai macam aplikasi software sebagai implementasi dari berbagai aplikasi bisnis berbasis teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Untuk mengantisipasi dengan menyiapkan tamatan, SMK Negeri 1 Surabaya telah melaksanakan berbagai program diantaranya adalah : &lt;br /&gt;(1) Uji Kompetensi untuk mendapatkan hasil tamatan SMK yang sesuai dengan standar kompetensi dunia kerja, dengan daya saing yang tinggi serta dapat mengisi lowongan kerja yang tersedia oleh pasar kerja;&lt;br /&gt;(2) Praktek Kerja Industri (prakerin) untuk meningkatkan hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja agar terjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;link and match&lt;/span&gt;, dengan koordinasi yang lebih baik, terutama dalam hal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on the job training&lt;/span&gt; yang mengarah pada pelatihan lanjutan maupun persiapan kerja sehingga tenaga kerja tamatan SMK dapat langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya pengoptimalan sistem uji kompetensi dan prakerin tersebut masih belum dapat membuahkan hasil yang cukup signifikan. Hal ini dapat diukur dari keterserapan tenaga kerja masih belum sesuai dengan kebutuhan. Sehingga dikhawatirkan akan menambah pengangguran di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B Tujuan dan Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuannya adalah :&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan tenaga kerja tamatan SMK Negeri 1 Surabaya benar-benar siap memasuki dunia kerja sesuai bidang keahliannya; &lt;br /&gt;2. Mengantisipasi kebutuhan pasar kerja SMK Negeri 1 Surabaya melalui teknik pendekatan ketenagakerjaan; dan &lt;br /&gt;3. Mempersiapkan tenaga kerja tamatan SMK Negeri 1 Surabaya siap pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sasaran pengguna program ini adalah : &lt;br /&gt;1. Untuk meningkatkan mutu dan kualifikasi tamatan SMK Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) umumnya, dan pada program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) khususnya.&lt;br /&gt;2. Dapat menciptakan aplikasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software &lt;/span&gt;untuk melayani permintaan dan kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;3. Meningkatkan daya saing tamatan SMK terhadap dunia industri, dengan menciptakan tenaga terampil dalam mengolah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C Konsep Penerapan Tahun ke Empat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ruang lingkup pengembangan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah terwujudnya Model &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Entrepreneurship &lt;/span&gt;bidang Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dengan optimalisasi sumber daya yang ada di SMK Negeri 1 Surabaya untuk peningkatan mutu tamatan. Yang dimaksud model &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Entrepreneurship &lt;/span&gt;adalah sistem pendidikan pada tahun ke 4 setelah siswa tamat yang digunakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dengan menyiapkan tenaga siap pakai, sehingga dapat mengurangi pengangguran serta mampu menciptakan tenaga yang mandiri dalam menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem manajemen pembelajaran berbasis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;open source &lt;/span&gt;dapat membawa hasil yang optimal jika mampu menjawab tantangan dunia industri dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itulah dalam sistem ini dikembangkan pula pola pelibatan komunitas dunia usaha dan dunia industri, dengan mengembangkan system magang sehingga keterlibatan dalam proses pembelajaran harus secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dengan dilakukannya dua kegiatan yang telah disebutkan sebelumnya, diharapkan terjadi optimalisasi pemanfaatan SDM dan infrastruktur teknologi informasi yang sudah dimiliki oleh SMK Negeri 1 Surabaya. Untuk menunjang keberhasilan program, diperlukan kerjasama dengan beberapa pihak yang terkait adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bidang Keahlian TIK di SMK Negeri 1 Surabaya yang terdiri dari tiga program keahlian (Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ditambah dengan Program Keahlian Grafis Komunikasi, membutuhkan tempat dan sistem magang yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Program magang industri yang telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang telah tergabung dengan Yayasan Meruvian, dimana terdapat beberapa industri yang bersedia memanfaatkan software diantaranya, PT Gudang Garam Groups yang membutuhkan tenaga kerja tamatan SMK yang memiliki kompetensi JAVA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PENS ITS Surabaya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;partnertship &lt;/span&gt;dari lembaga Perguruan Tinggi yang memiliki Konsep lintas jalur (seamless education) di Jatim dan salah satunya yang ada di SMK Negeri 1 Surabaya, dimana inputnya berasal dari tamatan SMK Negeri 1 Surabaya dan pendidikannya selama 1 tahun pada tahun ke-empat.&lt;br /&gt;Jika keempat program tersebut disinergikan, maka akan terjadi suatu arus balik yang sangat bagus untuk meningkatkan mutu pendidikan SMK khususnya bidang TIK dan sebagai gambarannya dapat dilihat dalam skema dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/TFRQgg3q62I/AAAAAAAAAW8/6-AdTMM-YNc/s1600/seamless.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/TFRQgg3q62I/AAAAAAAAAW8/6-AdTMM-YNc/s200/seamless.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500109564435688290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D Konsep Bisnis dengan Industri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Konsep bisnis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Technopreneurship &lt;/span&gt;ini ditujukan untuk mengembangkan keahlian tambahan terhadap siswa untuk memulai program kewirausahaan teknologi dengan ruang lingkup kegiatan kewirausahaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internship Center&lt;/span&gt;, pusat pengembangan magang&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Technopreneurship Center&lt;/span&gt;, pusat pengembangan kewirausahaan&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Training Center&lt;/span&gt;, pusat pelatihan dan pelayanan solusi&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Competency Center&lt;/span&gt;, pusat keilmuan dan pengetahuan&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;People Center&lt;/span&gt;, pusat pengembangan sumber daya manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan - kegiatan dan bentuk kerjasama diwujudkan dalam hal:&lt;br /&gt;1. pengembangan jejaring rekanan magang untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;internship center&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. mensosialisasikan program kewirausahaan berbasis teknologi&lt;br /&gt;3. melakukan pelatihan pengembangan keilmuan yang berhubungan dengan kewirausahaan&lt;br /&gt;4. melakukan kerjasama dengan stakeholder lainnya&lt;br /&gt;5. melakukan pelatihan dalam rangka meningkatan kemampuan guna menunjang produk lokal&lt;br /&gt;6. bentuk kerjasama dan pengembangan sistem magang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Keuntungan yang diperoleh oleh Siswa, Sekolah dan Industri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya beberapa program keahlian RPL, TKJ dan MM serta fasilitas yang ada di SMK Negeri 1 Surabaya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;teaching industry&lt;/span&gt; akan memberi keuntungan bagi semua pihak terkait sbb :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bagi SMK Negeri 1 Surabaya : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Dapat menyalurkan tamatan, khususnya bidang TIK untuk langsung bekerja sesuai kebutuhan industri.&lt;br /&gt;b. Mendapatkan pengalaman secara langsung dari industri memadukan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan yang ada di industri, sehingga terjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;link and match.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;c. Menciptakan tempat magang bagi siswa dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;teaching industry&lt;/span&gt; yang dikelola bersama industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Bagi Siswa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Dapat bekerja sambil melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;b. Mendapat magang / &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on the job training&lt;/span&gt; sesuai bidangnya&lt;br /&gt;c. Dapat meningkatkan kompetensi melalui kolaborasi dengan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Bagi Industri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Dapat melakukan training bersama dengan biaya yang lebih rendah dalam waktu relatif singkat (pendidikan 1 tahun) dan bersertifikat setara Diploma (D1)&lt;br /&gt;b. Mendapatkan tenaga kerja siap pakai dan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;c. Memberikan kontribusi dalam peningkatan SDM melalui pendidikan tahun ke-empat bagi SMK bidang TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F Implementasi konsep bisnis berbasis UU BHP &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Adanya kerjasama dengan industri yang sudah mempunyai nama dan pasar dan telah dituangkan dalam MoU dengan :&lt;br /&gt;1. Yayasan Meruvian Dinamika sebagai vendor &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software &lt;/span&gt;berbasis JAVA.&lt;br /&gt;2. PT. Gudang Garam Groups, sebagai perusahaan yang dapat menerima tenaga kerja dari teaching industry SMK Negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;3. PT. Jawa Pos  Groups, salah satu perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang setara D1 berkompetensi JAVA.&lt;br /&gt;4. PENS – ITS Surabaya, sebagai lembaga Perguruan Tinggi yang memberi support terhadap pendidikan 1 tahun dengan system seamless education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;G Dasar Hukum Teaching Industry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teaching Industry&lt;/span&gt; SMK Negeri 1 Surabaya di bentuk berdasarkan :&lt;br /&gt;1. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;3. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).&lt;br /&gt;4. Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional No: 251/C/Kep/Mn/2008 yang menjelaskan tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan. &lt;br /&gt;5. BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang diterapkan untuk magang siswa SMK di tahun ke 4 6. Surat Perjanjian Kerjasama antara SMK Negeri 1 Surabaya dengan beberapa industri yang diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2009, yang mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan satu tahun setelah lulus dari SMK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam program ini tugas SMK Negeri 1 Surabaya adalah pelaksana dan melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;review &lt;/span&gt;terhadap kelayakan serta kebenaran proses pembelajaran dari segi keilmuan dan tata cara penyajian. Untuk melasanakan tugasnya SMK Negeri 1 Surabaya akan melakukan koordinasi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;stakeholders&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Hubungan Instruktur dengan SMK Negeri 1 Surabaya merupakan kerjasama dan koordinasi dalam melaksanakan praktek kerja industri, hal ini sesuai dengan peran Sekolah Menengah Kejuruan pada program pengembangan, sebagai pembimbing karya IT dari siswa untuk standarisasi kualitas hasil karya siswa dan pemasarannya.&lt;br /&gt;Pada kedudukan dan fungsi organisasi ini, siswa mendapatkan garis komando dari instruktur dan tenaga administrasi. Apabila instruktur dan tenaga administrasi telah menerapkan teknologi informasi dalam proses pendidikan, maka siswa akan mendapatkan peluang yang cukup besar untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajarannya, sehingga tamatan SMK Negeri 1 Surabaya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stakeholders &lt;/span&gt;merupakan kelompok pendukung keberhasilan implementasi system. Pada kedudukan ini garis koordinasi yang diterapkan pada proses pembangunan system knowledge management system dan menyalurkan tenaga kerja tamatan SMK Negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bab II PROGRAM KEGIATAN YANG DIKEMBANGKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Konsep Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah memberikan beberapa kemudahan dalam berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Berbagai hambatan dalam memberikan layanan pendidikan seperti perbedaan jarak, terbatasnya waktu dan ketidakadaan ruang tidak lagi menjadi masalah yang berarti.&lt;br /&gt;SMKN 1 Surabaya sejak tahun 2000 telah memulai implementasi teknologi informasi dalam bidang pendidikan dengan pengadaan infrastruktur, pemanfaatan jardiknas, pembangunan media komunikasi berbasis teknologi informasi masih belum memberikan manfaat yang optimal, infrastruktur yang dibangun belum mencukupi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam kaitan ini diperlukan langkah langkah inovatif dalam mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi dalam meningkatkan mutu pendidikan Bidang Keahlian TIK di SMK Negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Langkah inovatif yang dimaksud adalah menyediakan suatu sistem yang mampu mengakomodasi dan mengelola sumber belajar untuk digunakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sistem tersebut juga memberi ruang bagi instruktur untuk berpartisipasi secara aktif untuk menyebarkan, mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B Indikator dan Output&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Indikator yang akan dihasilkan dari kegiatan yang diusulkan adalah:&lt;br /&gt;a. Terbangunnya model teaching industri dan sistem magang yang sesuai untuk peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;b. Terselesaikannya sarana prasarana pembelajaran yang mendukung proses pendidikan dan latihan secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;offline&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;c. Terselesaikannya pendidikan selama 1 tahun dan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten bidang TIK, khususnya RPL&lt;br /&gt;       Sedangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Output &lt;/span&gt;Lulusan SMK Negeri 1 Surabaya pada tahun ke empat melalui program pelatihan dan pendidikan di teaching industry adalah :&lt;br /&gt;a. Siswa yang terseleksi masuk teaching industry mendapat jaminan kerja yang dituangkan dalam MoU antara mahasiswa dengan PT. Gudang Garam Groups dan industri lain yang memanfaatkan hasil pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Surabaya dengan Yayasan Meruvian Dinamika.&lt;br /&gt;b. Mendirikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Software House&lt;/span&gt; di SMK untuk memfasilitasi mahasiswa yang tidak / kurang mampu.&lt;br /&gt;c. Siswa dapat belajar sambil bekerja.&lt;br /&gt;d. Memiliki Sertifikat Kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C Keberlanjutan program&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Program peningkatan mutu pendidikan berbasis teknologi informasi di SMK Negeri 1 Surabaya dirancang sebagai program jangka pendek. Sebagai program jangka pendek maka perlu ada kejelasan baik pada aspek pendanaan maupun kejelasan ketersediaan supply sumber daya manusia . Keberadaan Teaching Industri SMK Negeri 1 Surabaya adalah cara yang ditempuh dalam meningkatan mutu pendidikan SMK dan sarana menciptakan tenaga kerja siap pakai merupakan pilihan yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sebagai upaya agar program ini tetap berkelanjutan terdapat dua macam MoU, dimana dalam MoU antara SMK Negeri 1 Surabaya dengan Yayasan Meruvian Dinamika dan atau industri lain, dibuat minimal tiga tahun sedangkan antara peserta didik untuk pendidikan satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab III RENCANA TEKNIS PENGEMBANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Sumber Daya Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sistem sebaik apapun tidak dapat berjalan tanpa dukungan sumber daya manusia yang baik. Dukungan sumber daya yang diberdayakan dalam memberdayakan sistem ini terbagi dalam dua katagori, [1] sumber daya pengadaan infrastruktur dan [2] sumber daya manusia yang mengembangkan dan menjalankan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B Pelatihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung tercapainya tujuan program inovasi ini dan sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan dan ketrampilan, program merancang berbagai macam pelatihan Teaching Industri yang menjadi target, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Peserta didik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teaching Industry&lt;/span&gt; bidang keahlian TIK SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;2. Siswa magang kelas 2 bidang keahlian TIK SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;3. Instruktur/Guru/Siswa SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;4. Industri Pasangan Bidang TIK di SMKN 1 Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C Penerapan Dual System&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dual System&lt;/span&gt; dapat dilaksanakan di Indonesia??? Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian dan thesis kami yang berjudul "Konsep Pendidikan SMK Dalam Mengantisipasi Kebutuhan Pasar Kerja Untuk Mendukung Peningkatan Potensi Wilayah Di Surabaya" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Mohon maaf jika tulisan ini masih merupakan sebuah ilustrasi berdasarkan harapan dari sebuah kenyataan&lt;br /&gt;(Mohon masukan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-7984629684205540604?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/7984629684205540604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=7984629684205540604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/7984629684205540604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/7984629684205540604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2010/07/sebuah-pemikiran-kecil-tentang.html' title='Sebuah Pemikiran Kecil tentang Implementasi_Seamless Education &amp; Teaching Industri di SMKN1 Sby'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/TFRQgg3q62I/AAAAAAAAAW8/6-AdTMM-YNc/s72-c/seamless.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-2342702599826132388</id><published>2008-11-22T09:45:00.018+07:00</published><updated>2008-12-10T19:45:23.691+07:00</updated><title type='text'>Konsep Pendidikan SMK Dalam Mengantisipasi Kebutuhan Pasar Kerja Untuk Mendukung Peningkatan Potensi Wilayah Di Surabaya</title><content type='html'>Oleh :&lt;br /&gt;Martina Endah Setyaningsih&lt;br /&gt;DR. Ir. Rima Dewi Supriharjo, MIP&lt;br /&gt;Adjie Pamungkas, ST., M. Dev. Plg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abstrak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2003 Kota Surabaya mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup potensial, terutama pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sehubungan dengan kondisi demografi, laju pertumbuhan penduduk dan masalah urbanisasi yang cukup tinggi, berakibat semakin bertambahnya  pengangguran. Salah satu penyebab bertambahnya angka pengangguran karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Melalui pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Karena pendidikan kejuruan bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk siap kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya. Sedang sasarannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakterserapan tenaga kerja tamatan SMK serta kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan mengkaji dan memahami teori tentang pertumbuhan ekonomi wilayah, manajemen SDM dan ketenagakerjaan, pendekatan perencanaan pendidikan serta kebijakan sistem pendidikan nasional. Jenis data yang diperoleh adalah kuantitatif dan kualitatif, dan secara eksploratif menggunakan teknik analisis delphi untuk mengidentifikasi faktor-faktor ketidakterserapan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja, sedang teknik analisis AHP digunakan untuk merumuskan konsep berdasarkan skala prioritas keputusan melalui eksplorasi pendapat dari para expert, guna menyusun konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya. Berdasarkan hasil analisa, maka pendidikan SMK di Surabaya harus mampu mengantisipasi dengan menyiapkan tamatannya dengan melaksanakan berbagai program yaitu (1) peningkatan program uji kompetensi untuk mendapatkan hasil tamatan SMK yang sesuai dengan standar kompetensi dunia kerja serta dapat mengisi lowongan kerja yang tersedia oleh pasar kerja; (2) pengembangan program lintas jalur untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yang berkelanjutan; (3) peningkatan praktek kerja lapangan untuk meningkatkan hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja agar terjadi link and match; dan (4) peningkatan manajemen SMK agar dapat terjadi sistem yang terpadu dengan dunia kerja untuk meningkatkan mutu tamatan, serta memberi kepercayaan kepada masyarakat terhadap pendidikan SMK dalam mendukung potensi wilayah kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : potensi wilayah, pasar kerja, sekolah kejuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Abstract&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Since 2003, Surabaya city has a potentially powerful economy especially in the Trade, Hotel and Restaurant sectors. In term of the demographic situation, the high rate of the population growth and urbanization has resulted in the increase of unemployment. One of the reasons is because there is no balance between demand and supply of labor force. Through vocational education on the high school level, it is expected that the problem can be overcome, as vocational education aims to prepare the students to be ready for work. This study is aimed at finding an educational concept of vocational high school to anticipate the need of work market and to support the improvement of the regional potential in Surabaya. In the meantime, its target is to identify factors that hold back the absorption of vocational school graduates in and to identify the competence needed by the work market in Surabaya. This study uses a rationalistic approach by studying and understanding theories about the growth of regional economy, human resource management and employment, educational planning approach, and the policy of national education system. The types of data obtained are quantitative and qualitative, and delphi analysis technique has been explorative used to identify factors of the unabsorbed graduates and the competence needed by the work market, while the AHP technique analysis has been used to formulate the concept based on the decision priority scale by means of opinion exploration by some experts to design the vocational education concept in anticipation of the need of work market to support the regional potential improvement in Surabaya. The analysis result suggest that vocational schools in Surabaya must be able to anticipate, by preparing their graduates and implementing various programs, for: (1) improving the competence test to obtain vocational high school graduates in compliance the work market, (2) developing a transfer-program to improve the human resource quality through continuous education, (3) improving on-the-job training practices for the obtain link and match (4) improving the management of vocational High Schools so as to obtain an integrated system linked with the world of work for the better quality of graduates, and to ensure public trust in the capability of vocational School Education to support the regional potential of Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords : regional potential, work market, vocational school.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya dengan kekuatan ekonomi yang cukup potensial dan merupakan barometer bagi kawasan Jawa Timur khususnya, dan Indonesia Timur umumnya. Kekuatan ekonomi Surabaya dengan segala aktivitas ekonomi yang ada, merupakan salah satu penggerak utama ekonomi serta memberikan kontribusi yang paling besar dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat pengangguran di kota ini tentu tidak lepas dari masalah pertumbuhan penduduk yang didorong oleh arus urbanisasi. Upaya penciptaan lapangan kerja dengan mendorong pertumbuhan ekonomi ternyata selalu diimbangi oleh meningkatnya daya tarik Surabaya bagi penduduk disekitarnya. Sehingga masalah urbanisasi merupakan kondisi yang sulit dihindari dan menambah angka pengangguran. Dengan adanya pertumbuhan sektor ekonomi serta banyaknya pencari kerja dari tamatan SMK setiap tahun, hendaknya menjadi acuan bagi dunia pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara proporsional, agar mampu mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas, menggambarkan bahwa terjadi gap antara  ketersediaan tenaga kerja tamatan SMK dengan kebutuhan pasar kerja, yang mengisyaratkan bahwa pendidikan SMK di Kota Surabaya, perlu mengambil peran aktif dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja sesuai dengan potensi wilayah untuk masa yang akan datang. Sehingga diperlukan adanya penelitian untuk menyusun konsep peningkatan potensi wilayah dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja melalui pendidikan SMK yang dapat mendukung potensi wilayah di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan dalam penelitian ini adalah terjadinya gap antara ketersediaan tenaga kerja tamatan SMK dengan kebutuhan pasar kerja di kota Surabaya. Sehingga  muncul pertanyaan penelitian :&lt;br /&gt;1. Faktor - faktor apa yang menyebabkan tenaga kerja tamatan SMK tidak terserap oleh pasar kerja di Surabaya?&lt;br /&gt;2. Konsep apa yang tepat bagi pendidikan SMK dalam mengantisipasi pasar kerja untuk mendukung potensi wilayah di Surabaya? &lt;br /&gt;Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi pasar kerja untuk mendukung potensi wilayah di Surabaya. Sedangkan sasarannya :&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi faktor – faktor penyebab ketidak terserapan tenaga kerja tamatan SMK oleh pasar kerja di Kota Surabaya.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja dalam rangka peningkatan potensi wilayah kota Surabaya.&lt;br /&gt;3. Merumuskan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kajian Teori &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Teori Pertumbuhan Ekonomi Wilayah&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output per kapita, sehingga  persentase pertambahannya harus lebih tinggi dari pertambahan penduduk. (Boediono dalam Tarigan, 2005).&lt;br /&gt;Salah satu konsep yang biasa dipakai dalam membicarakan pendapatan regional/nilai tambah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dimana menggambarkan jumlah nilai tambah yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di wilayah tersebut. Pendapatan per kapita juga merupakan tolok ukur keberhasilan sektor-sektor ekonomi dalam suatu wilayah, karena pendapatan per kapita adalah total pendapatan suatu daerah dibagi jumlah penduduk di daerah tersebut untuk tahun yang sama. (Tarigan, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nugroho, 2005, berdasarkan pendekatan penawaran dirumuskan bahwa hubungan antara hasil ekonomi wilayah dan ketersediaan sumber-sumber daya lokal yang mempengaruhi produktifitas wilayah, diantaranya modal, lahan, tenaga kerja, kewirausahaan dll. Sedangkan berdasarkan pendekatan permintaan, pertumbuhan ekonomi wilayah terjadi sebagai akibat adanya permintaan barang dan jasa tertentu oleh suatu wilayah, sehingga menggerakkan potensi dan sistem produksi lokal yang akan memberikan pertumbuhan ekonomi bagi wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2 Manajemen SDM Dan Ketenagakerjaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi kebutuhan SDM dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja, serta adanya perubahan dan kecenderungan perkembangan teknologi. Permintaan SDM pada waktu yang akan datang merupakan inti dari kegiatan perencanaan ketenagakerjaan, dengan pertimbangan identifikasi lowongan pekerjaan dan bagaimana mengisi lowongan tersebut. Sedangkan penawaran dapat dilihat dari dunia kerja yang memberi kesempatan pada tenaga kerja, sehingga keduanya merupakan faktor utama yang akan mempengaruhi proyeksi kondisi pasar kerja. (Sumarsono, 2003).&lt;br /&gt;Banyak negara menggunakan manpower-planning (Blaug, 1970 dalam Tarigan, 2005) untuk menghubungkan luaran ekonomi, kebutuhan tenaga kerja dan persyaratan lembaga pendidikan. Usaha menciptakan kesesuaian antara proses dan substansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dimaksudkan untuk meningkatkan area pendidikan kejuruan yang didukung oleh semua pihak. Salah satu cara adalah dengan mengadakan penelusuran alumni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.3 Pendekatan Perencanaan Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pendekatan ketenagakerjaan adalah pendekatan yang mengutamakan keterkaitan lulusan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja. Apabila dikaji dari semakin membengkaknya angka pengangguran, maka keperluan untuk mempertemukan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja semakin mendesak. Dalam menyusun konsep perlu diperhatikan struktur pendidikan, komposisi usia penduduk dan ketenagakerjaan yang dapat digambarkan pada Gambar 1 dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd1z7Ka-DI/AAAAAAAAAUw/186QE7aOjmI/s1600-h/Struktur+pendidikan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd1z7Ka-DI/AAAAAAAAAUw/186QE7aOjmI/s200/Struktur+pendidikan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271311423775635506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 1 Struktur Pendidikan dan Ketenagakerjaan (Usman, 2006)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.4 Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program pembangunan pendidikan diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan, dan difokuskan pada tiga pilar kebijakan pendidikan yaitu : pemerataan dan perluasan akses pendidikan; peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik tentang pengelolaan pendidikan. &lt;br /&gt;Selanjutnya dikatakan bahwa SMK harus melaksanakan uji kompetensi, karena merupakan kunci dari sistem diklat kejuruan dengan pola CBT (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Competency Based Training&lt;/span&gt;), dimana prosesnya akan ditetapkan oleh  Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) dan dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Uji kompetensi dimaksudkan untuk membantu dunia usaha/industri dalam merekrut dan mempromosi- kan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya dan memacu peningkatan kompetensi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu SMK harus melakukan reposisi sebagai upaya penataan kembali konsep, perencanaan dan implementasi pendidikan kejuruan dalam rangka peningkatan mutu sumberdaya manusia yang mengacu pada kecenderungan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;trend&lt;/span&gt;) kebutuhan pasar kerja, baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun internasional. (Gatot HP : dalam Supriadi, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.5 Sekolah Kejuruan di Luar Negeri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sistem yang disebut dengan istilah dual system, dimana secara formal tidak mempunyai persyaratan resmi, baik secara hukum maupun tingkat pendidikan/sekolah, tetapi keberadaannya dapat memberikan sertifikasi kompetensi pada suatu pekerjaan yang bersifat formal. Pada kenyataannya, peluang untuk mendapat pengakuan, dan banyaknya masyarakat yang masuk/mengikuti, karena dipastikan dapat bekerja, tergantung pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pre-qualification&lt;/span&gt;, karena sistem ini merupakan gabungan antara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;learning and working&lt;/span&gt;, yang menyediakan materi kejuruan untuk mengajarkan teori dan praktek.&lt;br /&gt;Dual system pada dasarnya adalah konsep belajar dan bekerja, dimana pelatihan pekerjaan harus berorientasi pada pengelompokan qualifikasi dan kompetensi untuk proses yang berhubungan dengan bekerja. Vocational training harus bisa membagun jembatan untuk pelatihan lanjutan. Gambaran tentang dual system di Jerman dapat dilihat dalam Gambar 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd2zY50v9I/AAAAAAAAAU4/cFzEEDRuGi8/s1600-h/dual+system.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd2zY50v9I/AAAAAAAAAU4/cFzEEDRuGi8/s200/dual+system.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271312514090844114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 2. Basic elements of dual system &lt;br /&gt;(Sumber : Federal Ministry of Education and Research, 2003)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan bersedia bekerjasana dalam program ini, karena mempunyai beberapa alasan dan keuntungan yaitu dengan memberikan training maka keberadaannya dinyatakan sebagai lembaga yang memberi pertimbangan untuk “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;offering training&lt;/span&gt;”  atau penawaran pelatihan, yang dapat langsung dinikmati oleh perusahaan. Diperkirakan sekitar 94% perusahaan menawarkan program ini, dengan mengajak beberapa praktisi secara langsung dapat memperoleh hasilnya di company. Ini penting karena pelatihan didalam perusahaan dapat meningkatkan kemampuan sosial dan karakteristik  personal yang selalu dibutuhkan oleh para pekerja di perusahaan. Selain itu berfungsi untuk membantu promosi perusahaan terhadap para konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada tanggungjawab bersama antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, maka kurikulum sekolah kejuruan dengan dual system ini masing-masing mempunyai fasilitas pelatihan tersendiri, sehingga dapat melakukan pelatihan kejuruan di kedua tempat yang berbeda. Lihat Gambar 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-zQHybeoI/AAAAAAAAAWY/TuQNjuUvXtg/s1600-h/kurikulum.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-zQHybeoI/AAAAAAAAAWY/TuQNjuUvXtg/s200/kurikulum.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278134377851353730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar 3. Vocational School Curricula&lt;br /&gt;(Sumber : Federal Ministry of Education and Research, 2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama dalam dual system ini diatur secara legal pada semua level  (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Federal Government, Länder, region, training location&lt;/span&gt;) dan ini telah dijamin cukup sukses serta merupakan panduan dan koordinasi antar menteri di tingkat federal seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the Federal Ministry of Education dan Research&lt;/span&gt;. Mereka memberi semangat khususnya dengan mempromosikan hubungan antara sekolah dan perusahaan vocational training pada level regional, untuk otonomi daerah yang berkaitan dengan ekonomi, khususnya dunia industri, perdagangan dan kerajinan.&lt;br /&gt;Mereka juga sepakat membiayai registrasi pelatihan dan menetapkan team penguji untuk ujian sisipan dan ujian akhir di vocational training dan further training (pelatihan lanjutan). Lebih jauh, wacana untuk aturan perorangan, wewenangnya diberikan untuk melakukan pengawasan dibawah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vocational Training Act and Handicrafts Regulation Act&lt;/span&gt;. Tanggung jawabnya dapat dilihat pada Gambar 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-0hw2ydpI/AAAAAAAAAWg/ajuCvsXBvkk/s1600-h/responsibilities.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-0hw2ydpI/AAAAAAAAAWg/ajuCvsXBvkk/s200/responsibilities.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278135780444894866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar 4. Responsibilities within the dual system &lt;br /&gt;(Sumber : Federal Ministry of Education and Research, 2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Jerman, salah satu Negara di Asia yang telah berhasil menerapkan dual system adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Vocational Technical Education&lt;/span&gt; (VTE) di Singapore, suatu sistim yang mempunyai peranan penting dibidang sosial dan ekonomi. Dan yang paling utama adalah bagaimana memastikan hubungan ini dengan kemampuan yang dimiliki serta nilai ekonominya. &lt;br /&gt;Pemerintah Singapura telah menanam investasi cukup besar di bidang pendidikan dan pelatihan, selain di universitas dan politeknik, terutama pendidikan teknis dan kejuruan di bawah ITE. Lihat Gambar 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-1iX-x00I/AAAAAAAAAWo/4FRVw-Cz6kY/s1600-h/ITE.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-1iX-x00I/AAAAAAAAAWo/4FRVw-Cz6kY/s200/ITE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278136890459018050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar 5. Phases of Singapore’s Development&lt;br /&gt;(Sumber : Institute of Technical Education, 2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore telah mengadakan restrukturisasi ekonomi yang mempunyai dampak langsung pada kemampuan pekerja yang ada. Harapannya adalah para pekerja dapat memiliki pengetahuan, pendidikan dan ketrampilan yang cukup dengan menyajikan sistem pendidikan dan pelatihan para pekerja untuk meningkatkan mutu dan memperoleh kualifikasi keterampilan teknis dengan sistem latihan dalam bidang industri serta diperkenalkan sistem yang dibentuk sesuai dengan pola Dual System.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.6 Sistem Manajemen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian teori tentang sistem manajemen pada lembaga pendidikan dalam jurnal pendidikan (Slamet PH, 2000) disebutkan bahwa sekolah sebagai sistem, secara universal memiliki tiga komponen yaitu :&lt;br /&gt;- Input adalah segala sesuatu yang tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya sebuah proses yang meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, manajemen dan  sumberdaya.&lt;br /&gt;- Proses adalah berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain meliputi proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, pemotifasian semua komponen, koordinasi, belajar mengajar serta monitoring dan evaluasi.&lt;br /&gt;- Output adalah suatu hasil yang dapat dijamin kepastian hasil, meliputi kinerja yang dapat diukur dari efektifitas, kualitas, produktifitas, efisiensi, inovasi, kualitas kehidupan kerjanya, nilai surplus dan moral kerjanya.&lt;br /&gt;Unsur-unsur pembentuk sistem yang kurang lengkap akan berakibat tidak adanya jaminan kepastian tentang hasil (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;output&lt;/span&gt;) pendidikan. Sistem yang lengkap dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd32CrVfaI/AAAAAAAAAVA/EgqCKi0Pr8c/s1600-h/sistem+kinerja.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd32CrVfaI/AAAAAAAAAVA/EgqCKi0Pr8c/s200/sistem+kinerja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271313659175730594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 6.  Sistem kinerja SMK (diolah)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan sistem dalam organisasi memandang bahwa organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, berkorelasi dan berdependensi sebagai suatu keseluruhan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Titik berat teori pendekatan sistem adalah memandang sebuah organisasi sebagai sistem terbuka yang berinteraksi dengan lingkungannya. (Usman, 2006).&lt;br /&gt;Menurut Dobson dan Swafford, 1980 dalam Danim (2004), untuk menyusun konsep kesesuaian pendidikan dengan dunia kerja, lembaga sekolah didorong menjadi penghasil tenaga kerja terampil dan spesialis dibidangnya. Selanjutnya dikatakan bahwa usaha menciptakan kesesuaian antara proses dan substansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dimaksudkan untuk meningkatkan area pendidikan kejuruan yang didukung oleh semua kalangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metodologi Penelitian &lt;br /&gt;Dalam metoda penelitian ini akan dibahas tentang pendekatan penelitian dan jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis, variabel penelitian, tahapan penelitian dan hasil penelitian.&lt;br /&gt;Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka secara sistematis dapat dilihat dalam Gambar 7 tentang alur penelitian sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd5fP4y4mI/AAAAAAAAAVI/nPmoTeq5dK8/s1600-h/Bagan+A.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd5fP4y4mI/AAAAAAAAAVI/nPmoTeq5dK8/s200/Bagan+A.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271315466608108130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd5wsqZoVI/AAAAAAAAAVQ/kIb1R4WUn2k/s1600-h/Bagan+B.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd5wsqZoVI/AAAAAAAAAVQ/kIb1R4WUn2k/s200/Bagan+B.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271315766390137170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 7.  Alur Penelitian&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan jenis data di lapangan, maka teknik analisis yang relevan dengan proses identifikasi faktor–faktor penyebab ketidakterserapan tenaga kerja tamatan SMK dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja serta untuk merumuskan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya menggunakan 3 (tiga) teknik analisis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Metode Analisis Stakeholders&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis yang digunakan dalam penentuan responden adalah analisis stakeholders, dimana pemilihannya berdasarkan kapasitas dan kompetensinya di dalam lingkup pendidikan, perdagangan, perhotelan dan restoran, SDM dan ketenagakerjaan, potensi wilayah yang terkait antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Metode Analisis Delphi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan digunakan teknik analisis Delphi adalah untuk mengolah data kualitatif yang diperoleh dari para expert melalui kuestioner dan wawancara yang mempunyai tingkat validasi tinggi karena dilakukan oleh para ahli serta melalui iterasi minimal dua atau tiga kali. Pengertian dasar teknik delphi merupakan teknik “expert opinion polling” dan merupakan prosedur peramalan pendapat untuk memperoleh dan membuat opini tentang peristiwa di masa depan.&lt;br /&gt;Secara jelasnya teknik dan tahapan analisis dapat dijelaskan pada Gambar 8. dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-27fKgiUI/AAAAAAAAAWw/rcW0rEAs3uY/s1600-h/delphi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/ST-27fKgiUI/AAAAAAAAAWw/rcW0rEAs3uY/s200/delphi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278138421395622210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar 8. Tahapan Analisis Delphi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Metode AHP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Analytic Hirarchy Process &lt;/span&gt;(AHP) adalah merupakan salah satu metode yang membantu dalam masalah pengambilan keputusan serta untuk menentukan skala prioritas dalam penyusunan konsep. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan yang memerlukan multikriteria.&lt;br /&gt;Setelah faktor-faktor penyebab ketidakterserap-an tenaga kerja tamatan SMK dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja dapat diidentifikasi, maka variabel penelitian tersebut disusun dalam bentuk instrumen dan dimintakan penilaian atau pendapat kepada responden, untuk menyusun struktur hierarki guna merumuskan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung potensi wilayah di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Hasil Pembahasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.1 Hasil Analisa Stakeholders&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dan kuesioner dalam penelitian ini melibatkan beberapa expert untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, baik secara individu, kelompok maupun kelembagaan.&lt;br /&gt;Adapun hasil identifikasi dan pengelompokan expert dengan analisis stakeholders menurut kepentingan dan pengaruh terhadap perumusan konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemetaan stakeholders tersebut, maka ditemukan beberapa kelompok instansi yang sangat berpengaruh (Sub Dinas Pendidikan Menengah Kejuruan Propinsi Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pariwisata dan DPRD Kota Surabaya) serta yang sangat berpengaruh sekali (Dinas Pendidikan, Pihak dunia kerja dan SMK yang ada di Surabaya) dalam merumuskan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.2 Hasil Analisa Delphi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisa, teridentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakterserapan tenaga kerja tamatan SMK di Surabaya antara lain :&lt;br /&gt;- Kondisi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja tamatan SMK, baik secara kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;- Banyak program keahlian dibuka belum berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;- Sertifikasi yang diperoleh oleh tenaga kerja tamatan SMK belum dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk dapat atau tidaknya diterima oleh pasar kerja.&lt;br /&gt;- Dinamika penduduk kota Surabaya sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi wilayah, terutama masalah urbanisasi.&lt;br /&gt;- Tenaga kerja tamatan SMK di Surabaya belum memenuhi standar kompetensi dunia kerja.&lt;br /&gt;- Belum ada  tanggung jawab dan koordinasi bersama antara dunia kerja dengan dunia pendidikan, sehingga menimbulkan dampak ketidaksiapan dalam memasuki dunia kerja.&lt;br /&gt;- Kompetensi tenaga pendidik sebagian besar SMK di Surabaya belum memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan sebagai trainer.&lt;br /&gt;- Sistem penilaian yang dilaksanakan masih belum sesuai dengan kondisi prosedur kerja.&lt;br /&gt;- Adanya gap yang cukup tinggi antara pemahaman, proses dan hasil dari sistem uji kompetensi pada dunia pendidikan dengan dunia kerja.&lt;br /&gt;Adapun kompetensi tenaga kerja tamatan SMK yang dibutuhkan oleh pasar kerja di surabaya adalah, tenaga kerja yang berkualitas, siap pakai dan dapat memenuhi standar kompetensi serta mempunyai skills sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, memiliki sertifikat hasil dari uji kompetensi dengan standar dunia kerja serta memiliki sertifikat kompetensi tingkat nasional/ internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.3 Hasil Analisa AHP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil eksplorasi pendapat para expert dan observasi di lapangan menunjukkan bahwa pendidikan kita selama ini kurang dijiwai oleh “berfikir sistem”, sehingga tidak berwawasan multidisiplin, interdisiplin dan lintas disiplin.&lt;br /&gt;Setelah dilakukan penyebaran kuesioner, maka dilakukan penghitungan pembobotan dari 15 responden tersebut, untuk mendapatkan nilai eigenvector. Selanjutnya dinormalisasi hingga mendapatkan nilai CI dan CR &lt;0.1. Dan hasilnya digunakan untuk mencari matriks gabungan, sampai mencapai tujuan berdasarkan pendapat para expert. yang dapat dilihat pada Gambar 9 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd8pE2OUkI/AAAAAAAAAVY/9_Gqf1WAmvQ/s1600-h/hasil+keputusan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd8pE2OUkI/AAAAAAAAAVY/9_Gqf1WAmvQ/s200/hasil+keputusan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271318933978108482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 9. Hasil keputusan dengan skala prioritas &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil perhitungan uji konsistensi, perbandingan berpasangan pada level 1 diperoleh nilai λmax = 5.29, CI = 0.07 dan CR = 0.07, maka matriks perbandingan dapat diterima dan dinyatakan konsisten. Adapun nilai pembobotan antar faktor melalui matriks perbandingan berpasangan dan matriks pembobotan gabungan, didapat suatu hirarki tingkat kepentingan berdasarkan nilai masing-masing faktor yang menjadi pertimbangan dan berdasarkan tingkat kepentingan semua pihak dengan asumsi semakin kecil nilai bobot, semakin signifikan dalam pengaruhnya terhadap faktor yang bersangkutan, dan nilai bobot perbandingannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Nilai bobot perbandingan antar aspek / kondisi yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd96HQlj6I/AAAAAAAAAVg/Pm6v1X82JXU/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd96HQlj6I/AAAAAAAAAVg/Pm6v1X82JXU/s200/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271320326194958242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambar 10. Perbandingan antar aspek&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil perhitungan nilai bobot perbandingan antar aspek / kondisi yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah, maka prospek ekonomi mempunyai nilai bobot 0.0678 atau memberi kontribusi sebesar 6,78 %, yang berarti prospek ekonomi merupakan aspek yang paling penting dalam menentukan perumusan konsep pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung potensi wilayah di Surabaya. Sedangkan aspek pasar kerja dengan nilai bobot 0.0947 atau dengan kontribusi sebesar 9,47% menduduki urutan kedua, dengan asumsi bahwa kebutuhan pasar kerja harus lebih diutamakan dari pada aspek input (23,67%), proses internal (35,75%) dan proses eksternal (24,33%), dengan demikian harapan para stakeholders agar tenaga kerja tamatan SMK siap memasuki lapangan kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja benar-benar dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Input yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd_DHJzVWI/AAAAAAAAAVo/iSDOtv5a2FQ/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd_DHJzVWI/AAAAAAAAAVo/iSDOtv5a2FQ/s200/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271321580296951138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 11. Perbandingan antar aspek&lt;br /&gt;Pada level 2 pada aspek input, hasil perhitungan uji konsistensi diperoleh nilai λmax = 4.19, CI = 0.06 dan CR = 0.07, dengan demikian matriks perbandingan dapat diterima dan dinyatakan konsisten. Sedangkan nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Input yang berpengaruh adalah faktor urbanisasi mempunyai nilai bobot 0.1729 atau memberi kontribusi sebesar 17,29 %, berarti mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam mendukung potensi wilayah Surabaya. Sedang faktor minat masyarakat terhadap SMK dengan nilai bobot 0.2104 atau dengan kontribusi sebesar 21,04 % merupakan faktor kedua, sehubungan dengan dinamika Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa. Sedangkan faktor jumlah penduduk (27,16 %) dan komposisi usia penduduk (34,51 %) merupakan faktor lain yang mempengaruhi kondisi peningkatan potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3. Nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Proses Internal yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd_36kaBhI/AAAAAAAAAVw/bNQhbC2bqGg/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd_36kaBhI/AAAAAAAAAVw/bNQhbC2bqGg/s200/3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271322487451944466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 12. Perbandingan dari aspek internal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada aspek proses internal, hasil perhitungan uji konsistensi diperoleh nilai λmax = 3.03, CI = 0.02 dan CR = 0.03, maka dinyatakan matriks perbandingan dapat diterima dan konsisten. Dalam perhitungan nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Proses Internal, yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah adalah faktor fasilitas praktek kerja di SMK dan  mempunyai nilai bobot 0.1967 atau kontribusi sebesar 19,67%, karena faktor tersebut akan langsung berpengaruh pada implementasi terhadap kompetensi tamatan SMK di Kota Surabaya. Dan faktor sinkronisasi kurikulum SMK dengan nilai bobot 0.3338 atau dengan kontribusi sebesar 33,38 % merupakan faktor yang berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan akan dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten serta faktor tenaga pendidik dan kependidikan (46,95%) merupakan faktor yang berpengaruh dalam proses internal untuk meningkatkan mutu SDM tamatan SMK di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4. Nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Proses Eksternal yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeBB9NY7HI/AAAAAAAAAV4/adozum37iio/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeBB9NY7HI/AAAAAAAAAV4/adozum37iio/s200/4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271323759471029362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 13. Perbandingan dari aspek proses eksternal&lt;br /&gt;Sedangkan pada aspek proses eksternal, hasil perhitungan uji konsistensi diperoleh nilai λmax = 3.05, CI = 0.03 dan CR = 0.04, sehingga matriks perbandingan dapat diterima dan dinyatakan konsisten. Dalam perhitungan nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Proses Eksternal yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah Surabaya adalah faktor institusi pasangan yang mempunyai nilai bobot 0.1949 atau memberi kontribusi sebesar 19,49 %, berarti mempunyai pengaruh yang sangat signifikan. Sedangkan faktor fasilitas praktek kerja lapangan dengan nilai bobot 0.3325 atau dengan kontribusi sebesar 33,25 % merupakan faktor yang terkait dengan kesesuaian tempat praktek dengan program keahlian yang dibuka oleh SMK yang bersangkutan. Adapun faktor sistem penilaian (47.25%) mempunyai pengaruh terhadap hasil akhir dari proses dan hasil akhir pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 5. Nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Pasar Kerja yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeB8jPVD-I/AAAAAAAAAWA/B-DsQSKhIg4/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeB8jPVD-I/AAAAAAAAAWA/B-DsQSKhIg4/s200/5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271324766112124898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 14. Perbandingan dari aspek pasar kerja&lt;br /&gt;Dalam aspek pasar kerja, hasil perhitungan uji konsistensi diperoleh nilai λmax = 3.08, CI = 0.04 dan CR = 0.07, oleh karena itu matriks perbandingan dapat diterima dan dinyatakan konsisten. Menurut perhitungan nilai bobot perbandingan sub faktor dalam kondisi Pasar Kerja, yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah di Kota Surabaya adalah faktor keterserapan tenaga kerja tamatan SMK yang  mempunyai kontribusi sebesar 10,52 %, dimana tingkat keterserapan tenaga kerja sebagai tolok ukur terjadinya keseimbangan antara permintaan dengan penawaran tenaga kerja tamatan SMK. Sedangkan faktor lain, yaitu kebutuhan (26,08 %), ketersediaan (29,61 % ) dan kompetensi tenaga kerja tamatan SMK (33,79 %), merupakan faktor lain yang juga berpengaruh dan memberikan kontribusi cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 6. Nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Prospek Ekonomi yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeC9y4yVJI/AAAAAAAAAWI/n7lqEq3oz0A/s1600-h/6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeC9y4yVJI/AAAAAAAAAWI/n7lqEq3oz0A/s200/6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271325887004038290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 15. Perbandingan dari aspek prospek ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada aspek prospek ekonomi, hasil perhitungan uji konsistensi diperoleh nilai λmax = 3.05, CI = 0.02 dan CR = 0.04, sehingga matriks perbandingan dapat diterima dan dinyatakan konsisten. Berdasarkan hasil perhitungan nilai bobot perbandingan sub faktor dari Aspek Prospek Ekonomi kota Surabaya, faktor yang paling signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah adalah faktor kerjasama institusi pasangan, dan memberi kontribusi sebesar 12,07 %, dimana bentuk kerjasama yang diwujudkan dalam MoU dapat memperjelas tanggungjawab diantara keduanya dalam mewujudkan tujuan SMK, sehingga harapan pemerintah kota Surabaya dalam mendukung potensi wilayah dapat diwujudkan. Sedangkan faktor lowongan kerja yang tersedia dengan nilai bobot 0.2202 atau dengan kontribusi sebesar 22,02 % merupakan faktor kedua yang berpengaruh terhadap prospek ekonomi wilayah kota Surabaya, sehubungan dengan tersedianya kesempatan kerja bagi tenaga kerja tamatan SMK, sehingga dapat meningkatkan sektor unggulan PDRB kota Surabaya, dimana dalam perhitungan nilai bobot perbandingan sebesar 0.6590 atau 65,90 % dapat mempengaruhi prospek ekonomi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 7. Hasil matriks pendapat gabungan dengan skala prioritas terhadap peningkatan kinerja SMK dalam mendukung potensi wilayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeFS1ZFiSI/AAAAAAAAAWQ/luplGB9el0w/s1600-h/7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSeFS1ZFiSI/AAAAAAAAAWQ/luplGB9el0w/s200/7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271328447476893986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 16. Hasil Matriks Pendapat Gabungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil nilai pembobotan antar aspek maupun sub-sub faktor melalui matriks perbandingan berpasangan dan matriks pembobotan gabungan tersebut, dapat diperoleh hasil berupa analisa perumusan konsep pendidkan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya, dengan skala prioritas sesuai dengan kepentingan para stakeholders dan kondisi pasar kerja di Surabaya maka konsep yang dibutuhkan adalah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Peningkatan Program Uji Kompetensi (0.1061)&lt;br /&gt;Tujuannya :&lt;br /&gt;- Meningkatkan daya saing tamatan SMK.&lt;br /&gt;- Menciptakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.&lt;br /&gt;- Menciptakan pendidikan terpadu antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.&lt;br /&gt;- Meningkatkan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada pada setiap SMK di Surabaya.&lt;br /&gt;Konsep peningkatan dan pengembangannya :&lt;br /&gt;- Menciptakan berbagai inovasi proses pembelajaran dengan media teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;- Peningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak dunia kerja untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;- Dibutuhkan konsensus bersama terhadap materi sertifikasi yang diperoleh oleh tenaga kerja tamatan SMK di Surabaya yang dapat dipakai sebagai tolok ukur dapat atau tidaknya diterima oleh pasar kerja.&lt;br /&gt;- Peningkatan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja agar semua informasi dari pihak dunia kerja (permintaan) dan pihak SMK (penawaran) saling terbuka, dengan melibatkan stakeholders yang ada.&lt;br /&gt;- Menyusun program dan teknik pelaksanaan sistem penilaian dan uji kompetensi bersama institusi pasangannya sesuai kompetensi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Pengembangan Program lintas jalur (0.1140)&lt;br /&gt;Tujuannya :&lt;br /&gt;- Untuk mendukung potensi wilayah Surabaya berdasarkan sektor unggulan yang sudah ada maupun pada sektor lainnya.&lt;br /&gt;- Meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Konsep peningkatan dan pengembangannya :&lt;br /&gt;- Dibutuhkan pertemuan dengan stakeholeders yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota, Dinas Pendidikan dan Badan Perencana Kota Surabaya, untuk melakukan perencanaan bersama dengan kejelasan arah kebijakan pendidikan SMK dalam mengantisipasi kebutuhan pasar kerja di Surabaya.&lt;br /&gt;- Pengembangan multi entry dan multi exit dalam sistem pendidikan SMK maupun Perguruan Tinggi yang relevan sebagai sistem pendidikan yang mampu memberikan nilai tambah (added value) bagi peningkatan potensi wilayah.&lt;br /&gt;3. Peningkatan Praktek Kerja Lapangan (0.2376)&lt;br /&gt;Tujuannya :&lt;br /&gt;- Mempersiapkan tenaga kerja tamatan SMK di Surabaya benar-benar siap memasuki dunia kerja sesuai bidang keahliannya.&lt;br /&gt;- Mengantisipasi kebutuhan pasar kerja di Surabaya melalui teknik pendekatan ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;- Mempersiapkan tenaga kerja tamatan SMK di Surabaya siap pakai.&lt;br /&gt;Konsep peningkatan dan pengembangannya :&lt;br /&gt;- Menyusun daftar kebutuhan fasilitas praktek kerja dan menginventarisasi yang sudah ada untuk dikoordinasikan dengan pihak institusi pasangannya sehingga cocok antara praktek di sekolah dan di dunia kerja serta pembuatan sistem operasional pelaksanaan (SOP) dan lembar kerja praktek yang sama.&lt;br /&gt;- Melakukan koordinasi dan kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia kerja secara periodik dan terprogram, dengan penyusunan jadwal dan materi yang telah disepakati.&lt;br /&gt;- Dalam On the job training harus mengarah pada persiapan kerja dan pelatihan lanjutan, agar setelah tamat dari SMK dapat langsung bekerja pada sektor formal maupun siap untuk membuka lapangan kerja baru dalam upaya peningkatan potensi wilayah di Surabaya.&lt;br /&gt;4. Peningkatan Manajemen SMK (0.5416)&lt;br /&gt;Tujuannya :&lt;br /&gt;- Untuk mengatasi masalah jumlah penduduk, urbanisasi dan dinamika penduduk kota Surabaya.&lt;br /&gt;- Untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Surabaya.&lt;br /&gt;- Mempersiapkan keberadaan SMK sebagai pendukung potensi wilayah Surabaya.&lt;br /&gt;- Meningkatkan mutu tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di SMK Surabaya.&lt;br /&gt;Konsep peningkatan dan pengembangannya :&lt;br /&gt;- Perlu adanya prioritas utama penerimaan siswa baru maupun rekruitment tenaga kerja bagi perusahaan yang ada untuk penduduk kota Surabaya.&lt;br /&gt;- Melakukan observasi dan koordinasi bersama dengan institusi pasangannya untuk membuat pemetaan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan program keahliannya.&lt;br /&gt;- Untuk meningkatkan minat dan peran serta masyarakat perlu melakukan sosialisasi dan pencitraan terhadap SMK bersama stakeholders. Dengan demikian akan berdampak pada perbaikan input peserta didik yang lebih berkualitas.&lt;br /&gt;- Perlu segera melakukan training bagi tenaga pendidik dan kependidikan agar dapat memenuhi syarat sebagaimana layaknya instruktur pada bidang pekerjaannya secara profesional dan sesuai kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5. Kesimpulan dan Rekomendasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisa faktor-faktor penyebab ketidakterserapan tenaga kerja tamatan SMK dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja di Surabaya, dapat digambarkan bahwa untuk mengantisipasi kebutuhan perlu adanya kesesuaian antara program keahlian yang ada di SMK dengan sektor-sektor yang memberi peluang dalam memasuki dunia kerja. Dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah ketersediaan dan keterserapannya, sehingga terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran, dengan harapan dapat mengatasi ketidakterserapan tenaga kerja tamatan SMK serta masalah pengangguran yang semakin meningkat di kota Surabaya.&lt;br /&gt;Pendidikan kejuruan sebagai salah satu sub sistem dalam mendukung potensi wilayah, harus mampu mengantisipasi dengan menyiapkan tamatannya dengan melaksanakan berbagai program yaitu :&lt;br /&gt; Peningkatan Program Uji Kompetensi untuk mendapatkan hasil tamatan SMK yang sesuai dengan standar kompetensi dunia kerja, dengan daya saing yang tinggi serta dapat mengisi lowongan kerja yang tersedia oleh pasar kerja di Surabaya.&lt;br /&gt; Pengembangan Program lintas jalur untuk mengatasi masalah tamatan SMK yang sudah bekerja dengan meningkatkan kualitas SDM ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara SMK dengan Perguruan Tinggi yang relevan sehingga terjadi sistem pendidikan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt; Peningkatan Praktek Kerja Lapangan untuk meningkatkan hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja agar terjadi link and match, dengan koordinasi yang lebih baik, terutama dalam hal on the job training yang mengarah pada pelatihan lanjutan maupun persiapan kerja sehingga tenaga kerja tamatan SMK dapat langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di kota Surabaya.&lt;br /&gt; Peningkatan Manajemen SMK untuk dapat terjadi saling kerjasama dan sinergi dengan dunia kerja dalam meningkatkan mutu tamatan, serta memberi kepercayaan kepada masyarakat terhadap pendidikan SMK untuk mendukung potensi wilayah kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Rekomendasi&lt;br /&gt;Berdasarkan temuan lapangan dalam penelitian ini, maka rekomendasi penulis adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.1.1 Dalam meningkatkan pendidikan SMK untuk mendukung peningkatan potensi wilayah di Surabaya, perlu dikembangkan sistem yang terpadu antara semua pihak terkait, mulai dari input, proses internal, proses eksternal dan output untuk mendapatkan outcome sesuai standar kompetensi, sehingga terbentuklah sebuah sistem yang holistik.&lt;br /&gt;1.1.2 Peran dan keterlibatan dunia kerja sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan SMK di Surabaya mulai dari sinkronisasi kurikulum, penetapan standart kompetensi, keterlibatan dalam proses pembelajaran, kerja sama dalam praktek kerja lapangan sampai sistem penilaian dalam uji kompetensi untuk menciptakan sistem yang terkait dan sepadan (link and match) serta tanggungjawab bersama.&lt;br /&gt;1.1.3 Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber penerimaan yang sangat signifikan bagi pembiayaan rutin dan pembangunan daerah secara otonomi, maka peran pendidikan SMK sangat dibutuhkan dalam mendukung peningkatan potensi wilayah.&lt;br /&gt;1.1.4 Karena masih banyak perbedaan antara dunia kerja dengan dunia pendidikan dalam berbagai hal, maka dibutuhkan campur tangan pemerintah Kota Surabaya secara lebih efektif untuk memikirkan secara bersama dengan pihak-pihak kelompok stakeholders dalam memanfaatkan potensi yang ada di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;6. Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danim, Sudarman, (2004), Ekonomi Sumber Daya Manusia, Penerbit Pustaka Setia, Bandung.&lt;br /&gt;Federal Ministry of Education and Research, (2003), Germany’s Vocational Education at a glance, Public Relations Department 4th edition, D-53170 Bonn, Germany.&lt;br /&gt;Nugroho, Iwan, (2005), Pembangunan Wilayah Perspektif Ekonomi, Social dan Lingkungan, Penerbit Pustaka LP3ES, Jakarta&lt;br /&gt;Sumarsono, Sonny, (2003), Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan, Graha Ilmu, Yogyakarta.&lt;br /&gt;Supriadi, Dedy, (2002), Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia, Depertemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Jakarta.&lt;br /&gt;Tarigan, Robinson, (2005), Ekonomi Regional, Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta.&lt;br /&gt;Usman, Husaini, (2006), Manajemen-Teori, Praktek dan Riset Pendidikan, Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-2342702599826132388?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/2342702599826132388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=2342702599826132388' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2342702599826132388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2342702599826132388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2008/11/konsep-pendidikan-smk-dalam.html' title='Konsep Pendidikan SMK Dalam Mengantisipasi Kebutuhan Pasar Kerja Untuk Mendukung Peningkatan Potensi Wilayah Di Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/SSd1z7Ka-DI/AAAAAAAAAUw/186QE7aOjmI/s72-c/Struktur+pendidikan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1483529412632580138</id><published>2008-01-11T11:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-11T14:44:04.025+07:00</updated><title type='text'>Hasil Pertemuan Pustakamaya 9 Januari 08</title><content type='html'>Hasil Pertemuan Pustakamaya Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/tanggal  : Rabu, 9 Januari 2008&lt;br /&gt;Waktu         : 13.00 - 16.00&lt;br /&gt;Tempat        : Aula Dinas Pendidikan Kota Surabaya&lt;br /&gt;Agenda        : 1. Persiapan workshop Nasional Pustakamaya tanggal 15 Jan 2008&lt;br /&gt;                2. Persiapan peresmian Pustakamaya Surabaya 2 Mei 2008&lt;br /&gt;Dihadiri oleh : Bpk. Ruddy Winarko, BU Tetty R. berseta staff, Pustaka Kota Surabaya, Pak Edi - PENS ITS, Pak Noor - Radnet, 17 Kepala Sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan, tim ICT Center SMKN 1 dan Tim ICT SMKN 2 Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat dipimpin oleh Bapak Ruddy Winarko, selaku Ketua 1 dan Ibu Tetty Rachmi Wulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pertemuan :&lt;br /&gt;1. Akan diadakan koordinasi lebih lanjut dengan pustaka kota Surabaya&lt;br /&gt;2. Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, membuat program kerja untuk 3 tahun.&lt;br /&gt;3. Masalah penggantian sistem dengan GDL versi terakhir yang dibuat oleh tim dari ITB&lt;br /&gt;4. Ditentukan bahwa hari Sabtu, 12 Januari 2008 diadakan pelatihan dengan versi GDL tersebut di SMK Negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;5. Sesuai dengan penggantian nama virlib menjadi pustakamaya, maka dengan ini kami sedang dalam proses menyesauaikan dengan sistem yang telah disepakati secara nasional yang kami mulai dari :&lt;br /&gt;- untuk SMK negeri 1 Surabaya menjadi http://pustakamaya.smkn1-sby.sch.id&lt;br /&gt;- untuk Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjadi http://pustakamaya.dispendik.surabaya.go.id&lt;br /&gt;- Sedang untuk 18 sekolah yang hadir juga akan membuat dengan nama sub domain pustakamaya pada domain sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu yang diundang dan dilatih untuk pertemuan hari Sabtu, 12 Januari 2008adalah Admin yang ditunjuk untuk mengelola pustakamaya dari 17 sekolah ( 13 sub rayon SMK se Surabaya, 2 SMP-SBI dan 2 SMA-SBI) dengan langsung mengubah dan atau membuat pustakamaya masing-masing sekolah, yang nantinya akan menjadi bagian dari pustakamaya Dinas Pendidikan Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas info tentang perkembangan pustakamaya Surabaya. Sekarang kami sedang melakukan persiapan untuk pelatihan besuk pagi. Semoga upaya dan pengorbanan teman-teman tidak sia-sia ... Amien. Kurang dan lebihnya mohon maaf ... Makasih atas partisipasinya, kata pak Ruddy " mari kita bekerja keras, dengan diawali dari tim yang hadir pada pertemuan hari ini kita maju untuk Suroboyo, beliau menyebut sebagai pasukan "bonek" ...:)"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1483529412632580138?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1483529412632580138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1483529412632580138' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1483529412632580138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1483529412632580138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2008/01/hasil-pertemuan-pustakamaya-9-jan-08.html' title='Hasil Pertemuan Pustakamaya 9 Januari 08'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-3226337020629130149</id><published>2007-12-28T12:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T13:21:58.406+07:00</updated><title type='text'>Hasil Rapat Pustakamaya Surabaya</title><content type='html'>Sebagai tindak lanjut dari &lt;em&gt;action plan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;virlib &lt;/em&gt;PSMK dan hasil pertemuan Pustaka Maya dengan &lt;em&gt;team &lt;/em&gt;pusat pada tanggal 19 Desember 2007 di ruang 702 Biro PKLN Depdiknas di Jakarta, kami wakil dari Surabaya mengadakan rapat pada hari Kamis, 27 Desember 2007 di Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang dihadiri oleh &lt;em&gt;team &lt;/em&gt;Pengembangan dan Pengkajian Pendidikan, ICT Center Surabaya, ITS, Komunitas IT Surabaya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat dibuka oleh bapak Ruddy Winarko (selaku Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, karena bapak Sahudi sedang menunaikan ibadah haji) dan dipimpin oleh ibu Tetty Rachmi Wulan selaku Kabid Pengembangan dan Pengkajian Pendidikan, dengan hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Draft &lt;/em&gt;tentang pokok-pokok pikiran untuk menyusun program kerja Pustaka Maya&lt;br /&gt;2. Terbentuknya team Pustaka Maya Dinas Pendidikan Kota Surabaya&lt;br /&gt;3. RAB pelaksanaan Pustaka Maya Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan 1 &lt;em&gt;Draft &lt;/em&gt;Program kerja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Kerja Pustaka Maya Surabaya&lt;br /&gt;Dinas Pendidikan Kota Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Koordinasi &lt;em&gt;Team&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;    a. Pembentukan &lt;em&gt;Team &lt;/em&gt;(segera akan diadakan rapat bersama)&lt;br /&gt;    b. Persiapan Kegiatan (untuk Sosialisasi, Pelatihan, Perlombaan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sosialisasi&lt;br /&gt;    a. Sasaran Sekolah (KS, Pustakawan dan Guru Penanggung jawab)&lt;br /&gt;    b. Teknisi Perpustakaan Sekolah/Jardiknas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pelatihan&lt;br /&gt;    a. Pustakawan sekolah&lt;br /&gt;    b. Teknisi Perpustakaan/Jardiknas&lt;br /&gt;    c. Maintenance Konten sekolah (Kesinambungan program dan implementasinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengadakan Perlombaan membuat modul pembelajaran atau hasil karya guru, siswa dan pustakawan dengan thema Pustaka Maya untuk sekolah (SD/SMP/SMA/SMK)sebagai tahap awal kegiatan, dengan target :&lt;br /&gt;    a. Dalam rangka pengisian konten lokal, untuk media improvisasi, inovasi dan penghargaan atas prestasi-prestasi bidang pendidikan&lt;br /&gt;    b. Direncanakan tanggal 2 Mei 2008 launching  HARDIKNAS&lt;br /&gt;    c. Menggalang kerjasama dengan beberapa pihak terkait (sponshorship  dan stakeholders) serta kepedulian komunitas IT untuk ikut meningkatkan mutu pendidikan melalui ICT&lt;br /&gt;    d. Yang dipakai sebagai model adalah beberapa Sekolah Kawasan dan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) - wajib &lt;br /&gt;    e. Sekolah lain diperbolehkan - sunah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyusun RAB 2008-2009 - sebagai acuan untuk pengajuan subsidi pemerintah pusat dan pemerintah Kota Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengadakan inventarisasi Sarana dan prasarana (aset yang ada --&gt; jaringan, server, konten dll, untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam membangun sistem dan manajemen pendidikan berbasis ICT), dengan harapan agar tujuan memanfaatkan ICT base learning (&lt;em&gt;e-learning&lt;/em&gt;) dapat tercapai sesuai dengan program kerja Pengembangan dan Pengkajian Dinas Pendidikan Kota Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan 2 Draft susunan panitia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SUSUNAN PANITIA PUSTAKA MAYA&lt;br /&gt;DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA TAHUN 2007&lt;/strong&gt;   &lt;br /&gt;1. Drs. H. Sahudi. M.Pd Pelindung  Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya&lt;br /&gt;2. Dr. Titon Dutono. M.Eng Pelindung Teknis Direktur Politeknik ITS Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Drs.Bambang Pragoto,Msc Pengarah Teknis Kowas Dikmen&lt;br /&gt;4. Tetty Rachmi Wulan Sri H. S.Pd Penanggung Jawab Ka Bidang Pengkajian &amp; Pengembangan &lt;br /&gt;5. Edi Striyanto.St. MT Penanggung Jawab Teknis PENS ITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Drs. Ruddy Winarko,MBA,MM Ketua I Ka Bidang Dikmen&lt;br /&gt;7. Ir. Anang Tjahtjono, MT Ketua II Asisten Direktur II PENS ITS&lt;br /&gt;8. Drs. Sigit Priyo Sembodo, MM Ketua III Ka Bidang TK dan SD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ir. Yusuf Masruh, MM Sekretaris I Ka Sub Bid Pengembangan&lt;br /&gt;10. Suroso, SH Sekretaris II Ka Sub Bid Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dra. Ec. Hj. Rindayani Bendahara  Staf Bidang Pengkajian dan  Pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Drs. Jarwanto S.ST Penanggung Jawab Sistem SMK Negeri 2 Surabaya&lt;br /&gt;13. Ainun Najib, S.ST.   SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;14. Nailil Muna S. Kom   SMK Negeri 2 Surabaya&lt;br /&gt;15. Achmad Rifa'i   Staf Bidang Pengkajian dan  Pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Dra. M. Endah S Penanggung Jawab Konten SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;17. Dra. Wihartati   SMK Negeri 2 Surabaya&lt;br /&gt;18. Dra. Kayati S.ST.   SMK Negeri 1 Surabaya&lt;br /&gt;19. Koordinator MGMP Guru Bidang Studi SMP/SMA/SMK &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;20. Noor Azzam MT. Penanggung Jawab Jaringan Radnet&lt;br /&gt;21. Daud M. A.Md   FTIF – ITS&lt;br /&gt;22. Jumali A.Md   FTIF – ITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Nanik Yohana S.Pd. Penanggung Jawab Sosialisasi dan Pencitraan Ka Sub Bid Sarana dan Kesiswaan Dikmen&lt;br /&gt;24. MKKS SMP/SMA/SMK    &lt;br /&gt;25. UNESA (Konfirmasi)    &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;   Surabaya,  27  Desember   2007&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   KEPALA DINAS PENDIDIKAN&lt;br /&gt;            KOTA SURABAYA&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Drs. H. S A H U D I. M.Pd&lt;br /&gt;            Pembina Tk.I&lt;br /&gt;         NIP. 131 126 636&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan 3. Draft mata anggaran (RAB) Pustaka Maya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perencanaan RAB Pustaka Maya Diknas Surabaya  &lt;br /&gt; Tahun Anggaran 2008-2009  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;No, Komponen dan Kegiatan, Jumlah dan Satuan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Server Pustaka Maya    &lt;br /&gt;  Server Diknas, 2 Server Mirror SMKN 1 dan PENS 3 Buah&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;2 &lt;em&gt;Software &lt;/em&gt;Pustaka Maya    &lt;br /&gt;  Installasi dan Konfigurasi Pustaka Maya 3 paket&lt;br /&gt;  Pengembangan sistem pustaka maya 1 paket&lt;br /&gt;  Sistem interactive pustaka maya 1 paket&lt;br /&gt;  Sistem seminar on-line bagi guru dan dosen 1 paket&lt;br /&gt;  Sistem Jurnal On-line bagi guru dan dosen 1 paket&lt;br /&gt;  Statistik Pustaka Maya 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;4 Pembuatan materi/buku &lt;em&gt;softcopy &lt;/em&gt;Pustaka Maya    &lt;br /&gt;  -Materi/buku SD 10 buku&lt;br /&gt;  -Materi/buku SMP 20 buku&lt;br /&gt;  -Materi buku SMA 20 buku&lt;br /&gt;  -Materi buku SMK 20 buku&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;5 Implementasi dan sosialisasi : &lt;em&gt;training &lt;/em&gt;Pustaka Maya    &lt;br /&gt;  -Pustakawan 1 paket&lt;br /&gt;  -Guru 1 paket&lt;br /&gt;  -Kepala Sekolah 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;6 Pembuatan &lt;em&gt;e-learning &lt;/em&gt;SD-SMK    &lt;br /&gt;  -Installasi dan konfigurasi 1 paket&lt;br /&gt;  -Implementasi dan Sosialisasi 1 paket&lt;br /&gt;  -Pembuatan materi e-learning utk guru SD-SMK 60 materi&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;7 Halo Diknas Surabaya    &lt;br /&gt;  Server VOIP Diknas Surabaya 1 paket&lt;br /&gt;  Microphone 10 Buah&lt;br /&gt;  Installasi dan konfigurasi 1 paket&lt;br /&gt;  Implementasi dan sosialisasi Training (SD/SMP/SMA/SMK) 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;8 Sistem Informasi Manajemen Diknas Surabaya Terpadu 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;9 DSS Pemetaan sumber daya Diknas Surabaya 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;10 Sistem monitoring dan evaluasi kinerja on-line 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;11 Sistem Akreditasi Sekolah On-line Real-Time 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;12 Statistik siswa dan pemetaan guru on-line 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;13 Sistem Jaminan Mutu Sekolah On-line 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;14 Tracer Study SD/SMP/SMA/SMK On-line Real-Time 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;15 Sistem Kuisioner dan study kelayakan on-line 1 paket&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;16 Pembuatan Komunitas Sekolah Surabaya    &lt;br /&gt;  -Komunitas Guru 1 paket&lt;br /&gt;  -Komunitas Siswa 1 paket&lt;br /&gt;  -Komunitas Kepala Sekolah 1 paket&lt;br /&gt;  -Komunitas Orang Tua dan Wali 1 paket&lt;br /&gt;  -Komunitas Admin ICT Center Surabaya 1 paket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System yang dipakai untuk sementara adalah versi PSMK yang telah dimodifikasi untuk disederhanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dengan harapan mudah dalam implementasinya, yang nantinya akan disesuaikan atau diintegrasikan dengan sistem yang sedang dibangun di tingkat pusat. Dalam demo beberapa hasil ujicoba di SMK Negeri 1 Surabaya dari konten 13 SMK Sub Rayon SMK se Surabaya dengan pengembangan program tersebut serta hasil diskusi dalam rapat ini, dapat diambil suatu gambaran sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akan memanfaatkan dan mengoptimalkan infrastruktur jaringan ICT yang ada di Kota Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beberapa teknologi akan dikembangkan dan disinergikan (Schoolnet dengan ADSL, WAN Kota dan komunitas IT dengan &lt;em&gt;wireless&lt;/em&gt;) dan memungkinkan pengembangan teknologi lain, mengingat jumlah sekolah yang akan dilayani cukup banyak dan kondisi lingkungan Kota Surabaya yang cukup kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengingat konten terdiri dari berbagai versi, bentuk, ekstensi dan ukuran kapasitas file, maka manajemen konten akan diatur berdasarkan kelompok sbb :&lt;br /&gt;a. Konten yang dapat di &lt;em&gt;publish &lt;/em&gt;oleh masing-masing sekolah sesuai program keahlian (SMK) serta jenjang pendidikan dan jurusan (SD, SMP dan SMA), yang merupakan hasil karya sekolah ybs.&lt;br /&gt;b. Konten yang hanya dapat diakses oleh sekolah ybs sebagai pengembangan dan perpaduan antara Pustaka Maya dengan lab. &lt;em&gt;Self access&lt;/em&gt;, dan ini merupakan bagian dari kegiatan pencitraan SMK, khususnya SMK-SBI, serta keterkaitannya dengan hak cipta.&lt;br /&gt;c. Konten umum yang telah mendapat ijin untuk dipublisch (dari Intel, Linux, Modul Interaktif dari Pustekom dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk konfigurasi teknik dan system akan dibahas oleh team lengkap pada pertemuan berikutnya, sekaligus membahas teknik pelaksanaan program dan implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Konfigurasi Pustaka Maya Dinas Pendidikan Kota Surabaya dapat dilihat di http://pustakamaya.dispendik.surabaya.go.id (masih dalam tahap proses pengisian konten) yang nantinya akan selalu di update dan di upload oleh masing-masing sekolah.&lt;br /&gt;Demikian laporan hasil rapat koordinasi Pustaka Maya Dinas Pendidikan Kota Surabaya, atas segala kekurangan dan kekilafan, kami atas nama team mohon maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB :&lt;br /&gt;Untuk pak Noor, Pak Edi, pak Jar dkk, mohon koreksi dan tambahan, jika ada hal-hal yang belum terakomodasi dalam laporan ini. Terimakasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-3226337020629130149?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/3226337020629130149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=3226337020629130149' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3226337020629130149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3226337020629130149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/12/hasil-rapat-pustakamaya-surabaya.html' title='Hasil Rapat Pustakamaya Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-2061650534450848538</id><published>2007-12-16T17:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T18:13:05.450+07:00</updated><title type='text'>Tentang SMK Virtual Library Surabaya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan &lt;em&gt;digital &lt;/em&gt;adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu berupa buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan melalui jaringan computer baik secara internet maupun intranet. Istillah perpustakaan digital atau &lt;em&gt;digital library &lt;/em&gt;sendiri mengandung pengertian sama dengan &lt;em&gt;electronic library &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;virtual library&lt;/em&gt;. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah &lt;em&gt;digital library&lt;/em&gt;, hal ini bisa kita lihat dengan adanya &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt;, simposium, atau konferensi dengan memakai nama &lt;em&gt;digital library&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Digital Library &lt;/em&gt;(DL) bisa dilihat dari berbagai disiplin ilmu (multi dimensi) secara komprehensif menuju pada &lt;em&gt;a knowledge society&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Knowledge society&lt;/em&gt; adalah salah satu fondasi dasar bagi perkembangan suatu bangsa dan negara, dimana DL adalah salah satu instrumen untuk pertukaran pengetahuan atau informasi di suatu negara dan bangsa, antar negara/bangsa. &lt;em&gt;Knowledge Society &lt;/em&gt;sangat berbeda dengan masyarakat industri (knowledge economy) yang bertujuan merubah masyarakat dari pemenuhan kebutuhan dasar “ &lt;em&gt;the basic need of all round development to empowerment&lt;/em&gt;”. (Sumber : IlmuKomputer.com, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, kedudukannya sejajar dengan sumber belajar lainnya seperti laboratorium, ruang praktek atau ruang penunjang lainnya, yang menjadi integral dalam mendukung proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Agar tujuan dan fungsi perpustakaan dapat tercapai dengan baik sesuai dengan sasaran yang ditentukan dan kemajuan jaman, maka perpustakaan perlu dikembangkan dengan baik sesuai dengan kemajuan teknologi dan perkembangan kebutuhan. Pemanfaatan teknonoli saat ini sangat memungkinkan dan memudahkan untuk membangun sebuah perpustakaan digital yang dapat diakses dar manapun dan kapanpun dengan menggunakan jaringan intranet maupun internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka implementasi Renstra Depdiknas 2005-2009, saat ini Direktorat Pembinaan SMK sedang melaksanakan berbagai kegiatan yang dituangkan dalam berbagai program pencitraan SMK. Salah satu diantaranya adalah pembangunan Digital Library untuk SMK. Kondisi umum perpustakaan, khususnya SMK sampai dengan saat ini masih sangat memprihatinkan, baik dari segi ketersediaan fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Dalam rangka pengembangan perpustakaan yang berkualitas guna mendukung proses belajar mengajar dan tercapainya mutu pendidikan SMK, pada tahun 2007 ini Direktorat PSMK membangun sebuah perpustakaan digital atau yang biasa disebut &lt;em&gt;Virtual Library &lt;/em&gt;(VL). (Sumber : Panduan Pelatihan Peningkatan Perpustakaan Berbasis Web SMK, Dit. PSMK, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan matriks program lima tahunan, yaitu 2006-2010 Rencana dan Strategi Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD) Dinas Pendidikan Kota Surabaya merencanakan beberapa kebijakan : (1) Meningkatkan kualitas pendidik maupun tenaga kependidikan secara profesional dan Good Governance; (2) Membangun sarana prasarana pendidikan sesuai standart dan (3) Mengembangkan ICT (&lt;em&gt;Information and Communication Technology&lt;/em&gt;) dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan tujuan, strategi dan kebijakan rencana tersebut, kegiatan Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2008 yang terkait dengan pengembangan ICT adalah sebagai berikut : (1) Kegiatan penyelenggaraan pelatihan, seminar, lokakarya serta diskusi ilmiah tentang berbagai isu, dengan sub kegiatan antara lain workshop pengembangan manajemen berbasis ICT; (2) Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dengan menggunakan ICT, dengan sub kegiatan antara lain untuk penyusunan materi e-learning SD/SMP/SMA/SMK; (3) Kegiatan pengembangan SD, SMP dan SMA kawasan, melalui pengadaan prasarana dan sarana laboratorium komputer dan pengadaan peralatan multimedia; (4) Peningkatan dan pengembangan lembaga pendidikan nasional, melalui pembangunan WAN (&lt;em&gt;Wide Area Network&lt;/em&gt;) Kota Surabaya. (Sumber : Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya 2006-2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan program Dit PSMK dan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya tersebut diatas, maka kedua program itu dapat disinergikan alam pelaksanaan dan imlementasinya. Namun sesuai dengan kondisi wilayah kota Surabaya berkaitan dengan infrastruktur ICT, Jumlah laboratorium, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten di bidang ICT masih belum mencapai 50 %, selain itu masih banyak sekolah yang belum mempunyai akses internet dll, maka hal ini merupakan suatu hambatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan program-program tersebut. Saat ini jumlah sekolah yang ada di Surabaya dari SD, SMP, SMA, SMK sebanyak 1.670 unit, dari jumlah tersebut SMK nya ada 102 unit, terdiri dari 11 SMK negeri dan 91 SMK swasta. (Sumber : Dapodik Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi infrastruktur dan keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium computer, SDM yang kurang kompeten di bidang ICT, banyaknya jumlah sekolah dan jumlah siswa yang harus mendapatkan pelayanan pendidikan di Kota Surabaya, maka program peningkatan mutu SMK dengan membangun Virtual Library melalui ICT masih mengalami banyak hambatan, sehingga berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Penulisan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan disusunnya penulisan ini adalah :&lt;br /&gt;1. Untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan program peningkatan mutu SMK dengan menggunakan ICT, khususnya dalam membangun &lt;em&gt;Virtual Library&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;2. Untuk mengimplementasikan sistem perencanaan pembangunan dalam melaksanakan kebijakan Direktorat Pembinaan SMK (PSMK) dalam upaya pencitraan SMK dan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2006-2010 serta kaitannya dengan sistem pendidikan yang sedang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SMK &lt;em&gt;Virtual Library &lt;/em&gt;(VL)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Oktober sampai dengan 01 November 2007 Direktorat PSMK telah mengundang perwakilan dari SMK-ICT center sebanyak 33 orang dari 33 Propinsi, perwakilan Direktorat PSMK sebanyak 7 orang, perwakilan dari P4TK, Tim pendamping sebanyak 5 orang untuk sosialisasi dan pelatihan di Jakarta. Adapun tujuannya adalah (1) mengerti, menggunakan dan memanfaatkan VL sesuai dengan tingkatan penggunaannya; (2) menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada lingkungan SMK di propinsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar SMK-ICT yang ditunjuk berdasarkan beberapa criteria, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Sebagai secretariat ICT di Kota/Kabupaten yang bersangkutan.&lt;br /&gt;2. SMK tersebut adalah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional)&lt;br /&gt;3. SMK tersebut harus sudah memiliki ruang self access yang terintegrasi dengan ruang perpustakaan.&lt;br /&gt;4. SMK tersebut harus melaksanakan sosialisasi ke SMK se Kota/Kab. masing-masing dan ke SMK-ICT se Propinsi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan SMK VL adalah (1) agar semua siswa, guru dan masyarakat dapat meng-akses informasi dan materi pembelajaran secara online; (2) terjadi sinergi antar SMK, sehingga terdapat persamaan standart mutu pembelajaran; (3) data, informasi dan modul-modul pembelajaran yang didapat dan dipakai selalu up to date; (4) Jembatan antar system, isi, methode, institusi dan budaya. Sehingga dapat tercipta hubungan interaksi :&lt;br /&gt;1. antar sekolah&lt;br /&gt;2. Antar guru antar murid&lt;br /&gt;3. Antar sistem sertifikasi&lt;br /&gt;4. Antar methoda&lt;br /&gt;5. Antar model dan budaya pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan yang diharap untuk siswa dengan adanya VL antara lain : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Memberi ruang gerak belajar yang tak terbatas bagi siswa .&lt;br /&gt;2. Menutupi kekurangan sumber belajar, guru / pembimbing, waktu pembelajaran, methoda, peralatan dan penciutan program keahlian.&lt;br /&gt;3. Memperkaya dan mengangkat keunikan dan keunggulan individu dengan memberi ruang gerak berselancar secara bebas. &lt;br /&gt;4. Ajang menggali kreasi, inovasi, harapan, cita-cita dan suara&lt;br /&gt;5. Ajang berbagi penemuan&lt;br /&gt;6. Dokumentasi proses pembelajaran&lt;br /&gt;7. Re-inforsment pembelajaran skill siswa&lt;br /&gt;8. Konsolidasi pengetahuan siswa dll&lt;br /&gt;(Panduan Pelatihan Peningkatan Perpustakaan Berbasis Web SMK, Dit. PSMK, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam system yang sedang dibangun, terdapat 3 (tiga) jenis data dan nantinya dapat di &lt;em&gt;download &lt;/em&gt;oleh para pengguna yang merupakan konten dari VL, yaitu (1) document berekstensi pdf; (2) video dengan ekstensi rm, wmv, mpeg, 3gp dan flv; (3) audio yang berekstensi mp3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun system ini, PSMK melakukan kerjasama dengan beberapa pihak terkait sebagai &lt;em&gt;partnership &lt;/em&gt;diantaranya :&lt;br /&gt;1. SMK dan ICT center&lt;br /&gt;2. Dinas&lt;br /&gt;3. Direktorat PSMK&lt;br /&gt;4. P4TK (Pusat Pengembangan Penataran dan Pelatihan Tenaga Kependidikan)&lt;br /&gt;5. Universitas /institusi.&lt;br /&gt;6. Industri&lt;br /&gt;7. Badan sertifikasi&lt;br /&gt;8. Masyarakat &lt;br /&gt;9. &lt;em&gt;Public Library Service&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;10. Department teknis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlihat dalam gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UAgnZse1I/AAAAAAAAAOE/NyNlgs3IGxs/s1600-h/organisasi+virlib+smk.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UAgnZse1I/AAAAAAAAAOE/NyNlgs3IGxs/s200/organisasi+virlib+smk.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144518709673229138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Organisasi Virtual Library SMK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Organisasi, pemberdayaan &amp; pengembangan SMK VL adalah :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Penyediaan Portal SMK Virtual Lbrary&lt;br /&gt;• Pemberdayaan ICT center di provinsi dan kabupaten&lt;br /&gt;• Pengayaan isi&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;eBook&lt;/em&gt;- 90 judul di 2007 dan 123 di 2008&lt;br /&gt;• Konsolidasi materi pembelajaran yang telah dikembangkan ( 350 modul )&lt;br /&gt;• Bantuan untuk pengembangan Pusat Sumber Belajar di SMK&lt;br /&gt;• Pemanfaatan materi adaptif SMK : B. Inggris, Fisika, Kimia dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengembangan awal  SMK VL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Pembuatan modul bahan ajar&lt;br /&gt;• Pembukaan jurusan ICT di SMK&lt;br /&gt;• Pengembangan ICT center &amp; client&lt;br /&gt;• Pembuatan SMK VL&lt;br /&gt;• Penulisan buku SMK (&lt;em&gt;eBook&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;• Pembuatan bahan ajar adaptif SMK&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;Grassroots effort&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;Reinforcement&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan &lt;em&gt;Virtual Library &lt;/em&gt;di Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan program VL ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya (nantinya sebagai server induk, sedang dalam proses) bersama ICT Center Surabaya (server internal / pilot project) bekerja sama dengan PT. Radnet (&lt;em&gt;Collocation server and mirroring server&lt;/em&gt;), Intel Indonesia (telah menyumbangkan konten “&lt;em&gt;skoool-for-classmate-program&lt;/em&gt;”), Tim ICT dari ITS dan PENS-ITS Surabaya (membangun local contents) serta komunitas IT di Surabaya untuk membangun system. Dengan dukungan berbagai pihak diharapkan Dinas Pendidikan Surabaya dapat segera merealisasi program VL dan meningkatkan mutu pendidikan SMK khususnya, dan pendidikan pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMK Negeri 1 Surabaya sebagai secretariat ICT Center Surabaya ditunjuk untuk mewakili Propinsi Jawa Timur, telah mencoba meng install program tersebut untuk kepentingan internal, dan telah mencoba untuk online dengan alamat di http://virlib.smkn1-sby.sch.id dan sekarang masih dalam proses menyiapkan konten yang dihimpun dari hasil karya warga SMK Negeri 1 Surabaya antara lain berupa :&lt;br /&gt;1. Film kecil dari production house nya tve&lt;br /&gt;2. film siswa waktu presentasi&lt;br /&gt;3. Dokumen hasil karya siswa &lt;br /&gt;4. Profile SBI&lt;br /&gt;5. Film-film pendek dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang untuk kebutuhan sosialisasi dan tindak lanjut program ini kami sedang mempersiapkan dan melakukan beberapa tahapan seperti yang tertuang dalam action plan ”Peningkatan Pengelolaan Perpustakaan SMK Berbasis Web” lihat Gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBFnZse2I/AAAAAAAAAOM/yXPAOjKQJ_E/s1600-h/plan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBFnZse2I/AAAAAAAAAOM/yXPAOjKQJ_E/s200/plan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144519345328388962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. &lt;em&gt;Action Plan &lt;/em&gt;(hal 1)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBlnZse3I/AAAAAAAAAOU/jJirg76E6GQ/s1600-h/plan2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBlnZse3I/AAAAAAAAAOU/jJirg76E6GQ/s200/plan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144519895084202866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. &lt;em&gt;Action Plan &lt;/em&gt;(hal 2)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBx3Zse4I/AAAAAAAAAOc/JTL3HdzY6Qw/s1600-h/plan3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UBx3Zse4I/AAAAAAAAAOc/JTL3HdzY6Qw/s200/plan3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144520105537600386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. &lt;em&gt;Action Plan &lt;/em&gt;(hal 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan awal dengan 13 sekolah Sub Rayon SMK se Surabaya telah dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2007 di SMK Negeri 1 Surabaya, yang telah dibuka oleh Ibu Tetty Rachmi Wulan S.Pd. selaku Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pendidikan, yang sekaligus sebagai Koordinator ICT Center Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Tim ICT Center SMK Negeri 1 Surabaya bersama Tim Radnet dan KLAS ( Kelompok Linux Arek-arek Suroboyo – yang juga akan menyumbangkan konten Linux) melakukan sosialisasi dan pelatihan bersama, dengan hasil antara lain :&lt;br /&gt;1. Install program Virlib SMK di masing-masing laptop/PC&lt;br /&gt;2. Mempersiapkan konten dari SMK masing2 &lt;br /&gt;3. Menyiapkan paparan materi sosialisasi untuk SMK se Surabaya&lt;br /&gt;4. Mengumpulkan dan mengembangkan hasil karya siswa masing-masing&lt;br /&gt;5. Koordinasi dengan dinas kota dan propinsi untuk sosialisasi &lt;br /&gt;6. Menyiapkan buku panduan teknis&lt;br /&gt;7. Setting server &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direncanakan pada pertemuan berikutnya diiukuti oleh 102 SMK se Surabaya, dengan realisasi dari hasil pertemuan 13 Sub Rayon tanggal 7 Desember 2007 tersebut, dan direncanakan saat itu juga sudah selesai buku panduan dan setting server, sehingga diharapkan tiap SMK tinggal upload materi atau modul atau kontennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar nama SMK Sub Rayon SMK se Surabaya yang diundang pada pertemuan tersebut adalah sebagai Ketua Sub Rayon SMK se Surabaya, yang nantinya berkewajiban untuk mensosialisasi ke anggotanya masing-masing, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. SMKN 1 Surabaya&lt;br /&gt;2. SMKN 2 Surabaya&lt;br /&gt;3. SMKN 3 Surabaya&lt;br /&gt;4. SMKN 4 Surabaya&lt;br /&gt;5. SMKN 5 Surabaya&lt;br /&gt;6. SMKN 6 Surabaya&lt;br /&gt;7. SMKN 7 Surabaya&lt;br /&gt;8. SMKN 8 Surabaya&lt;br /&gt;9. SMKN 9 Surabaya&lt;br /&gt;10. SMKN 10 Surabaya&lt;br /&gt;11. SMKN 11 Surabaya&lt;br /&gt;12. SMK S. Louis Surabaya&lt;br /&gt;13. SMK Petra Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat kondisi kota Surabaya dan mengkaji hasil tulisan yang bekaitan dengan ICT sebelumnya, dibawah ini sekilas gambaran penulis sebagai bahan pemikiran bersama khususnya dalam pengembangan VL, perlu diperhatikan &lt;strong&gt;beberapa kendala &lt;/strong&gt;yang dapat terjadi, diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kemampuan setiap orang melakukan pencarian melalui &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;sangat bervariasi, dimana mereka perlu mengetahui prinsip-prinsip ICT , strategi penelusuran &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, kemampuan menelusur secara online, untuk mendapatkan informasi yang dihendaki;&lt;br /&gt;2. Karena terlalu besarnya sumber informasi dan pengetahuan dalam bentuk digital, maka searching tidak dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan topik, atau informasi/pengetahuan yang mendalam;&lt;br /&gt;3. Banyak perbedaan system pada system pencarian secara online, seperti untuk e-journal berbeda dengan &lt;em&gt;web search tools &lt;/em&gt;atau dengan &lt;em&gt;digital library &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;e-learning &lt;/em&gt;dimana berbeda search, membuat setiap user harus mengenal semua &lt;em&gt;search tools &lt;/em&gt;yang ada dulu;&lt;br /&gt;4. Harus mengenal dulu lingkup topik yang akan dicari dan struktur VL, mengenal pengorganisasian contents dari berbagai system seperti: mengenal system mesin penggeraknya, mengenal databases yang dipakai dalam VL, dsb;&lt;br /&gt;5. Bagi lembaga atau sekolah-sekolah yang bandwidth nya masih rendah, maka akan memakan waktu yang lama sehingga sering membuat frustasi, untuk download maupun upload, bahkan terkadang putus ditengah jalan, padahal sudah menunggu dalam waktu yang cukup lama;&lt;br /&gt;6. Dalam pengorganisasian informasi di VL, kalau terlalu spesifik punya dampak dalam pemilihan oleh pemakai, atau kadang-kadang tidak terlihat dilayar utama, tapi tersembunyi di layar berikutnya, sehingga pemakai harus menjelajah webpage untuk mendapatkan berbagai macam sumber informasi yang tersedia. Bagi para pemula pengguna DL akan merasa kesulitan, sehingga mereka merasa tidak banyak manfaat;&lt;br /&gt;7. Kesimpulannya pemakai menginginkan DL yang siap pakai dan sesuai kebutuhan, sehingga menjadi persoalan baru bagi pustakawan untuk melayani pelanggan dan mengoperasikan DL system, yang terdiri dari berbagai system operasi (OS) , perangkat lunak (&lt;em&gt;software&lt;/em&gt;), perangkat keras (&lt;em&gt;hardware&lt;/em&gt;), &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;interface &lt;/em&gt;dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rekomendasi :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam implementasi program VL harus segera diadakan pelatihan mengenai struktur &lt;em&gt;database&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;meta database &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;data mining &lt;/em&gt;yang kita pakai, strategi penelusuran dan teknik penelusuran secara online, petunjuk-petunjuk secara teknis tentang pengoperasian dan penggunaan VL dst;&lt;br /&gt;2. System atau mesin yang dipakai harus mengukur kemampuan mayoritas pemakai, sehingga kita harus mempersiapkan dan meluangkan waktu untuk mencari informasi yang sesuai dengan system atau karakter dari &lt;em&gt;search engine, databases&lt;/em&gt;, atau system operasinya, setelah itu baru ditekankan pada kurikulum pelatihannya, juga perlu dipikirkan adalah &lt;em&gt;design database &lt;/em&gt;dan struktur databasenya;&lt;br /&gt;3. Sebagai konsekuensi dari implementasi dan system yang sedang kita bangun antara lain harus melakukan pendekatan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan pemakai atau pelanggan, minimal harus menerbitkan buku panduan atau “&lt;em&gt;online help&lt;/em&gt;” untuk membimbing atau petunjuk bagi pemakai secara lengkap;&lt;br /&gt;4. Sehubungan dengan kesenjangan digital seperti yang kami gambarkan tentang kondisi lapangan dalam tulisan yang berjudul &lt;em&gt;“Meningkatkan kualitas Pendidikan melalui ICT Kota Surabaya”, &lt;/em&gt;maka dari data tersebut perlu dilengkapi data tentang berapa sekolah yang terkoneksi ke internet, berapa pemakai yang akan akses ke VL , siapa yang sering menggunakan VL ?, berapa pemakai yang menggunakan koneksi ke internet dengan &lt;em&gt;a high &lt;/em&gt;&lt;em&gt;bandwidth &lt;/em&gt;&lt;em&gt;connection or a low bandwidth connection&lt;/em&gt;? Atau mungkin masih banyak sekolah yang belum terkoneksi dengan internet atau intranet?;&lt;br /&gt;5. Sebaiknya system akses informasi DL harus didisain untuk dimungkinkan akses ke sumber-sumber informasi yang lain dan dapat dioperasikan secara user &lt;em&gt;friendly&lt;/em&gt;, baik secara intranet dan internet dari suatu institusi/sekolah;&lt;br /&gt;6. Secara garis besarnya, perlu diperhatikan secara komprehensif tentang kondisi lapangan, mulai dari infrastruktur ICT Kota/Kabupaten, keberadaan laboratorium dan computer yang ada di sekolah-sekolah, kondisi hardware dan software yang banyak dipakai pada umumnya oleh pemakai berkaitan dengan tugasnya, kemampuan dan atau kompetensi terutama staf, guru dan tenaga kependidikan dalam bidang ICT;&lt;br /&gt;7. Program VL akan berjalan secara optimal, jika terjadi sinergi antara berbagai pihak terkait, mulai dari lingkungan sekolah (Kepala Sekolah, Staf, Guru, Pustakawan dan siswa), lingkungan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten (Kepala Dinas, Kasubdin dan seluruh staf) dan lingkungan masyarakat (stakeholders, industri, &lt;em&gt;partnership&lt;/em&gt;, orangtua siswa dll) dalam memanfaatkan fasilitas untuk mengembangkan dunia pendidikan khususnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-2061650534450848538?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/2061650534450848538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=2061650534450848538' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2061650534450848538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2061650534450848538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/12/tentang-smk-virtual-library-surabaya.html' title='Tentang SMK Virtual Library Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R2UAgnZse1I/AAAAAAAAAOE/NyNlgs3IGxs/s72-c/organisasi+virlib+smk.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1365629543619730757</id><published>2007-11-19T18:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T20:31:57.004+07:00</updated><title type='text'>Evaluasi tentang hubungan antara Nilai Rapor, Uji Kompetensi dan UNAS</title><content type='html'>Sebelumnya mohon maaf, jika nanti ada kelompok lain yang memiliki hasil analisa yang lebih valid lagi dalam meng-evaluasi atau mencari korelasi dalam prestasi siswa antara ketiga nilai tersebut ... kami mencoba dengan &lt;em&gt;software &lt;/em&gt;SPSS versi 11.5 dalam melaksanakan tugas kelompok mata kuliah statistik ... Kami mengambil sample dari dokumen sekolah terhadap 1 kelas siswa yang baru lulus tahun 2006/2007 Program Keahlian Multimedia di SMKN 1 Surabaya ... Inilah hasil test uji kami ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan telah dibukanya Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMK Negeri 1 Surabaya, mulai tahun pelajaran 2003/ 2004, sekolah berkewajiban mempersiapkan siswa/ tamatan agar dapat bersaing dalam pasar kerja terbuka, sesuai tuntutan penguasaan kompetensi era global yang ditandai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran sejak diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 telah banyak perubahan untuk mencapai tujuan, dengan harapan mendapatkan hasil yang optimal, sehingga bermanfaat bagi semua pihak terkait. Untuk mengukur keberhasilan siswa, perlu diperhatikan adanya standar dan kriteria penilaian sehingga siswa dinyatakan lulus atau tidak lulus, dan oleh dunia kerja dinyatakan kompetensi atau tidak kompetensi. Adapun jenis mata pelajaran pada setiap program keahlian dibagi dalam 3 kelompok yaitu (1) Kelompok Normatif yang terdiri dari Agama, PPKN, Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan serta Sejarah Nasional dan Umum; (2) Kelompok Adaptif, terdiri dari Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Komputer dan Kewirausahaan; (3) Kelompok Produktif yaitu mata pelajaran yang terkait dengan bidang keahlian yang dipilih oleh siswa yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Hukum Pelaksanaan adalah :&lt;br /&gt;1. Renstra Depdiknas 2005-2009 &lt;br /&gt;2. Kurikulum untuk Sekolah Menengah Kejuruan edisi 2004 maupun kurikulum produktif untuk program keahlian TIK, yang telah disusun secara dinamis dan fleksibel agar mampu mengantisipasi dan mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi. &lt;br /&gt;3. Program kerja sekolah 2004/2005 yang setiap tahunnya disusun dan dikembangkan sebagai pedoman kerja bagi masing-masing program keahlian.&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan program-program tersebut berbagai hambatan baik dari siswa, orangtua siswa, sekolah maupun dunia kerja sebagai tempat praktek kerja siswa sebelum mereka tamat sangat bervariasi. Untuk itu berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kerjasama antara SMK Negeri 1 Surabaya dengan  partnership diwujudkan dalam bentuk penilaian bersama atas beberapa Kompetensi dan Sub Kompetensi yang ada dalam kelompok Produktif. Untuk itu harus diadakan penilaian bersama untuk melihat hasil evaluasi yang dilakukan oleh Sekolah, Dunia Kerja maupun Ujian Nasional pada mata pelajaran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.2 Rumusan Permasalahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Dari berbagai kendala yang ada, teridentifikasi beberapa permasalahan lapangan sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Beberapa kesulitan dalam mensinkronkan antara materi diklat yang ada di Sekolah dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, khususnya produktif.&lt;br /&gt;- Belum teridentifikasinya secara jelas antara hasil hasil prestasi siswa di sekolah dengan nilai kompetensi yang diberikan oleh dunia kerja, serta nilai prestasi dalam UNAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.3 Batasan Permasalahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil evaluasi pada beberapa kelompok pelajaran Program Keahlian Multimedia di SMK negeri 1 Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.4 Tujuan dan Sasaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari analisa statistik ini antara lain untuk mengukur dan mencari hubungan antara nilai di sekolah dengan nilai kompetensi di tempat praktek kerja. Sedang sasarannya adalah untuk memberi gambaran tentang sistem penilaian terhadap siswa pada dua tempat yang berbeda, dengan siswa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GAMBARAN UMUM DAN LANDASAN KEBIJAKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.1 Gambaran Umum tentang SMK &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah : (a) mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) membekali peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya, (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.(Kurikulum SMK Edisi 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat mewujudkan peningkatan potensi ekonomi tersebut, karena SMK mempersiapkan tamatan yang memiliki kompetensi produktif, adaptif dan inovatif untuk dapat menjadi tenaga terampil yang siap kerja sesuai dengan bidang dan program keahliannya. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Teknologi Informasi sebagai  bagian dari Pendidikan Menengah Kejuruan, bertujuan untuk menyiapkan siswa / tamatan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;b. Mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup keahlian Teknik Informasi Dan Komunikasi&lt;br /&gt;c. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian teknik informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;d. Menjadi Warga Negara yang Produktif, Adaptif Dan Kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani pendidikan dan pelatihan di Sekolah, sebagai dasar pengetahuan dan ketrampilan siswa sesuai dengan tingkatnya, maka sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya, diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;a. Melaksanakan praktek kerja di dunia usaha / dunia industri sesuai dengan bidang keahliannya.&lt;br /&gt;b. Mengaplikasikan materi pendidikan dan pelatihan yang telah diterima di sekolah sebagai pedoman dasar untuk diterapkan pada dunia kerja.&lt;br /&gt;c. Mengukur tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;d. Meningkatkan ketrampilan siswa, agar dalam proses pembelajaran ke jenjang berikutnya dapat mengetahui bidang pekerjaannya, sehingga dapat diharapkan mampu berimprovisasi dan berkreasi setelah tamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.2 Program Peahlian Multimedia SMK  Negeri 1 Surabaya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahap pertama, SMK Negeri 1 Surabaya akan mengirimkan siswa – siswi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi, program Keahlian Multimedia dengan pembekalan materi untuk tingkat 1 sampai tingkat 3 adalah sbb : &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingkat I &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Mengoperasikan periferal multimedia :&lt;br /&gt;2. Mengembangkan ilustrasi digital (&lt;em&gt;digital illustration&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;3. Mengembangkan pencitraan digital (&lt;em&gt;digital imaging&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;4. Mengembangkan laman [&lt;em&gt;web&lt;/em&gt;]&lt;br /&gt;5. Mengembangkan animasi dimensi dua (&lt;em&gt;2D animation&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingkat II &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;6. Mengembangkan visualisasi dimensi tiga (&lt;em&gt;3D visualization&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;7. Mengembangkan animasi dimensi tiga (&lt;em&gt;3D animation&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingkat III&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;8. Merekam suara&lt;br /&gt;9. Menyunting suara&lt;br /&gt;10. Merekam gambar&lt;br /&gt;11. Menyunting video&lt;br /&gt;12. Mengembangkan efek visual&lt;br /&gt;13. Mengembangkan aplikasi multimedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.3 Sistem Praktek Kerja Industri (Prakerin)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Instruktur dalam pelaksanaan praktek industri adalah pembimbing yang ditunjuk oleh institusi pasangan untuk membimbing siswa di tempat praktek. Seperti telah dicantumkan dalam kurikulum, waktu praktek kerja industri diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Minimum 3 bulan kerja, mengikuti minggu dan jam kerja industri;&lt;br /&gt;b. Boleh lebih 3 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah yang lebih tinggi bagi industri maupun bagi siswa yang bersangkutan;&lt;br /&gt;c. Kegiatan di industri dapat dimulai dari tingkat I dengan catatan industri yang bersangkutan mampu memberi keterampilan dasar dan sebaiknya tidak langsung bekerja di lini produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melampaui ketiga tahapan tersebut, siswa akan diuji kemampuannya yang hasilnya berupa nilai rapor untuk melihat prestasi di sekolah pada tiap semester, nilai uji kompetensi yang diuji secara internal (oleh guru produktif) dan eksternal oleh DU/DI ( Dunia Usaha dan Dunia Industri) sebagai &lt;em&gt;partnership &lt;/em&gt;sekolah pada program keahlian yang bersangkutan. Saat ini yang menguji adalah dari PENS ITS dan Jawa Pos Groups Surabaya. Dan terakhir nilai UNAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;METODA DAN ANALISA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.1 Metoda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Metoda yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara prestasi siswa di sekolah (nilai raport kelas tiga dan nilai UNAS) dengan hasil uji kompetensi pada Program Keahlian Multimedia di SMP Negeri 1 Surabaya adalah dengan :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Analisis Varian (ANOVA), &lt;/strong&gt;dengan menggunakan variabel :&lt;br /&gt;- Nilai uji kompetensi untuk dependent variabel&lt;br /&gt;- Nilai Rapor Kelas tiga dan Nilai UNAS untuk fixed faktor&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Analisis Regresi Berganda,&lt;/strong&gt; dengan menggunakan variabel :&lt;br /&gt;• Nilai uji kompetensi untuk variabel Y&lt;br /&gt;• Nilai Rapor Kelas tiga untuk X1 (6, 7 dan 8)&lt;br /&gt;• Nilai UNAS untuk X2 (1 = baik, 2 = cukup dan 3 = kurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.2 Data&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari data nilai siswa di Sekolah di SMK Negeri I Surabaya, dapat diperoleh data untuk mengetahui hubungan antara prestasi siswa di sekolah (nilai raport kelas tiga dan nilai UNAS) dengan hasil uji kompetensi pada Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Surabaya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Klasifikasi Data Nilai Siswa&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GBFmz65vI/AAAAAAAAANc/I9QfrOMRX-4/s1600-h/Daftar+nilai.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GBFmz65vI/AAAAAAAAANc/I9QfrOMRX-4/s200/Daftar+nilai.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526983496722162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.3 Analisa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Analisis Varian (ANOVA)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisa varians dari output komputer dapat dilihat pada tabel berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Analisa Varian&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GAnGz65uI/AAAAAAAAANU/lYSZN4ZYr8w/s1600-h/Anova.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GAnGz65uI/AAAAAAAAANU/lYSZN4ZYr8w/s200/Anova.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526459510712034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa :&lt;br /&gt;Pengujian Hipotesis&lt;br /&gt;Ho : Nilai Rapor dan nilai UNAS tidak ada pengaruhnya pada nilai uji kompetensi&lt;br /&gt;H1 : Nilai Rapor dan nilai UNAS ada pengaruhnya pada nilai uji kompetensi&lt;br /&gt;Statistik Uji&lt;br /&gt;Pvalue didapat 0,000 &lt; 0,05 --&gt; Pvalue &lt; α, yaitu tolak Ho berarti minimal ada satu yang tidak sama. Untuk mengetahui pasangan mana yang tidak sama dapat dilihat pada post hoc test.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar 2. Post Hoc Test Nilai Rapor&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GATGz65tI/AAAAAAAAANM/3cTXrXKnuYU/s1600-h/PostHoc+Test+NilaiRaport.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GATGz65tI/AAAAAAAAANM/3cTXrXKnuYU/s200/PostHoc+Test+NilaiRaport.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134526115913328338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil input dapat diketahui :&lt;br /&gt;6 --&gt; 7 : 0.206 &gt; 0.05 terima Ho sehingga µ6 = µ7&lt;br /&gt;7 --&gt; 8 : 0.039 &lt; 0.05 tolak Ho sehingga µ7 ≠  µ8&lt;br /&gt;6 --&gt; 8 : 0.002 &lt; 0.05 tolak Ho sehingga µ6 ≠  µ8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Post Hoc Test Nilai UNAS&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F_T2z65sI/AAAAAAAAANE/ywzYeP6X-eA/s1600-h/PostHoc+Test+UNAS.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F_T2z65sI/AAAAAAAAANE/ywzYeP6X-eA/s200/PostHoc+Test+UNAS.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134525029286602434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil input dapat diketahui :&lt;br /&gt;Baik --&gt; cukup : 0.14  &gt; 0.05 terima Ho sehingga µbaik = µcukup&lt;br /&gt;Baik --&gt; kurang : 0.000 &lt; 0.05 tolak Ho sehingga µbaik ≠ µkurang&lt;br /&gt;Cukup --&gt; kurang : 0.192 &gt; 0.05 terima Ho sehingga µcukup = µkurang&lt;br /&gt;Dari hasil analisa varians didapatkan faktor-faktor mana yang sangat berpengaruh pada nilai uji kompetensi, yaitu dengan melihat dari hasil profil plot, sebagai berikut:&lt;br /&gt;Grafik 1. Hasil Analisa Varians &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F-Qmz65rI/AAAAAAAAAM8/mGa3HzffjVY/s1600-h/Estimated+Marginal.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F-Qmz65rI/AAAAAAAAAM8/mGa3HzffjVY/s200/Estimated+Marginal.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134523873940399794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari grafik diketahui bahwa factor yang mempengaruhi nilai uji kompetensi tinggi adalah siswa dengan nilai UNAS baik dan nilai rapor lebih dari 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dapat disimpulkan :&lt;br /&gt;Penelitian menolak Ho dengan Pvalue 0,000 &lt; 0,05 (α = 5%), sehingga dapat diketahui bahwa nilai rapor dan nilai UNAS mempengaruhi nilai uji kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Analisis Regresi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasil output komputer dari analisa regresi dapat dilihat pada uraian berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F85Wz65qI/AAAAAAAAAM0/Vt13eYlypxI/s1600-h/the+regression.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F85Wz65qI/AAAAAAAAAM0/Vt13eYlypxI/s200/the+regression.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134522374996813474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari output dapat diketahui :&lt;br /&gt;Model regresi : C3 = 6.27 + 0.172 C1 - 0.197 C2 atau&lt;br /&gt;Nilai Uji Kompetensi = 6.27 + 0.172 Nilai UNAS – 0.197 Nilai Rapor&lt;br /&gt;Statistik uji :&lt;br /&gt;a. Pvalue constant : 0.000 &lt; 0.05 --&gt; tolak Ho&lt;br /&gt;Berarti model yang digunakan sudah benar/ sesuai dan berpengaruh terhadap nilai uji kompetensi.&lt;br /&gt;b. Pvalue nilai UNAS : 0.003 &lt; 0.05 --&gt; tolak Ho&lt;br /&gt;Berarti nilai UNAS mempengaruhi nilai uji kompetensi&lt;br /&gt;c. Pvalue nilai Rapor :0.001 &lt; 0.05 --&gt; tolak Ho&lt;br /&gt;Berarti nilai Rapor mempengaruhi nilai uji kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai koefisien determinan (R2) --&gt; 42,7%&lt;br /&gt;Berarti nilai UNAS, nilai Rapor mempengaruhi nilai uji kompetensi sebessar 42.7% sehingga masih ada 57.3% variabel lain yang mempengaruhi nilai uji kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Model :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Model yang digunakan &lt;strong&gt;sesuai &lt;/strong&gt;untuk mengetahui pengaruh nilai UNAS dan nilai rapor berpengaruh terhadap nilai uji kompetensi di SMKN 1 Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisa regresi diperoleh grafik uji identik, uji independent dan uji distribusi normal.&lt;br /&gt;Grafik 2. Uji Identik&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F7qmz65pI/AAAAAAAAAMs/Q3bk9hRvp0c/s1600-h/Grafik+Uji+Identik.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F7qmz65pI/AAAAAAAAAMs/Q3bk9hRvp0c/s200/Grafik+Uji+Identik.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134521022082115218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grafik 3. Uji Independent&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F7Z2z65oI/AAAAAAAAAMk/74F6AzY44QQ/s1600-h/Grafik+Uji+Independent.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F7Z2z65oI/AAAAAAAAAMk/74F6AzY44QQ/s200/Grafik+Uji+Independent.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134520734319306370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grafik 4. Uji Distribusi Normal&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F5V2z65nI/AAAAAAAAAMc/gB0etk8N9L4/s1600-h/Grafik+Uji+Distribusi+Normal.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0F5V2z65nI/AAAAAAAAAMc/gB0etk8N9L4/s200/Grafik+Uji+Distribusi+Normal.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134518466576574066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisa ANOVA dan regresi didapatkan kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;4.1 Nilai UNAS dan nilai rapor sudah sesuai dengan model regresi yang digunakan, yaitu Y = 6.27 + 0.172 X2 - 0.197 X1&lt;br /&gt;4.2 Model yang digunakan (nilai UNAS dan nilai rapor) berpengaruh terhadap nilai uji kompetensi sebesar 42.7%&lt;br /&gt;4.3 Masih ada 57.3% variabel lain yang dapat mempengaruhi nilai uji kompetensi.&lt;br /&gt;4.4 Nilai uji kompetensi tinggi yang diperoleh siswa dengan nilai UNAS baik dan nilai rapor lebih dari 7, artinya ketiga nilai tersebut saling berpengaruh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1365629543619730757?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1365629543619730757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1365629543619730757' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1365629543619730757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1365629543619730757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/11/evaluasi-tentang-hubungan-antara-nilai.html' title='Evaluasi tentang hubungan antara Nilai Rapor, Uji Kompetensi dan UNAS'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/R0GBFmz65vI/AAAAAAAAANc/I9QfrOMRX-4/s72-c/Daftar+nilai.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1847928574860366860</id><published>2007-11-11T13:24:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T09:23:10.642+07:00</updated><title type='text'>Analisa Kebutuhan Komputer tahun 2008 di Surabaya</title><content type='html'>Yth. Pak Gatot,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memberikan tanggapan atas komentar bapak sbb :&lt;br /&gt;1. Dasar perhitungan :&lt;br /&gt;a. Tentang saran 5-10 komputer minimal untuk setiap sekolah karena melihat perbandingan antara besarnya kebutuhan computer dengan jumlah sekolah yang belum memiliki computer adalah sangat jauh dari standart (baru mencapai 22,91%).&lt;br /&gt;b. Dasar kedua adalah melihat Rencana anggaran (Renja 2008) dibagi harga perkiraan per PC, sesuai sasaran yang akan diberi bantuan dengan skala prioritas adalah sekolah kawasan seperti yang tersebut dalam tulisan saya yang berjudul “Peningkatan mutu pendidikan melalui ICT di Surabaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Analisa kebutuhan computer per Kecamatan&lt;br /&gt;a. Ratio jumlah computer : siswa, kami coba untuk membuat dua perbandingan yaitu 1:10 = jumlah siswa : 10 dikurangi jumlah computer yang sudah ada, sehingga jumlah kebutuhan total untuk 31 Kecamatan = 40.277 PC sedang jika menggunakan ratio 1:20 = jumlah siswa : 20 dikurangi jumlah computer yang sudah ada, sehingga jumlah kebutuhan total untuk 31 Kecamatan = 16.189 PC.&lt;br /&gt;b. Sehingga kebutuhan computer per Kecamatan tidak sama, seperti yang terlihat dalam analisa spasial sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. &lt;em&gt;Attributes of Datakecamatan.shp &lt;/em&gt;yang terlihat dari table GIS per Kecamatan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rze0vQOEioI/AAAAAAAAAMU/nZ1ahMyo9RM/s1600-h/Kebutuhan+Komputer+2008.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rze0vQOEioI/AAAAAAAAAMU/nZ1ahMyo9RM/s200/Kebutuhan+Komputer+2008.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131769024312806018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Peta Persebaran Kebutuhan Komputer dengan ratio 1:10&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rze0LAOEinI/AAAAAAAAAMM/IUkXBXnhDv0/s1600-h/ratio+10.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rze0LAOEinI/AAAAAAAAAMM/IUkXBXnhDv0/s200/ratio+10.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131768401542548082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Peta Persebaran Kebutuhan Komputer dengan ratio 1:20&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RzezsQOEimI/AAAAAAAAAME/MPvojDqf488/s1600-h/ratio20.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RzezsQOEimI/AAAAAAAAAME/MPvojDqf488/s200/ratio20.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131767873261570658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Tentang saran pemanfaatan komputer pada tempat terbuka pada saat siswa istirahat adalah ide yang bagus tetapi perlu dipikirkan segi keamanannya, mengingat kondisi lingkungan dan budaya kita belum bisa disamakan dengan Negara maju. Sehingga untuk merealisasi ide tersebut perlu banyak pertimbangan lagi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menentukan sekolah tersebut kwalifikasi sarana IT nya baik terhadap sekolah yang lain, dengan ukuran tolok ukur sbb :&lt;br /&gt;a. Sudah menggunakan sistem manajemen dan kegiatan pembelajaran berbasis IT.&lt;br /&gt;b. Laboratorium Komputer dapat dipakai untuk melayani KBM (kelas regular) sekaligus dapat dipakai untuk melayani diklat untuk sekolah lain yang ada di lingkungan dinas pendidikan ybs.&lt;br /&gt;c. Tiap lab. Computer sudah menggunakan system jaringan, akan lebih baik lagi jika antar lab sudah terkoneksi dalan satu jaringan (LAN)&lt;br /&gt;d. Ada akses internet dengan bandwidth yang sebanding antara jumlah computer dengan kebutuhan siswa dan peserta diklat.&lt;br /&gt;e. Jumlah SDM (guru) yang cukup dan bersertifikasi untuk melayani kedua kegiatan internal dan eksternal tersebut.&lt;br /&gt;f. Terdapat teknisi yang merawat lab, minimal 1 teknisi untuk 3 lab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tentang bagaimana hasil belajar siswa serta kemungkinan korelasi terhadap UN, kami sedang mencoba mengevaluasi dengan test uji statistic, yang insyaAllah akan saya publish setelah ini …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Catatan :&lt;br /&gt;a. Analisa kebutuhan tersebut berdasarkan data yang diolah dari dinas pendidikan kota, ICT center dan Renstra SKPD Surabaya tahun 2006. Sehingga perubahan data akan merubah hasil analisa.&lt;br /&gt;b. Karena data yang diperoleh secara global per Kecamatan, maka belum dapat memberi gambaran secara detail per sekolah, untuk itu dibutuhkan data jumlah lab dan computer per sekolah sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat bagi kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1847928574860366860?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1847928574860366860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1847928574860366860' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1847928574860366860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1847928574860366860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/11/analisa-kebutuhan-komputer-tahun-2008.html' title='Analisa Kebutuhan Komputer tahun 2008 di Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rze0vQOEioI/AAAAAAAAAMU/nZ1ahMyo9RM/s72-c/Kebutuhan+Komputer+2008.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1835320399258495635</id><published>2007-11-03T21:35:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T09:21:59.127+07:00</updated><title type='text'>Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui  ICT di Kota Surabaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.1 Latar Belakang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintahan. Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sektor yang menggunakan sistem dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan multimedia adalah sektor pendidikan yaitu dengan Pembelajaran Jarak Jauh (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;distance learning&lt;/span&gt;) dan atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-learning&lt;/span&gt; baik secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;on-line&lt;/span&gt; maupun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;off-line&lt;/span&gt;. Program PJJ ini adalah untuk mewujudkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-learning &lt;/span&gt;yang mampu memberi fasilitas kebutuhan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lebih berkualitas tanpa batasan dimensi ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita sedang memasuki masa perubahan paradigma dari metode dan sistem manajemen serta &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mindset &lt;/span&gt;dari konvensional menuju sistem modern, yang semuanya berbasis IT. Adapun geseran paradigma ini nantinya akan dapat meningkatkan mutu pendidikan, dengan gambaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Pola interaksi yang tidak lagi mengenal jarak, ruang dan waktu &lt;br /&gt;- Perubahan dari pendidikan terpusat menjadi tersebar&lt;br /&gt;- Fleksibilitas dalam jarak, ruang dan waktu&lt;br /&gt;- Bahan ajar yang disajikan dalam multimedia dengan suara dan gambar yang dinamis, tidak membosankan, serta padat informasi&lt;br /&gt;- "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Self-pace learning&lt;/span&gt;" artinya kecepatan belajar ditentukan oleh diri sendiri bukan oleh kemampuan yang diseragamkan dalam kelas&lt;br /&gt;- "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Self-motivated learning&lt;/span&gt;" artinya memacu kemampuan belajar mandiri&lt;br /&gt;- Perubahan dari "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teacher Centric&lt;/span&gt;" (guru sebagai pusat pembelajaran) menjadi "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Learner Centric&lt;/span&gt;" (murid sebagai pusat pembelajaran)&lt;br /&gt;- Perubahan dari "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Entry Barrier&lt;/span&gt;" (seleksi ketat) menjadi "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Output Quality Standard&lt;/span&gt;" (lulusan berkualitas stardard) artinya bukan masuknya yang dipersulit tapi lulusannya yang harus memenuhi standard kualitas, sedang lamanya belajar tergantung motivasi, kecerdasan, dan usaha masing-masing peserta didik&lt;br /&gt;- Interaksi antara pengajar dan peserta didik dilakukan tidak hanya dengan tatap muka, tetapi juga melalui fasilitas interaksi elektronik sehingga meningkatkan kemampuan baca tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam matriks program lima tahunan, yaitu 2006-2010 Rencana dan Strategi Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD) Dinas Pendidikan Kota Surabaya merencanakan beberapa kebijakan : (a) Meningkatkan kualitas pendidik maupun tenaga kependidikan secara profesional dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Good Governance&lt;/span&gt;; (b) Membangun sarana prasarana pendidikan sesuai standar dan (c) Mengembangkan ICT dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi Dinas Pendidikan Kota Surabaya adalah terciptanya pendidikan berkualitas yang terjangkau serta berwawasan nusantara dan global. Sedang misi : (1) Mengoptimalkan layanan pendidikan kepada masyarakat sehingga ada kepuasan dan loyalitas; (2) Mengupayakan mutu dalam proses layanan pendidikan di samping pemerataan; (3) Transparansi dalam layanan sebagai bentuk tanggung jawab dalam penanganan pendidikan; (4) Mengikutsertakan masyarakat dalam proses layanan pendidikan sehingga tumbuh “education not is own government but also society”; (5) Mengembangkan potensi yang dimiliki baik yang ada di sekolah maupun masyarakat; (6) Membangun pendidikan yang terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan berwawasan global; (7) Membangun generasi muda yang siap menghadapi tuntutan dan tantangan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan visi dan misi tersebut, ditentukan arah kebijakan yang  diuraikan ke dalam indikasi kegiatan dengan kerangka mata anggaran sebagai berikut : (a) Mengembangkan program sekolah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pilot project&lt;/span&gt;, program kemitraan dengan sekolah berkualitas dalam negeri maupun luar negeri, dan program kelas atau sekolah berwawasan nasional maupun internasional; (b) Menambah sarana pendukung pembelajaran meliputi Lab. IPA, Lab. Bahasa, Lab. Komputer dan sarana lain yang mendukung sekolah Internasional; (c) Memperluas jaringan WAN (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wide Area Network&lt;/span&gt;) Kota Surabaya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cyber City&lt;/span&gt;. (d) Meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan menguasasi sasaran global seperti ICT  dan bahasa global.(Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya 2006-2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan tujuan, strategi dan kebijakan tersebut di atas, rencana  kegiatan Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2008 yang terkait dengan pengembangan ICT  adalah sebagai berikut : (1) Kegiatan penyelenggaraan pelatihan, seminar, lokakarya serta diskusi ilmiah tentang berbagai isu, dengan sub kegiatan antara lain workshop pengembangan manajemen berbasis ICT; (2) Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dengan menggunakan ICT, dengan sub kegiatan antara lain untuk penyusunan materi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-learning&lt;/span&gt; SD/SMP/SMA/SMK; (3) Kegiatan pengembangan SD, SMP dan SMA kawasan, melalui pengadaan prasarana dan sarana laboratorium komputer dan pengadaan peralatan multimedia; (4) Peningkatan dan pengembangan lembaga pendidikan nasional, melalui pembangunan WAN (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wide Area Network&lt;/span&gt;) Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran utama dalam pembangunan prasarana dan sarana ICT  Kota Surabaya adalah sekolah kawasan sebagai sekolah percontohan yang diprioritaskan, dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui beberapa komponen, yang meliputi : (1) Siswa SD, SMP, SMA dan SMK (2) Guru – guru SD, SMP, SMA dan SMK (3) Kepala Sekolah – Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK  (4) Dinas Pendidikan Kota Surabaya beserta Cabang – Cabang Dinasnya (5) Dewan Pendidikan Kota Surabaya beserta Dewan – Dewan Sekolah Sekolah / Komite – Komite Sekolah di Kota Surabaya (6) Orang tua siswa SD, SMP, SMA dan SMK dari dalam kota maupun luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan program ICT Depdiknas telah dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah RI, maka program ICT Kota Surabaya terintegrasi dengan visi-misi dan tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui ICT. Oleh karena itu dalam implementasi Renstra SKPD 2006-2010 maupun Renja 2008 Dinas Pendidikan Kota Surabaya merupakan sharing dana dan sinergi dalam kegiatannya agar tercapai tujuan pemerintah pusat dan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari semua rencana tersebut, sampai dengan saat ini masih jauh dari target, mengingat jumlah sekolah di Surabaya mencapai 1.658 sedang tahun 2007 baru 95 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;client &lt;/span&gt;dari ICT Center dan 103 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;client &lt;/span&gt;dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang mendapat dana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;block grant schoolnet&lt;/span&gt;, sehingga jumlah 198 sekolah, itu berarti baru mencapai 11,94%. Sedang yang 88,06% belum dapat diprediksi pencapaiannya sampai dengan tahun 2010 sesuai dengan renstra SKPD 2006-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kondisi sumberdaya manusia (SDM) masih kurang memenuhi syarat kompetensi untuk melaksanakan program dan kebijakan yang berkaitan dengan ICT, terutama kondisi guru dan tenaga kependidikan. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan dasar 4 komponen sekolah (Kepala Sekolah, Guru, TU dan Pustakawan) yang dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mengikuti pelatihan JARDIKNAS 2007, masih banyak yang belum dapat mencapai nilai standart dalam ujian KKPI online yang diadakan pada setiap akhir pelatihan. (ICT Center Surabaya, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.2 Perumusan Masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium komputer dan SDM yang kurang kompeten dengan kondisi banyaknya jumlah sekolah dan jumlah siswa yang harus mendapatkan pelayanan pendidikan di Kota Surabaya, maka program peningkatan mutu pendidikan melalui ICT masih mengalami banyak hambatan, sehingga berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.3 Tujuan dan Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan &lt;/span&gt;disusunnya penulisan ini adalah :&lt;br /&gt;1. Untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan program peningkatan kualitas pendidikan dengan menggunakan ICT.&lt;br /&gt;2. Untuk mengimplementasikan sistem perencanaan pembangunan dalam melaksanakan kebijakan Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009 dan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2006-2010 serta kaitannya dengan sistem pendidikan yang sedang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaat &lt;/span&gt;dari penulisan ini adalah dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun perencanaan peningkatan mutu pendidikan melalui ICT di Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. SEKILAS TENTANG WILAYAH STUDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1 Kondisi ICT Dinas Pendidikan Kota Surabaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan RPJM Kota Surabaya 2006-2010 pada Program Peningkatan Akses, Pemerataan dan Kualitas Pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas SDM, sasarannya adalah meningkatnya aksesibilitas pendidikan bagi warga kota  dan meningkatnya mutu pendidikan dasar, menengah, dan luar sekolah. Salah satu faktor yang terpenting dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan memanfaatkan ICT sebagai tools untuk mencapai sasaran. Pemanfaatan ICT dapat berhasil jika ditunjang oleh kondisi prasarana dan sarana gedung sekolah yang memadai / layak, ketersediaan laboratorium komputer, muatan pembelajaran ICT dan ketersediaan guru pengajar mata pelajaran komputer serta teknisi komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.2 Pengumpulan dan Pengolahan Data &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, selanjutnya dari data tersebut dilakukan pengolahan untuk kemudian dianalisa. Data tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data kualifikasi guru mengajar pada jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA tahun 2006 &lt;br /&gt;2. Kelayakan Guru Mengajar di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;3. Perbandingan Jumlah Unit Sekolah dan Laboratorium Komputer Sekolah di Kota Surabaya tahun 2006&lt;br /&gt;4. Jumlah Siswa per jenjang pendidikan di 31 kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;5. Jumlah Sekolah, Guru dan Lab. Komputer per jenjang pendidikan di 31 kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;Adapun data dan hasil pengolahannya dapat dilihat pada Tabel 1 sampai dengan Tabel 5 berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Kualifikasi Guru di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyXMXf1A1I/AAAAAAAAAL0/VwZAt4up_Oo/s1600-h/tabel+5.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyXMXf1A1I/AAAAAAAAAL0/VwZAt4up_Oo/s200/tabel+5.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128640314389889874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Kelayakan Guru Mengajar di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyXBHf1A0I/AAAAAAAAALs/LEEUIjp7nTs/s1600-h/tabel+4.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyXBHf1A0I/AAAAAAAAALs/LEEUIjp7nTs/s200/tabel+4.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128640121116361538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3. Perbandingan Jumlah Unit Sekolah dan Laboratorium Komputer Sekolah di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyW13f1AzI/AAAAAAAAALk/wAwyyWD6J0Q/s1600-h/tabel+3.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyW13f1AzI/AAAAAAAAALk/wAwyyWD6J0Q/s200/tabel+3.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128639927842833202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4. Jumlah Siswa per jenjang pendidikan di 31 kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyWonf1AyI/AAAAAAAAALc/d9lC5795r08/s1600-h/tabel+2.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyWonf1AyI/AAAAAAAAALc/d9lC5795r08/s200/tabel+2.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128639700209566498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 5. Jumlah Sekolah, Guru dan Lab. Komputer per jenjang pendidikan di 31 kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyWW3f1AxI/AAAAAAAAALU/oLMOAXLsxx4/s1600-h/Tabel+1.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyWW3f1AxI/AAAAAAAAALU/oLMOAXLsxx4/s200/Tabel+1.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128639395266888466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Diolah dari data pokok pendidikan Kota Surabaya, tahun 2006 &lt;br /&gt;         dan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kota Surabaya Tahun 2005-2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan laboratorium komputer di era globalisasi ini adalah sangat penting karena merupakan sarana untuk lebih memperluas pengetahuan dalam bidang ICT. Dalam pengadaan laboratorium komputer ini akan dibangun infrastruktur dan contents ICT berupa modul - modul pembelajaran pada setiap sekolah. Dengan ICT  diharapkan guru dapat mengubah cara mengajar/metode belajar mengajar dari konvensional menjadi modern sehingga akan ada standarisasi mata pelajaran dan akan didapat mutu yang sama pada setiap sekolah. Dengan tersedianya laboratorium komputer ini diharapkan tidak akan terjadi kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey awal tim ICT Centre Surabaya dan PT. Telkom Divre V Surabaya ke 95 sekolah yang sudah diusulkan dalam proposal ICT Client 2006 dan 103 sekolah dalam proposal ICT Client SchoolNet 2007 dengan teknologi ADSL, diperoleh data sekolah yang sudah mempunyai line telepon dan atau  laboratorium komputer dan sudah siap untuk implementasi jaringan ICT ke Jardiknas 90% sedang lainnya masih dalam proses. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada sekolah-sekolah yang telah di survey tersebut, saat ini sedang melaksanakan salah satu kegiatan sebagai bagian dari implementasi jaringan yaitu diklat jardiknas 2007 terhadap guru dan tenaga kependidikan (Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha dan Pustakawan), yaitu :&lt;br /&gt;- Pelatihan terhadap Kepala Sekolah  yang dilaksanakan di Politeknik ITS&lt;br /&gt;- Pelatihan terhadap guru dan tata usaha yang dilaksanakan di ICT Centre (SMK Negeri 1 Surabaya)&lt;br /&gt;- Pelatihan terhadap pustakawan yang dilaksanakan di ICT (SMK Negeri 2 Surabaya)&lt;br /&gt;Dengan pelatihan tersebut diharapkan mereka dapat mengimplementasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar dan tugas administrasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.3 Analisa Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tabel 1 yang menggambarkan kualifikasi guru ditinjau dari ijazah tertinggi, dapat dikatakan bahwa pada jenjang pendidikan SD/MI, guru dengan kualifikasi Sarjana (S1) persentasenya baru sebesar 57,41%, untuk Pasca Sarjana/Doktor (S2/S3) hanya sebesar 0,44%, sedang yang berpendidikan di bawah S1 sebanyak 42,15%. Pada jenjang pendidikan SMP/MTs, guru dengan kualifikasi Sarjana (S1) persentasenya sebesar 73,08%, untuk Pasca Sarjana/Doktor (S2/S3) hanya sebesar 1,09%, sedang yang berpendidikan di bawah S1 sebanyak 25,84%. Pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA, guru dengan kualifikasi Sarjana (S1) persentasenya sebesar 81,24%, untuk Pasca Sarjana/Doktor (S2/S3) hanya sebesar 1,29%, sedang yang berpendidikan di bawah S1 sebanyak 17,48%. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa dari semua jenjang pendidikan, masih ada 9.382 guru (30,08%) yang belum berpendidikan  Sarjana (S1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kelayakan guru, dari Tabel 2 dapat dilihat bahwa persentase guru yang tidak layak mengajar pada jenjang pendidikan SD/MI adalah sebesar 17,2%, jenjang pendidikan SMP/MTs sebesar 9,36% dan pada jenjang SMA/SMK/MA sebesar 11,76%. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kelayakan guru mengajar di Kota Surabaya baru mencapai 86,71% (27.040 guru dari 31.186 guru) atau 4.146 guru (13,29%) tidak layak mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek fisik, kondisi prasarana dan sarana pendidikan, khususnya untuk laboratorium komputer belum sepenuhnya memadai, hal ini antara lain dapat dilihat dari ketersediaan laboratorium yang ada di sekolah-sekolah. Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa ketersediaan laboratorium komputer untuk jenjang pendidikan SD/MI masih sedikit dibanding dengan jumlah sekolah yang ada, untuk jenjang pendidikan SMP/MTs ketersediaannya sebesar 54,08% dan untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA ketersediaannya sebesar 76,68%. Namun jika dihitung secara keseluruhan, maka ketersediaan laboratorium untuk semua sekolah di Surabaya  baru sebesar 22,91% atau sebanyak 373 dari 1.658 laboratorium komputer, yang diasumsikan satu sekolah satu laboratorium komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tabel 3, 4 dan 5 dapat dilihat bahwa laboratorium komputer untuk jenjang pendidikan SD/MI masih 21 sekolah, untuk jenjang pendidikan SMP/MTs baru 179 sekolah yang mempunyai laboratorium komputer dari sejumlah 332 unit sekolah dan untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA baru 194 sekolah yang mempunyai laboratorium komputer dari sejumlah 255 unit sekolah. Jadi keseluruhan, jumlah laboratorium komputer untuk semua sekolah di Surabaya baru tersedia sebanyak 395 dari 1.658 laboratorium komputer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika diasumsikan 1 laboratorium berisi 20 PC, maka jumlah komputer 7.900 unit yang tersebar di 213 sekolah, karena ada beberapa  sekolah yang memiliki &gt; dari 2 buah &lt;br /&gt;laboratorium komputer. Asumsi kedua adalah tentang ratio antara jumlah siswa dengan jumlah komputer 1:20. Dari data jumlah komputer dibandingkan dengan jumlah siswa kondisi Surabaya adalah 1:61 Dan secara unum dapat ditarik kesimpulan, presentase masih mencapai 1,64% dari standart 5% tersebut. Khusus untuk sekolah bertaraf internasional perbandingan peralatan 1:1 atau 1:2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya belum semua sekolah  memiliki laboratorium komputer sebagai penunjang sarana belajar mengajar utama untuk mencapai standart pembelajaran berbasis IT. Apalagi untuk jenjang pendidikan SD yang masih sedikit yang mempunyai laboratorium komputer.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi tersebut diatas, teridentifikasi bahwa kendala utama yang akan dihadapi dalam pembangunan ICT ini, yaitu besarnya biaya yang akan dibutuhkan dalam penyediaan, pengembangan, pengisian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;contens &lt;/span&gt;dan menjaga keberlanjutannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.4 Rencana &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar hasil analisa tersebut, maka rencana kegiatan yang akan dilaksanakan  adalah :&lt;br /&gt;1. Melaksanakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik/guru, kepada 4.146 guru yang belam mempunyai sertifikat kompetensi melalui ujian/ sertifikasi online.&lt;br /&gt;2. Melakukan pembenahan terhadap laboratorium komputer yang sudah ada dan pengadaan laboratorium komputer bagi sekolah yang belum mempunyai. Direncanakan dibangun infrastruktur ICT (jaringan) dan contents ICT (modul-modul pembelajaran berbasis web dan atau multimedia, modul interaktif yang user friendly, sistem ujian online, perpustakaan digital) serta penggunaan ICT untuk teleconference dari dinas pendidikan ke sekolah-sekolah secara bertahap, yang diprioritas pada SMA/SMK dan SMP. Untuk setiap SD direncanakan minimal memiliki 5 – 10 unit komputer.&lt;br /&gt;3. Mengadakan diklat mata pelajaran komputer untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik/guru dan meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai ICT. &lt;br /&gt;4. Sosialisasi kepada sekolah-sekolah mengenai penerapan pembelajaran ICT untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;5. Menambah tenaga teknisi komputer dan jaringan melalui program Beasiswa Unggulan (D3) yang dibimbing oleh Poltek ITS, Polinema dan UNESA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.5 Identifikasi Masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun identifikasi masalah berdasarkan data dan kesesuaian dengan kondisi lapangan adalah : &lt;br /&gt;1. Besarnya biaya investasi yang dibutuhkan dalam penyediaan infrastruktur ICT serta kebutuhan biaya maintenance and repair terhadap prasarana dan sarana ICT maupun jaringannya. &lt;br /&gt;2. Sebagian besar sekolah belum mampu menyediakan prasarana dan sarana belajar, terutama berupa laboratorium komputer yang sesuai standar dalam kaitannya dengan metode pembelajaran yang berbasis IT.&lt;br /&gt;3. Banyaknya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan guru  dengan mata pelajaran yang diajarkan untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK, khususnya guru mata pelajaran komputer.&lt;br /&gt;4. Karena jumlah guru yang Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif&lt;br /&gt;5. Salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah  dengan mengefektifkan proses pembelajaran. Selama ini proses pembelajaran masih secara konvensional, sehingga pembelajaran terlalu berorientasi pada guru (teacher oriented) yang cenderung mengabaikan hak-hak dan kebutuhan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan menjadi kurang optimal. Masih terbatasnya pengisian materi pembelajaran ke server ICT (per mata pelajaran dan per jenjang pendidikan) Masih banyak guru dan tenaga kependidikan mempunyai kompetensi di bidang komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.6 Temuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pengumpulan data didapat beberapa temuan yang akan mempengaruhi keberhasilan perencanaan dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan melalui ICT , yaitu :&lt;br /&gt;1. Sarana dan prasarana belajar, terutama yang berupa laboratorium komputer belum tersedia sesuai standar, bahkan perbandingan antara jumlah sekolah dengan jumlah laboratorium masih sangat signifikan (1.658 sekolah dengan 395 laboratorium komputer )&lt;br /&gt;2. Metode pembelajaran yang berbasis IT masih jauh dari harapan, sehingga proses pembelajaran tidak efisien dan efektif, karena masih menggunakan sistem konvensional, dengan tidak tersedianya prasarana dan sarana yang memadai.&lt;br /&gt;3. Akibatnya daya kreasi, imajinasi dan inovasi siswa tidak dapat berkembang secara optimal, karena siswa hanya diajari mendengar, menulis dan menghafal.&lt;br /&gt;4. Masih banyak guru yang belum memenuhi standar nasional pendidikan (belum berpendidikan Sarjana (S1) dan tidak layak mengajar, sehingga sangat mempengaruhi mutu tamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa laboratorium komputer untuk jenjang pendidikan SD/MI masih 21 sekolah, untuk jenjang pendidikan SMP/MTs baru 179 sekolah yang mempunyai laboratorium komputer dari sejumlah 332 unit sekolah dan untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA baru 194 sekolah yang mempunyai laboratorium komputer dari sejumlah 253 unit sekolah. Jadi keseluruhan, jumlah laboratorium komputer untuk semua sekolah di Surabaya  baru tersedia sebanyak 394 dari 1.658 laboratorium komputer,  yang seharusnya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2.7 Analisa Spasial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat peta persebaran melalui analisa spasial (GIS), untuk mengidentifikasi titik-titik baru yang dapat dikembangkan sebagai pusat pelayanan pendidikan dan pelatihan masing-masing wilayah dengan daya jangkau pelayanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dapat menggunakan sistem rayonisasi, yang terbagi dalam 5 wilayah yaitu : Surabaya Utara yang terdiri dari Kecamatan Krembangan, Semampir, Kenjeran, Pabean Cantian dan Bulak. Surabaya Selatan terdiri dari Kecamatan Wonokromo, Sawahan, Wonocolo, Gayungan, Dukuh Pakis, Karang Pilang, Jambangan dan Wiyung. Surabaya Barat terdiri dari Kecamatan Sukomanunggal, Tandes, Lakarsantri, Pakal, Benowo, Sambikerep dan Asemrowo. Surabaya Timur terdiri dari Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Sukolilo, Rungkut, Mulyorejo, Tenggilismejoyo dan Gunung Anyar. Sedang Surabaya Pusat terdiri dari Kecamatan Genteng, Tegalsari, Bubutan dan Simokerto, Adapun peta persebaran sekolah, laboratorium komputer dan siswa dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Peta Persebaran Laboratorium Komputer&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyS9nf1AvI/AAAAAAAAALE/K77n9gzABtc/s1600-h/peta+persebaran+laboratorium.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyS9nf1AvI/AAAAAAAAALE/K77n9gzABtc/s200/peta+persebaran+laboratorium.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128635662940308210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Peta Perbandingan Jumlah Sekolah, Jumlah Komputer dan Jumlah Siswa&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyySWnf1AuI/AAAAAAAAAK8/AFrnIsiIC2I/s1600-h/perbandingan+jumlah+sekolah+dan+lab.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyySWnf1AuI/AAAAAAAAAK8/AFrnIsiIC2I/s200/perbandingan+jumlah+sekolah+dan+lab.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128634992925410018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Jangkauan Pelayanan Pusat Diklat&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyR73f1AtI/AAAAAAAAAK0/_VwksYeSsD4/s1600-h/jangkauan+pelayanan+pusat+diklat.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyR73f1AtI/AAAAAAAAAK0/_VwksYeSsD4/s200/jangkauan+pelayanan+pusat+diklat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128634533363909330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masing-masing wilayah tersebut dapat dilihat bahwa sekolah yang memiliki jumlah komputer, jumlah Siswa dan Guru terbanyak maka dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran. Dilihat dari 3 peta persebaran dan jangkauan pelayanan tersebut, dapat ditemukan 5 kecamatan, Kecamatan Krembangan untuk wilayah Surabaya Utara, Kecamatan Wonokromo utnuk Surabaya Selatan, Kecamatan Tambaksari untuk Surabaya Timur, Kecamatan Sukomanunggal untuk Surabaya Barat dan Kecamatan Genteng untuk Surabaya Pusat, sebagai 5 titik yang dapat dipergunakan untuk mengatur strategi penentuan lokasi Pusat Diklat per Wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.1 Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Surabaya, perlu disusun suatu perencanaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masa depan serta tuntutan masyarakat global. Untuk menyusun rencana yang tepat dan mendapatkan hasil yang optimal, maka perencanaan harus masuk akal dan dapat diwujudkan secara nyata dan sesuai dengan kondisi yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dilakukan analisa yang selanjutnya akan disinergikan dengan beberapa kegiatan yang terkait dengan hasil yang diharapkan, antara lain :&lt;br /&gt;a. Manajemen sekolah berbasis IT&lt;br /&gt;b. Metode pembelajaran berbasis IT&lt;br /&gt;c. Teknologi tepat guna&lt;br /&gt;d. Sistem pendataan sekolah agar dapat memperoleh data yang akurat, lengkap, aktual dan relevan.&lt;br /&gt;e. Kebutuhan SDM yang mampu bersaing dalam dunia global dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang terkumpul, diperoleh gambaran bahwa kualifikasi guru,  kelayakan/kompetensi guru serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan terutama laboratorium komputer sangat dibutuhkan dalam rangka menjawab peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang. Karena guru sebagai ujung tombak dalam proses pendidikan di sekolah, maka perlu memiliki peran dan keterampilan yang spesifik, di antaranya sebagai fasilitator, motivator , konselor dan dinamisator dengan bekal keterampilan bidang IT .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2 Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang dapat diberikan terkait dengan penyusunan rencana peningkatan mutu pendidikan ini adalah :&lt;br /&gt;1. Pembenahan dan pembangunan infrastruktur ICT dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya ke Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Kecamatan serta sekolah-sekolah yang jumlah muridnya banyak serta telah memiliki laboratorium komputer menjadi prioritas utama untuk segera tersambung dengan JARDIKNAS.&lt;br /&gt;2. Pelaksanaan standarisasi guru sesuai dengan Standard Nasional Pendidikan, kompetensi dan keterampilan guru berbasis ICT segera disosialisasikan dan diimplementasikan.&lt;br /&gt;3. Setiap bidang di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan setiap Cabang Dinas Pendidikan di Kecamatan serta sekolah-sekolah yang akan dan atau sudah terhubung dengan Jejaring Pendidikan Nasional  harus memiliki tenaga teknisi yang terlatih dan terdidik. Jika belum maka hendaknya mengirim tenaga teknisnya untuk mengikuti program D3 Training Teknisi Jejaring Pendidikan Nasional, untuk merawat dan mengoperasikan program JARDIKNAS.&lt;br /&gt;4. Bagi Cabang Dinas Pendidikan di Kecamatan dan sekolah-sekolah yang belum memiliki  laboratorium  komputer,  dihimbau minimal memiliki 5-10 komputer sebagai langkah awal untuk dapat terkoneksi ke JARDIKNAS.&lt;br /&gt;5. Renja 2008 hendaknya direalisasi dengan mempertimbangkan temuan-temuan lapangan dan kondisi riel di Kota Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1835320399258495635?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1835320399258495635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1835320399258495635' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1835320399258495635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1835320399258495635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/11/peningkatan-mutu-pendidikan-melalui-ict.html' title='Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui  ICT di Kota Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyyXMXf1A1I/AAAAAAAAAL0/VwZAt4up_Oo/s72-c/tabel+5.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-3741411142583751685</id><published>2007-11-03T09:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-04T11:42:42.993+07:00</updated><title type='text'>Konsep Infrastruktur ICT menuju SMCC</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I.  PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), atau disebut pula telematika, serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintah. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Encyclopedia of Social Science&lt;/span&gt; yang dimaksud dengan otonomi adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"the legal self sufficiency of social body and its actual independence"&lt;/span&gt;. Definisi ini menggambarkan otonomi sebagai hak yang legal dari lembaga sosial untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri (untuk mencapai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;self sufficiency&lt;/span&gt;) tanpa adanya campur tangan dan intervensi pihak lain. lnilah yang dimaksud dengan ketidaktergantungan yang hakiki (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;actual independence&lt;/span&gt;). Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan, otonomi berarti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;self - government&lt;/span&gt;. Walaupun otonomi memiliki sifat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;self-government&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;actual independence&lt;/span&gt;, dalam konteks pemerintahan negara Republik Inconesia, otonomi tetap berada pada batas yang tidak melampaui wewenang pemerintah pusat yang menyerahkan urusan kepada daerah. Hal ini berlaku juga bagi daerah-¬daerah yang diberi otonomi khusus. (RKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jatim, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara keseluruhan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penggalakan prakarsa dan peran aktif masyarakat serta pendayagunaan potensi daerah secara optimal, serasi, dinamis dan bertanggung jawab dalam kerangka persatuan dan kesatuaan bangsa yang utuh. Dengan demikian, fokus otonomi adalah pembangunan dalam arti luas, termasuk di dalamnya pembangunan infrastruktur ICT. Sehingga, adalah menjadi kewajiban daerah pula untuk mengupayakan kelancaran pembangunan infrastruktur ICT sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien dan peningkatan sumber daya manusia di kota Surabaya menuju &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-Government&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survey &lt;/span&gt;bersama antara Badan Pengelolaan Teknologi dan Informasi Pemerintah Kota Surabaya (BAPETIKOM) dan KIPA (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Korea IT Industry Promotion Agency&lt;/span&gt;) dengan 20 Dinas dan Badan yang ada dibawah Pemerintah Kota Surabaya, menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen dari hampir semua Dinas yang ada di Pemerintah Kota Surabaya masih belum optimal, mulai dari tingkat pengumpulan, pengolahan sampai dengan analisis data dan informasi. Terlebih lagi ketersediaan data yang akurat, aktual dan lengkap cukup memprihatinkan. Terlebih lagi, di era otonomi daerah tidak memiliki data yang lengkap dan akurat sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flow of information&lt;/span&gt; dari semua kegiatan menuju &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-Government&lt;/span&gt; yang tersendat. Di samping itu, sumber daya manusia di bidang pendataan, punyusunan rencana dan evaluasi masih merupakan kendala, salah satu penyebabnya adalah prasarana dan sarana serta teknologi untuk mendukung perdataan, perencanaan, dan evaluasi program belum memenuhi standar. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang dapat menutup kesenjangan ini dalam waktu yang relatif singkat melalui Pembangunan dan manajemen Infrasturktur ICT yang baik dalam rangka menuju Surabaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Metropolitan Cyber City&lt;/span&gt; (SMCC). (Hasil survey Bapetikom Surabaya dan KIPA, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.2 Perumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Informasi Manajemen dari hampir semua Dinas yang ada di Pemerintah Kota Surabaya yang masih perlu dibenahi, agar di era otonomi daerah ini Surabaya memiliki data yang lengkap dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan semua kegiatan menuju &lt;span style="font-style:italic;"&gt;e-Government&lt;/span&gt;. Di samping itu, salah satu penyebab belum optimalnya hasil tersebut adalah prasarana dan sarana serta teknologi untuk mendukung program tersebut belum memenuhi standar. Demikian juga masalah system yang digunakan oleh masing-masing dinas dan koordinasi diantaranya masih belum menunjukkan adanya standart integrasi yang mengarah pada sebuah system pemerintahan daerah dengan manajemen berbasis IT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.3 Tujuan dan Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini untuk membantu para perencana pembangunan infrastruktur ICT  Kota Surabaya yang komprehensif dan terpadu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dinas masing-masing untuk dapat diintegrasikan dalam sebuah system yang terpadu.  &lt;br /&gt;Adapun sasarannya adalah dinas-dinas yang ada di bawah pemerintah kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.4 Hasil Yang Diharapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersusunnya sebuah konsep pemikiran yang komprehensif, terpadu dan terintegrasi dengan menghindari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in-efisiensi&lt;/span&gt; dalam membangun infrastruktur ICT menuju SMCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. KAJIAN TEORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1 Konsep Infrastruktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyusun sebuah konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Entrepreneurial Government&lt;/span&gt; hendaknya memperhatikan beberapa prinsip yang akan mempengaruhi efektif atau tidaknya rencana yang akan disusun nanti, adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1.1 Prinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;community owned government&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fokus pada peran serta masyarakat seperti yang terlihat dalam bagan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Ryxr4nf1AsI/AAAAAAAAAKs/RTbn7qaLlVU/s1600-h/hub+pemerintah+dengan+masya.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Ryxr4nf1AsI/AAAAAAAAAKs/RTbn7qaLlVU/s200/hub+pemerintah+dengan+masya.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128592696087478978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1.2 Prinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;result oriented government&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;outcome (result)&lt;/span&gt; yang berorientasi pada hasil yang akan dicapai dengan tujuan, sasaran, policy program yang jelas dari organisasi penyedia dengan memakai performance indicator :&lt;br /&gt;– &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Service output&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Service level&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Service delivery standard&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Service responsiveness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Service cost (transparant)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.1.3 Prinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;customer driven government&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Elemen penting dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;customer oriented approach&lt;/span&gt; adalah :&lt;br /&gt;– Orientasi organisasi penyedia pada karakteristik sosio ekonomi penyedia&lt;br /&gt;– Ada prosedur, mekanisme untuk menampung-mengolah keluhan &amp; pendapat pengguna&lt;br /&gt;– Adanya garis pertanggung jawaban (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;accountability&lt;/span&gt;) yang jelas dari pada penyedia - pengguna&lt;br /&gt;– Implementasi policy yang transparan dalam penyediaan pelayanan&lt;br /&gt;– Ada unit organisasi dan program yang khusus menangani keluhan pengguna – pelayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Performance Management&lt;/span&gt; juga dapat dipakai sebagai kajian melalui &lt;span style="font-style:italic;"&gt;User approach&lt;/span&gt; dan  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance &lt;/span&gt;penyedia untuk pengukuran efektifitas atau tidaknya sebuah konsep. (Rimadewi, 2007)&lt;br /&gt;Dan konsep ini akan effektif bila     : &lt;br /&gt;– menerapkan prinsip2 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– berpegang pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;result oriented management&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– Orientasi pelayanan kepada kepuasan pengguna berasaskan prinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“total quality management”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;– Implementasi anggaran belanja yang bersifat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“performance” &lt;/span&gt;atau “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;outcome budgeting&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun manajemen infrastruktur yang ideal adalah harus dapat menciptakan sebuah system seperti yang tergambar dibawah ini :&lt;br /&gt;Gambar 1. Konsep Infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxoUnf1AqI/AAAAAAAAAKc/klQ_M8skis4/s1600-h/Konsep+Infrastruktur.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxoUnf1AqI/AAAAAAAAAKc/klQ_M8skis4/s200/Konsep+Infrastruktur.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128588779077304994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.2 Analisis Kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur adalah aset fisik yang dirancang dalam sistem, sehingga memberikan pelayanan publik yang penting. Dimana hubungan antara sistim Infrastruktur dengan sistem-sistem yang lain harus merupakan suatu sistem yang terintegrasi, seperti yang digambarkan dalam diagram dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Hubungan Infastruktur dengan sistem-sistem yang lain&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxoF3f1ApI/AAAAAAAAAKU/RdVXlqaTDw0/s1600-h/Hubungan+Infrastruktur+dengan+sistem.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxoF3f1ApI/AAAAAAAAAKU/RdVXlqaTDw0/s200/Hubungan+Infrastruktur+dengan+sistem.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128588525674234514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun sistem seperti tersebut diatas, meliputi semua Publik Infrastruktur seperti : Jalur jalan raya, transportasi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;water system, sewer system, solid waste management&lt;/span&gt; (sampah), drainasi, instalasi listrik, telekomunikasi, dll. Sehingga secara fisik satu dengan lainnya akan saling mempengaruhi. Dalam membangun Infrastruktur telekomunikasi di daerah kota pasti akan mengalami hambatan fisik yang lebih banyak dibanding dengan daerah, karena beberapa penyebab timbulnya permasalahan dalam penyediaan infrastruktur antara lain :&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style:italic;"&gt;In-efisiensi&lt;/span&gt; Pengelolaan infrastruktur&lt;br /&gt;- Monopoli pemerintah dalam pengelolaan infrastruktur&lt;br /&gt;- Keterbatasan dana (Investasi awal)&lt;br /&gt;- Keterbatasan kemampuan pembiayaan perawatan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maintenance and repair&lt;/span&gt;) dan pengembangan infrasruktur baik dari sektor publik maupun swasta&lt;br /&gt;- Pembayaran hutang luar negeri dan dalam negeri menguras cadangan dana pemerintah dll.(Grigg,2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.3 Analisis Teknis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas permodelan yang membawa kepada suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi dan representasi desain yang komprehensip bagi perangkat lunak yang dibangun.&lt;br /&gt;Model analisis teknis harus dapat mencapai tiga sasaran utama untuk :&lt;br /&gt;1. Menggambarkan apa yang dibutuhkan oleh public dengan adanya ICT. &lt;br /&gt;2. Membangun dasar bagi pembuatan desain perangkat lunak sistem informasi manajemen untuk setiap dinas yang dapat diintegrasikan dengan dinas lainnya. &lt;br /&gt;3. Membatasi serangkaian persyaratan yang dapat divalidasi begitu perangkat lunak dibangun. (Brahmantyo, 2003)&lt;br /&gt;Gambar 3. Analisis dan Design Model Infrastruktur ICT&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxnyXf1AoI/AAAAAAAAAKM/hNS_MZL2kq8/s1600-h/Design+Model.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxnyXf1AoI/AAAAAAAAAKM/hNS_MZL2kq8/s200/Design+Model.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128588190666785410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari kajian teori tersebut diatas, dapat diidentifikasi bahwa permasalahan yang berkaitan dengan ICT itu timbul, antara lain karena belum menggunakan prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur yang standart. Hal ini teridentifikasi dari hasil survey bahwa masing-masing dinas yang ada di Surabaya menggunakan berbagai macam teknologi, berbagai jenis dan spesifikasi server dan komputer sampai system informasi manajemen yang bervariasi, sehingga sangat sulit untuk mengintegrasikan data antar dinas tersebut, karena masing-masing mempunyai kepentingan yang berbeda, belum terlihat prinsip kebersamaan seperti yang tergambar dalam analisis kebutuhan dan analisis teknis tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil kajian dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survey &lt;/span&gt;bersama tersebut dihasilkan sebuah konsep untuk membangun kota menuju Surabaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Metropolitan Cyber City&lt;/span&gt; (SMCC) sebagai berikut :&lt;br /&gt;Gambar 4. Model e-Surabaya&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Ryxm6Xf1AnI/AAAAAAAAAKE/NkqApp4ZkJs/s1600-h/Konsep+e+Surabaya.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;"src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Ryxm6Xf1AnI/AAAAAAAAAKE/NkqApp4ZkJs/s200/Konsep+e+Surabaya.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128587228594111090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun system informasi manajemen yang standart dapat digambarkan  pada model tersebut diatas, dengan memperhatikan beberapa alur kegiatan dimana antara dinas yang satu dengan lainnya dapat terintegrasi baik dalam pembangunan infrastruktur ICT dan pemanfaatan kontennya, sesuai dengan kondisi dan lingkungan kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.1 ICT di Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Surabaya adalah kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah ibu kota Jakarta. Surabaya dijadikan kota acuan dalam bidang industri, perdagangan dan pendidikan serta kelautan bagi wilayah Indonesia bagian Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil interview antara Badan Pengelolaan Teknologi dan Informasi Pemerintah Kota Surabaya (BAPETIKOM) dan KIPA (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Korea IT Industry Promotion Agency&lt;/span&gt;) kepada 20 Dinas dan Badan yang ada di Pemerintah Kota Surabaya (Desember 2006), agar konsep e-Surabaya tersebut dapat berhasil secara optimal maka dalam pelaksanaan hendaknya mempertimbangkan 3 segi dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.1.1 Segi Infrastruktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Berbagai PC (Personal Computer) yang dimiliki oleh semua dinas tidak sama, baik dilihat dari spesifikasinya maupun versinya.&lt;br /&gt;b. Pada umumnya kondisi infrastruktur jaringan lokal (LAN = Local Area Network) dinas di Surabaya belum bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.1.2 Segi Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Setiap Dinas menggunakan sistem informasi manajemen yang berbeda&lt;br /&gt;b. Sebagian besar Dinas bekerja untuk sistem informasi dengan menggunakan software aplikasi biasa, belum banyak yang menggunakan sistem informasi manajemen yang standart.&lt;br /&gt;c. Sistem yang digunakan tidak terhubung dengan sistem yang lain&lt;br /&gt;d. Setiap Dinas menggunakan data individu untuk kepentingannya&lt;br /&gt;e. Tidak ada suatu arsitektur dalam sistem informasi manajemen&lt;br /&gt;f. Tidak cukup memiliki tenaga teknis yang menggoperasikan sistem informasi manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.1.3 Segi Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak adanya sistem yang terintegrasi diantara Dinas yang ada.&lt;br /&gt;b. Tidak ada staf yang mengurus masalah informasi secara khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2 Implementasi ICT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membuat infrastruktur jaringan telekomunikasi, harus diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi kota Surabaya, agar tidak terjadi in-efisiensi dalam implementasinya nanti, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2.1 Infrastruktur Jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Penggunaan berbagai teknologi jaringan harus menjadi pertimbangan pertama bagi seorang Network Designer, misalnya menggunakan teknologi yang lebih mudah dan praktis sehingga tidak perlu mendirikan tower baru, tetapi dapat memanfaatkan tower yang sudah ada, atau memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang telah ada, misalnya melalui line telepon dll.&lt;br /&gt;o Untuk menjangkau beberapa kecamatan yang belum dapat terkoneksi dengan jaringan telepon, memang sebaiknya digunakan teknologi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wireless&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;o &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Crowded &lt;/span&gt;nya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frequensi &lt;/span&gt;2.4 GHz di Surabaya, juga harus diperhatikan karena investasi untuk membangun infrastruktur cukup mahal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2.2 Kondisi Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Jarak pandang melalui tower antara dinas-dinas tidak semua dapat dijangkau, sehingga tidak bisa semua wilayah menggunakan teknologi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wireless&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;o Ketinggian bangunan dan perkembangan Kota Surabaya yang sangat pesat menyebabkan semakin banyaknya gedung bertingkat, yang akan semakin sulit dan mengganggu sistem interkoneksi antar Dinas. &lt;br /&gt;o Ketinggian tower yang digunakan sebagai penerima dan pemancar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wireless &lt;/span&gt;sangat riskan terhadap petir. Disamping itu juga dapat mengganggu sistem navigasi suatu penerbangan, jika terlalu tinggi tower yang harus dibangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2.3 Program Pemerintah Daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Rencana program ICT Surabaya akan mengkoneksikan jaringan ke semua dinas yang ada dibawah pemerintah kota Surabaya.&lt;br /&gt;o Sesuai dengan himbauan pemerintah kota Surabaya, untuk tidak menambah pendirian tower lagi, sementara yang statusnya sewa hanya dibatasi sampai dengan 2 tahun masa perpanjangan, dan yang baru hanya maksimal 3 tahun masa perijinan, karena saat ini sedang dipersiapkan PERDA masalah Infrastruktur Pembangunan Kota, khususnya bidang telekomunikasi. (Najib, 2006).&lt;br /&gt;o Pembangunan dan peningkatan sistem telekomunikasi untuk mempermudah aksesibilitas, arus distribusi, dan jaringan komunikasi dari dan menuju kota baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun internasional;&lt;br /&gt;o Peningkatkan pelayanan dan pengembangan sistem informasi dan telekomunikasi untuk memudahkan jaringan komunikasi antar wilayah baik dalam skala kota, regional, nasional, maupun internasional. (RTRW Kota Surabaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.2.4 Ekonomis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Harga pengadaan Hardware dan setting jaringan dengan wireless maupun yang lain menjadi pertimbangan dari segi biaya  (investasi awal) &lt;br /&gt;o Juga mahalnya biaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maintenance dan Repair&lt;/span&gt; (biaya operasional) menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan teknologi tertentu.&lt;br /&gt;o Pertimbangan kedua biaya tersebut menjadi faktor yang harus diperhatikan juga karena dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat mengakibatkan pengadaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hardware &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;software &lt;/span&gt;menjadi tidak sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.3 Analisa Spasial &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari APJII Jatim (2007), jumlah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internet Service Provider&lt;/span&gt; (ISP) di Kota Surabaya cukup banyak dan menggunakan berbagai ragam teknologi dengan segmen pasar yang sangat bervariasi, sesuai dengan kondisi dan lingkungan mulai dari pemerintah, bisnis, pendidikan dll. Secara non formal diantara beberapa komunitas IT yang ada di Surabaya pernah membahas sebuah konsep konsorsium, tetapi ternyata juga mengalami banyak hambatan baik secara teknis maupun non teknis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran tentang data ISP di Surabaya dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan kajian dalam pengambilan kebijakan serta manajemen infrastruktur bidang teknologi informasi dan komunikasi di kota Surabaya, dilihat dalam gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;Tabel 1. ISP Member APJII - Jatim&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxmV3f1AmI/AAAAAAAAAJ8/ZxRy5Inj264/s1600-h/ISP_1.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;"src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxmV3f1AmI/AAAAAAAAAJ8/ZxRy5Inj264/s200/ISP_1.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128586601528885858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. ISP Non Member APJII - Jatim&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxqBXf1ArI/AAAAAAAAAKk/22F6Zcr53Cw/s1600-h/ISP_2.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyxqBXf1ArI/AAAAAAAAAKk/22F6Zcr53Cw/s200/ISP_2.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128590647388078770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari 24 ISP yang tersebar di 8 Kecamatan terdiri dari 16 titik berada di Kecamatan Tegalsari, 1 titik di Kecamatan Gubeng, 2 titik di Kecamatan Genteng, 1 titik di Kecamatan di Kecamatan Gayungan, 1 titik di Kecamatan Dukuh Pakis, 1 titik di Kecamatan Krembangan, 1 titik di Kecamatan Wonokromo dan 1 titik di Kecamatan Sukolilo. Peta persebarannya dapat dilihat dari gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;Gambar 5. Peta Persebaran ISP di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyvZdXf1AkI/AAAAAAAAAJs/5oAbYO2R9R4/s1600-h/peta+persebarab+ISP.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;"src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyvZdXf1AkI/AAAAAAAAAJs/5oAbYO2R9R4/s200/peta+persebarab+ISP.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128431699238388290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ISP yang menggunakan teknologi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wireless&lt;/span&gt;, dapat dilihat dari analisa spasial yang memiliki jangkauan pelayanan kurang lebih 10 km dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Gambar 6. Peta Jangkauan Pelayanan ISP (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wireless&lt;/span&gt;) di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyvY8Xf1AjI/AAAAAAAAAJk/XuLZHXUT-wA/s1600-h/Jangkauan+ISP.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RyvY8Xf1AjI/AAAAAAAAAJk/XuLZHXUT-wA/s200/Jangkauan+ISP.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128431132302705202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.1 Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa membangun kota Surabaya mengarah ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Good Goverment&lt;/span&gt; harus dengan ICT, sehingga dibutuhkan sebuah konsep yang matang untuk membangun dan atau mengatur infrastruktur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;information and communication technology (&lt;/span&gt;ICT) menuju Surabaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Metropolitan Cyber City&lt;/span&gt; (SMCC) dengan berbagai aset yang dimiliki :&lt;br /&gt;- Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Surabaya sangat pesat, sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk, social dan ekonomi. Sehingga Pemerintah Kota Surabaya berusaha mengatur system pemerintahan dengan memanfaatkan ICT sebagai prasarana dan sarana utama untuk mendapatkan data dan informasi yang integral, lengkap serta akurat.&lt;br /&gt;- Beberapa Dinas dalam persiapan melakukan perubahan paradigma dari system yang konvensional ke system pemerintahan modern untuk meningkatkan kecepatan layanan &amp; mudah, sehingga dapat memberikan pelayanan informasi terpadu.&lt;br /&gt;- Kecenderungan perkembangan kota surabaya menjadi jauh lebih besar dibandingkan kabupaten/kota lain akibat tingkat pertumbuhan wilayah yang jauh lebih cepat, sehingga membutuhkan pelayanan yang cepat pula.&lt;br /&gt;- Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi sangat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti social, ekonomi, phisik infrastruktur yang sudah ada di Surabaya, sehingga membutuhkan survey dan kajian yang rumit dari masing-masing dinas yang ada dibawah naungan Pemerintah Kota Surabaya yang dikoordinasi oleh BAPETIKOM Surabaya.&lt;br /&gt;- Dengan ICT dapat menciptakan budaya transparan dan akuntabel serta merupakan media promosi yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.2 Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perlunya pengkajian kembali atas semua aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pemanfaatan ICT, yang telah dikembangkan oleh masing-masing Dinas.&lt;br /&gt;- Perlunya penyusunan suatu strategi untuk memfokuskan pengembangan Local Area Network (LAN) infrastruktur jaringan ICT di masing-masing Dinas agar terintegrasi, sehingga mudah untuk dikembangkan ke tingkat Wide Area Network (WAN)&lt;br /&gt;- Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait untuk membahas data-data yang diperlukan oleh masing-masing instansi beserta format laporan yang akan dipergunakan, untuk membangun sistem data yang dapat digunakan secara sinergi dan terintegrasi.&lt;br /&gt;- Kebutuhan Hardware, Software dan Brainware yang perkembangannya sangat pesat hendaknya mendapat perhatian khusus, sehingga perlu adanya pertemuan bersama antar dinas yang di koordinasi oleh BAPETIKOM, untuk menghindari in-efisiensi.&lt;br /&gt;- Dibutuhkan manajemen yang handal untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di Kota Surabaya, khususnya di bidang Telekomunikasi untuk menghindari benturan antara berbagai kepentingan yang ada.&lt;br /&gt;- Perlunya kerjasama dengan pihak perguruan tinggi dan para pakar yang dapat mendukung berbagai kepentingan dan tujuan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu, seperti pakar lingkungan hidup, infrastruktur telekomunikasi, manajemen dll.&lt;br /&gt;- Peran serta dinas-dinas dan ISP yang ada dapat membantu pemerintah Kota Surabaya dalam membangun system manajemen kota berbasis IT menjadi Surabaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Metropolitan Cyber City&lt;/span&gt; (SMCC).&lt;br /&gt;- Perlunya menyusun strategi yang memfokuskan pengembangan infrastruktur jaringan ICT selain di kota surabaya, agar dapat terintegrasi dengan kabupaten/kota lain. Sehingga data dan konten lain dari sistem yang akan dibuat dapat memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, regional dan nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-3741411142583751685?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/3741411142583751685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=3741411142583751685' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3741411142583751685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3741411142583751685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/11/konsep-infrastruktur-ict-menuju-smcc.html' title='Konsep Infrastruktur ICT menuju SMCC'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Ryxr4nf1AsI/AAAAAAAAAKs/RTbn7qaLlVU/s72-c/hub+pemerintah+dengan+masya.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-6918773098919242761</id><published>2007-10-19T10:58:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T08:55:00.978+07:00</updated><title type='text'>Pemilihan Lokasi Mall dengan AHP</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kota Surabaya merupakan kota Metropolitan dengan kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Simokerto yaitu sebesar 390 jiwa/ha, Kecamatan Sawahan yaitu sebesar 309 jiwa/ha, Kecamatan Bubutan yaitu sebesar 289 jiwa/ha dan Kecamatan Tegalsari yaitu sebesar 268 jiwa/ha. (BPS Surabaya, 2005). Melalui  tulisan sebelumnya yang berjudul “Belajar Melihat Potensi Wilayah dengan GIS” dengan analisa spasial kita telah dapat melihat potensi unggulan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, maka perlu dikembangkan lagi untuk meningkatkan pendapatan Kota Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Kota Surabaya, mempunyai konsekuensi yang tinggi untuk tetap menjaga kestabilan kehidupan terutama dari segi sosial dan ekonomi. Dari sembilan sektor dalam PDRB dapat dilihat bahwa sektor perdagangan merupakan sektor unggulan. Dimana sektor perdagangan tersebut, terdiri dari perdagangan besar dan eceran sejumlah 78.890 unit, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Semampir sejumlah 5.763 unit usaha, Kecamatan Sawahan sejumlah 5.639 unit usaha, Kecamatan Kenjeran sejumlah 5.257 unit usaha dan Kecamatan Bubutan sejumlah 5.253 unit usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Mall sebanyak 25 unit yang tersebar di 13 Kecamatan, dengan jumlah terbanyak di pusat kota. Walaupun demikian, kita masih dapat mengembangkan beberapa lokasi lagi untuk mendirikan Mall baru, dengan berbagai pertimbangan. Karena dari sisi jangkauan pelayanan, dimana Mall tidak hanya terbatas pada satu lingkungan atau permukiman tertentu, tetapi semua masyarakat yang tinggal diseluruh atau sekitar kawasan perkotaan. Dengan asumsi jangkauan pelayanan sepanjang 10.000 m dan pengunjungnya selain dari kelas ekonomi menengah ke atas, juga berasal dari luar kota Surabaya, maka faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi baru antara lain kesesuaian lahan serta  infrastruktur pendukung lain seperti air, jalan, listrik, telekomunikasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pertimbangan tersebut, para investor melihat adanya permasalahan yang nantinya akan mempengaruhi pengambilan keputusan karena berdampak kepada nilai profit yang diharapkan. Sementara data dan informasi tentang keberadaan 4 lokasi kecamatan seperti yang tergambar dalam analisa spesial tersebut belum cukup untuk menentukan pilihan bagi mereka. Untuk itu, masih diperlukan sebuah analisa yang lebih spesifik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Rumusan Masalah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kondisi wilayah pada 4 lokasi kecamatan yang direkomendasikan untuk perluasan wilayah perdagangan dengan membuka Mall baru, masih belum dapat memberikan gambaran seperti yang diharapkan, sedangkan informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan pilihan terbaik atau yang paling menguntungkan bagi beberapa investor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan rencana pengembangan wilayah perdagangan dengan mendirikan Mall baru, maka kebutuhan informasi lengkap yang lebih spesifik merupakan salah satu alternative yang dapat ditempuh, untuk itu perlu adanya :&lt;br /&gt;• Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada pemilihan prioritas kawasan baru untuk membangun Mall baru.&lt;br /&gt;• Penentuan alternatif lokasi Mall baru dengan skala prioritas pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Batasan Wilayah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil intersect dengan GIS, terdapat 4 kecamatan yang dapat digunakan sebagai pendirian Mall baru, maka pembatasan wilayah pemilihan yaitu Kecamatan Krembangan, Sawahan, Simokerto dan Gubeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LANDASAN TEORI DAN KONDISI WILAYAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Analytic Hirarchy Process (AHP)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Analytic Hirarchy Process&lt;/em&gt; adalah merupakan salah satu metode yang membantu dalam masalah pengambilan keputusan. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan yang memerlukan multikriteria (terdapat banyak kriteria dan alternatif). Analisis AHP dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara manual (hitungan) dan dengan alat bantu analisis yaitu dengan program &lt;em&gt;Expert Choice&lt;/em&gt;. Adapun langkah – langkah analisa AHP dengan cara manual adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Penyusunan struktur keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan struktur keputusan dalam penentuan prioritas pada suatu permasalahan dilakukan dengan melakukan dekomposisi dari permasalahan yang ada sehingga akan tergambar faktor-faktor yang mempengaruhi serta alternatif keputusan yang ditentukan dalam bentuk hirarki dimana semua elemen yang ada didalam struktur keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Penyusunan matriks pendapat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan matrik pendapat adalah untuk menentukan nilai kepentingan dari setiap elemen pada struktur keputusan. Dalam menentukan skala kepentingan mengacu pada skala komparasi dari Saaty. Skala prioritas dilakukan guna mempermudah pemahaman penggunaan metode analisis jenjang keputusan. Matriks pendapat dibuat berdasarkan tingkatan level dari masing-masing faktor.&lt;br /&gt;Tabel 1. Skala Komparasi menurut Saaty (1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxg0tUX1JkI/AAAAAAAAAI8/V9Y9JFe0bC4/s1600-h/teori+saaty.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxg0tUX1JkI/AAAAAAAAAI8/V9Y9JFe0bC4/s200/teori+saaty.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122902529301358146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Prioritas elemen setiap level&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penentuan prioritas elemen pada setiap level dapat diketahui dengan mencari nilai komparasi berpasangan. Nilai ini dapat diperoleh dengan melakukan normalisasi dari bobot skala prioritas dari matriks pendapat. Bobot normal dari matriks komparasi berpasangan dari masing-masing level dalam struktur keputusan adalah rata-rata terhadap nilai masing-masing baris. Pembobotan normal menunjukkan prioritas dari masing-masing elemen dalam suatu level struktur keputusan. Berdasarkan bobot normal akan didapatkan nilai eigen vector dan index konsistensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga langkah ini diulang untuk mendapatkan bobot dari masing-masing elemen pada setiap levelnya. Selanjutnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Matriks pendapat gabungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan matriks pendapat gabungan maka pertama-tama dilakukan penentuan skala kepentingan relatif serta bobot dua elemen pada suatu tingkat (level II) dalam kaitannya dengan elemen pada tingkat diatasnya (level I). Penentuan skala kepentingan diulang pada semua elemen pada suatu level terhadap masing-masing elemen pada level diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Prioritas pengambilan keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penentuan prioritas keputusan yang akan diambil untuk dikembangkan di suatu daerah ditentukan dengan melakukan sintesa dari bobot prioritas dari semua variabel yang ada pada tiap-tiap level pada struktur keputusan. Jika konsistensi keseluruhan dari matriks gabungan &lt; 10% maka prioritas tersebut sudah konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Identifikasi Faktor Pengembangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap ini dilakukan untuk mengenali faktor-faktor yang berpengaruh pada pada rencana pengembangan perdagangan dengan memilih satu diantara 4 pilihan kecamatan di kota Surabaya, maka faktor yang berpengaruh adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Kondisi Geografis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kondisi geografis dan demografis wilayah yang direncanakan sebagai wilayah pembangunan Mall baru memiliki data sbb : (1) Kecamatan Krembangan, luas wilayah 834.14 ha, jumlah penduduk 120.098 jiwa, tingkat kepadatan 140 jiwa/ha (2) Kecamatan Sawahan, luas wilayah 692.89 ha, jumlah penduduk 214.062 jiwa, tingkat kepadatan 306 jiwa/ha (3) Kecamatan Simokerto luas wilayah 258.78 ha, jumlah penduduk 100.948 jiwa, tingkat kepadatan 379 jiwa/ha dan (4) Kecamatan Gubeng luas wilayah 799,90 ha, jumlah penduduk 151.365 jiwa, tingkat kepadatan 184 jiwa/ha. (BPS Surabaya, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Prasarana dan Sarana &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari segi prasarana dan sarana, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor biaya listrik, air, transportasi dan telekomunikasi serta jumlah konstruksi bangunan yang sudah ada. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan usaha perdagangan dan bagi para investor karena faktor tersebut sangat dominan dalam melihat peluang pasar serta berpengaruh langsung terhadap biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah membuat beberapa kebijakan dan kerjasama dengan beberapa dinas terkait untuk dapat saling mendukung dan menguntungkan masing-masing pihak. Hal ini terlihat dari beberapa peraturan daerah yang berupa peraturan-peraturan pemerintah kota, RTRW dan tatanan pembangunan wilayah kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Investasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain menggali potensi yang ada, masing-masing pemerintah daerah juga melibatkan stakeholders, khususnya dalam pembangunan Mall baru, karena membutuhkan dana yang cukup tinggi, tetapi dipandang mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan secara lebih professional. Untuk itu sebelum pelaksanaan, banyak dilakukan sosialisasi dan kerjasama dengan beberapa investor sehingga menarik minat untuk menanamkan modalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Peningkatan Pendapatan Daerah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari BPS Kota Surabaya, sektor perdagangan adalah sektor unggulan  yang perlu ditingkatkan lebih untuk menambah pendapatan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Penentuan Alternative Wilayah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kepadatan penduduk, maka perlu dibuat mall-mall baru untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penentuan mall baru adalah berdasarkan kepadatan penduduk minimal 120 jiwa/ha (berdasar rata-rata dan di kecamatan tersebut belum ada mall (0) disamping pertimbangan ke 5 faktor yang sudah teridentifikasi tersebut diatas. Dari hasil intersect didapat 4 wilayah baru yang dapat digunakan sebagai pendirian mall, yaitu (1) Kecamatan Krembangan, (2) Kecamatan Sawahan, (3) Kecamatan Simokerto dan (4) Kecamatan Gubeng dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya, seperti yang terlihat dalam peta dibawah ini.&lt;br /&gt;Gambar 1.  Peta penentuan kawasan Mall baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxg0lEX1JjI/AAAAAAAAAI0/v28IbNPIpGU/s1600-h/lokasimallbaru.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxg0lEX1JjI/AAAAAAAAAI0/v28IbNPIpGU/s200/lokasimallbaru.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122902387567437362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANALISA AHP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langkah – langkah analisa AHP yang dilakukan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Penyusunan struktur keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan struktur keputusan dalam penentuan prioritas pembangunan Mall baru dilakukan dengan melakukan dekomposisi dari permasalahan yang ada sehingga akan tergambar faktor-faktor yang mempengaruhi serta alternatif keputusan. Penyusunan struktur keputusan dapat dilihat pada,&lt;br /&gt;Gambar 2. Struktur Keputusan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzjkX1JiI/AAAAAAAAAIs/3s_4iXrCJ2E/s1600-h/struktur+keputusan.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzjkX1JiI/AAAAAAAAAIs/3s_4iXrCJ2E/s200/struktur+keputusan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122901262286005794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Penyusunan matriks pendapat dan normalisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan matrik pendapat dilakukan dengan menentukan skala kepentingan mengacu pada skala komparasi dari Saaty. Matriks pendapat dibuat berdasarkan tingkatan level dari masing-masing faktor. Normalisasi bobot diperoleh dari hasil running program Expert Choice. Pembobotan matriks pendapat dari masing-masing level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Level I (Goal)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tabel  2 – &lt;strong&gt;Pembobotan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzW0X1JhI/AAAAAAAAAIk/nKJzbvluVeo/s1600-h/Tabel+2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzW0X1JhI/AAAAAAAAAIk/nKJzbvluVeo/s200/Tabel+2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122901043242673682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Struktur dan hasil Pembobotan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzPUX1JgI/AAAAAAAAAIc/9SbclXS8bS8/s1600-h/Pembobotan.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgzPUX1JgI/AAAAAAAAAIc/9SbclXS8bS8/s200/Pembobotan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122900914393654786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = 0,06 (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Level II (Faktor)&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Pembobotan Pendapat terhadap Faktor &lt;strong&gt;Geografis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,06&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Pendapat terhadap Faktor &lt;strong&gt;Prasarana dan Sarana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,08&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Pendapat terhadap Faktor &lt;strong&gt;Kebijakan Pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,09&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan pendapat terhadap Faktor &lt;strong&gt;Investasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,06&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Pendapat terhadap Faktor &lt;strong&gt;Peningkatan Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,09&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Level III (Sub Faktor)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,05&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Kepadatan Penduduk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,08&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Kedekatan dengan Pusat Kota&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,05&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Air&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,05&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Telekomunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,05&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Transportasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,05&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembobotan Alternatif terhadap Sub Faktor &lt;strong&gt;Listrik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil running program didapatkan CR = &lt;strong&gt;0,07&lt;/strong&gt; (diterima, CR &lt; 10%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Penentuan prioritas lokasi Mall baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas lokasi Mall baru diperoleh dengan running program Expert Choice. Dari running diperoleh hasil yang diperoleh berdasarkan urutan nilai bobot dari masing-masing alternatif, yaitu diprioritaskan pada Kecamatan Krembangan (alternatif 1, nilai bobot 0,458), Kecamatan Simokerto (alternatif 2, nilai bobot 0,356), Kecamatan Sawahan (alternatif 3, nilai bobot 0,114) dan Kecamatan Gubeng (alternatif 4, nilai bobot 0,071). &lt;br /&gt;Hasil running program dapat dilihat pada output sebagai berikut.&lt;br /&gt;Gambar 4.  Hasil Pembobotan (Goal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxgy-kX1JfI/AAAAAAAAAIU/OthUqnYrm6M/s1600-h/struktur+IO.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxgy-kX1JfI/AAAAAAAAAIU/OthUqnYrm6M/s200/struktur+IO.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122900626630845938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisa diperoleh hasil nilai bobot :&lt;br /&gt;1. 0,458 untuk alternatif 1 Kecamatan &lt;strong&gt;Krembangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;2. 0,356 untuk alternatif 2 Kecamatan Simokerto&lt;br /&gt;3. 0,114 untuk alternatif 3 Kecamatan Sawahan &lt;br /&gt;4. 0,071 untuk alternatif 4 Kecamatan Gubeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Kecamatan &lt;strong&gt;Krembangan &lt;/strong&gt;menjadi prioritas utama dalam penentuan prioritas pembangunan Mall baru di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5 Grafik Pembobotan 4 &lt;strong&gt;alternatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgxoEX1JdI/AAAAAAAAAIE/ykGLXWTFQTQ/s1600-h/gambar+5.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgxoEX1JdI/AAAAAAAAAIE/ykGLXWTFQTQ/s200/gambar+5.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122899140572161490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REKOMENDASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan ditemukannya kecamatan Krembangan, luas wilayah 834.14 ha, jumlah penduduk 120.098 jiwa, tingkat kepadatan 140 jiwa/ha sebagai lokasi prioritas, maka langkah selanjutnya melakukan observasi langsung dan mengatur strategi pengembangannya.&lt;br /&gt;2. Setiap kegiatan hendaknya berdasarkan fungsi kegiatan, dikembangkan dan direncanakan sesuai dengan kebutuhan penduduk sedang bangunannya perlu diperhatikan pola tata ruang yang menyesuaikan dengan tata guna tanah, air, udara, dan alam lainnya dalam satu kesatuan ekosistem yang dinamis.&lt;br /&gt;3. Secara spesifik perlu dipikirkan pengembangan sebagai pusat perdagangan dan jasa untuk skala regional dan nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-6918773098919242761?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/6918773098919242761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=6918773098919242761' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/6918773098919242761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/6918773098919242761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/10/pemilihan-lokasi-mall-dengan-ahp.html' title='Pemilihan Lokasi Mall dengan AHP'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rxg0tUX1JkI/AAAAAAAAAI8/V9Y9JFe0bC4/s72-c/teori+saaty.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-4309999543528618993</id><published>2007-10-19T09:22:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T09:07:55.256+07:00</updated><title type='text'>Tentang peta prediksi Surabaya</title><content type='html'>Yth. pak Gatot dan pak Frans &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlalu berlebihan dalam memuji, saya masih belajar, jadi masih butuh waktu untuk mengajar, apalagi improve ...:) mohon maaf atas keterbatasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang cara membuat peta sudah saya sajikan di “Membuat peta dasar berbasis GIS dari AutoCAD”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana model datanya? ERD sampai gimana grafis bisa keluar?&lt;br /&gt;Saya sajikan dengan membuka project perdagangan surabaya dengan menggabungkan data yang ada di excel, &lt;br /&gt;1. Aktifkan layar yang akan digabung data nya, buka tabel dengan cara klik menu Theme - table, yang secara default (kolom 1 sd 6) sudah ada struktur database nya, sedang kolom 7 sd 10 adalah hasil entry data secara manual, sehingga kita tinggal menambah satu field (mis. no), kemudian diisi dengan angka 1 sd 31 (jumlah kecamatan di Surabaya) karena syarat untuk join data harus ada satu field dan record yang sama. Seperti terlihat dalam gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgZa0X1JaI/AAAAAAAAAHw/0Ob1KXZdWuQ/s1600-h/gambar6.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgZa0X1JaI/AAAAAAAAAHw/0Ob1KXZdWuQ/s200/gambar6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122872524659828130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadi mulai dari field ke 11 dst adalah hasil join dengan excel, caranya : &lt;br /&gt;a. Buka excel, pastikan nama kecamatan dan nomor urut sudah sama dengan yang ada di ArcView. Kemudian atur field dan data sesuai dengan kondisi yang ada (sebelumnya kami sudah mencari data yang kami butuhkan per kecamatan, seperti data penduduk, luas area, Mall, PKL, Pasar tradisional dll)&lt;br /&gt;b. Blok semua field dan record data yang akan digabung, simpan dengan ekstensi dbf - pilih Save as Type : DBF 4 (dBASE IV) (*.dbf) di folder yang sama dengan file project.&lt;br /&gt;c. Buka kembali ArcView, pilih Add - ambil data tadi, klik OK Atau melalui klik menu join. Hasilnya tampak seperti gambar dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgYtEX1JZI/AAAAAAAAAHo/uHzLvO_nzVE/s1600-h/gambar5.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgYtEX1JZI/AAAAAAAAAHo/uHzLvO_nzVE/s200/gambar5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122871738680812946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk bisa menampilkan grafis keluar :&lt;br /&gt;a. Karena data sudah ada, maka satu persatu tampilkan dengan berbagai cara, antara lain : kalau ingin menampilkan  angkanya saja, maka pilih label, jika ingin tampilkan teksnya, maka pilih callout label dst.&lt;br /&gt;b. Untuk memunculkan gambar (overlay), maka pilih Query Builder, isi rumus sesuai diskripsi yang kita inginkan ( mis. ingin mencari lokasi yang kepadatan penduduknya &gt;= 120 dan belum ada Mall, seperti dalam gambar dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgYA0X1JYI/AAAAAAAAAHg/6Si-hFPfZdQ/s1600-h/gambar4.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgYA0X1JYI/AAAAAAAAAHg/6Si-hFPfZdQ/s200/gambar4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122870978471601538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk menampilkan hasil overlay tsb, pilih menu View - GeoProcessing Wizard - Intersect two theme - sesuai dengan bentuk yang kita inginkan dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgXrUX1JXI/AAAAAAAAAHY/OuDThu9SK44/s1600-h/gambar3.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgXrUX1JXI/AAAAAAAAAHY/OuDThu9SK44/s200/gambar3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122870609104414066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk menampilkan jangkauan pelayanan, maka pilih menu Theme - Create Buffer - pilih sesuai diskripsi yang kita inginkan seperti dalam gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgXVEX1JWI/AAAAAAAAAHQ/hbn2OP-mkyY/s1600-h/gambar2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgXVEX1JWI/AAAAAAAAAHQ/hbn2OP-mkyY/s200/gambar2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122870226852324706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Setelah semua gambar keluar seperti keinginan kita, maka kita aktifkan layer-layer yang kita ingin tampilkan, seperti tampak pada gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgWOUX1JVI/AAAAAAAAAHI/geLc1Un5dPI/s1600-h/gambar1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgWOUX1JVI/AAAAAAAAAHI/geLc1Un5dPI/s200/gambar1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122869011376579922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan singkat saya, dan saya yakin tidak puas ...:) tapi saya yakin, seorang expert seperti pak Frans sudah paham dengan gambaran yang saya berikan ...:) cuma ingin menguji saya ..., makasih atas komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;1. Data memang kami cari dari sumber yang sebenarnya, tetapi diskripsi memilih lokasi masih berdasarkan imajinasi dan simulasi, dan untuk menyajikan yang sebenarnya kita harus melihat keinginan dan kepentingan, misal pemerintah atau investor.&lt;br /&gt;2. Bahkan jika seandainya ingin lebih spesifik lagi, misal dari 4 lokasi yang sudah terseleksi hasil dari intersect tadi minta dipilih salah satu dengan skala prioritas, serta syarat-syarat yang multikriteria maka pengambilan keputusan masih bisa kita lanjutkan dengan software expert choice,  yang kita sebut AHP (Analytic Hirarchy Process) atau teknik analisa perencanaan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-4309999543528618993?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/4309999543528618993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=4309999543528618993' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/4309999543528618993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/4309999543528618993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/10/tentang-peta-prediksi-surabaya.html' title='Tentang peta prediksi Surabaya'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RxgZa0X1JaI/AAAAAAAAAHw/0Ob1KXZdWuQ/s72-c/gambar6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-246980753193617098</id><published>2007-09-30T15:42:00.000+07:00</published><updated>2007-10-02T19:32:58.720+07:00</updated><title type='text'>Membuat peta dasar berbasis GIS dari AutoCAD</title><content type='html'>Sebelumya terima kasih atas kritik dan saran dari dosen pembimbing saya pak Putu Rudy, juga pak Sakti (Asisten dosen) atas bimbingannya telah membuka wawasan tentang Sistem Informasi Perencanaan dengan GIS, saya merasa kurang karena masih banyak yang bisa dikembangkan dengan berbagai analisa spasial lainnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah catatan singkat cara Membuat peta dasar berbasis GIS dari AutoCAD, khususnya sebagai jawaban atas permintaan pak bhayu aji dari aceh dan beberapa teman via email ...&lt;br /&gt;1. Install program AutoCAD (saya menggunakan versi 2006)&lt;br /&gt;2. Install program ArcView GIS 3.3&lt;br /&gt;3. Buat folder untuk menyimpan semua file hasil kerja dari 2 program tersebut, misal &lt;strong&gt;D:\gis sby&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4. Copy file peta dasar yang ada sklala nya, misal &lt;strong&gt;surabaya.png&lt;/strong&gt; simpan dalam fólder tersebut.&lt;br /&gt;5. Buka aplikasi AutoCAD&lt;br /&gt;6. Lakukan standarisasi ukuran dengan merubah menjadi satuan meter (umum di Indonesia), caranya : klik &lt;strong&gt;Format --&gt; units --&gt;&lt;/strong&gt; Setelah muncul Drawing Units rubah pada &lt;strong&gt;Intersection Scale&lt;/strong&gt; --&gt; pilih &lt;strong&gt;meters&lt;/strong&gt;, untuk precision sesuai kebutuhan (standar 2 digit dibelakang koma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9jGszbsDI/AAAAAAAAACk/93okmEzgWaw/s1600-h/menu.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115916668473421874" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9jGszbsDI/AAAAAAAAACk/93okmEzgWaw/s200/menu.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Menu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Insert gambar peta ke program AutoCAD, caranya : &lt;strong&gt;Insert --&gt; Raster Image&lt;/strong&gt; --&gt; pilih &lt;strong&gt;surabaya.png&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;8. Munculkan tools &lt;strong&gt;inquery&lt;/strong&gt; untuk mengukur ukuran sebelum dan sesudah di skala&lt;br /&gt;9. Lakukan scalling untuk menyamakan existing dengan digitasi, caranya :&lt;br /&gt;-Tekan &lt;strong&gt;Ctrl+A&lt;/strong&gt; (select All), maka muncul Command: _ai_selall Selecting objects...done.&lt;br /&gt;- Command: &lt;strong&gt;SC&lt;/strong&gt; enter (untuk scalling)&lt;br /&gt;- Specify base point: &lt;strong&gt;letakkan cursor tepat dengan koordinat sumbu x dan y&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Specify scale factor or [Copy/Reference] &lt;1.00&gt;: &lt;strong&gt;ketik r&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Specify reference length &lt;1.00&gt;: &lt;strong&gt;Klik dititik ujung kiri (ke1) pada skala&lt;/strong&gt; Specify second point : &lt;strong&gt;Klik dititik ujung kanan skala (ke2)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Specify new length or [Points] &lt;1.00&gt;: &lt;strong&gt;ketik 10000&lt;/strong&gt; (10000m=10Km)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Siapkan layer-layer yang akan kita butuhkan, default layer adalah 0, caranya buka &lt;strong&gt;Layer&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Properties&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Manager&lt;/strong&gt; : klik New Layer (Alt+N) ketik &lt;strong&gt;Batas Kota&lt;/strong&gt;, klik New Layer ketik &lt;strong&gt;Batas Kecamatan&lt;/strong&gt;, klik New Layer &lt;strong&gt;ketik Kecamatan A&lt;/strong&gt;, klik New Layer ketik &lt;strong&gt;Kecamatan B&lt;/strong&gt; dst (misal untuk Surabaya langsung tulis nama Genteng, Wonokromo dst sampai 31 kali karena jumlahnya ada 31 Kecamatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9i4czbsCI/AAAAAAAAACc/sVNxRq2ztEM/s1600-h/layer+Manager.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115916423660285986" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9i4czbsCI/AAAAAAAAACc/sVNxRq2ztEM/s200/layer+Manager.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Layer Properties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Lakukan digitasi menggunakan &lt;strong&gt;polyline&lt;/strong&gt; (untuk garis), pastikan &lt;strong&gt;batas kota&lt;/strong&gt; tersebut &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;terputus&lt;/strong&gt;, caranya ketika mau tersambung antar titik ketiklah &lt;strong&gt;C enter&lt;/strong&gt; pada Command sehingga terbentuk polygon tertutup sempurna.&lt;br /&gt;12. Untuk menyempurkan hasil digitan maka gunakan perintah &lt;strong&gt;TRIM&lt;/strong&gt; pada Command pilih garis yang akan dirapikan, kemudian tekan &lt;strong&gt;enter&lt;/strong&gt; --&gt; klik pada garis luar yang ingin dihapus.&lt;br /&gt;13. Lakukan digitasi dengan cara yang sama pada batas kecamatan (31 kali untuk Surabaya)&lt;br /&gt;14. Lakukan boundary dengan cara klik &lt;strong&gt;Draw&lt;/strong&gt; pada Main Toolbar --&gt; &lt;strong&gt;Boundary&lt;/strong&gt; --&gt; &lt;strong&gt;pick&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;points&lt;/strong&gt; (tepatkan pada tiap wilayah masing-masing kecamatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9igszbsBI/AAAAAAAAACU/p_qQ0-oUy5E/s1600-h/Boundary.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115916015638392850" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9igszbsBI/AAAAAAAAACU/p_qQ0-oUy5E/s200/Boundary.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Boundary Creation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Setelah semua kecamatan digitasi simpan dengan dengan &lt;strong&gt;format .dxf&lt;/strong&gt; misal diberi nama &lt;strong&gt;All Kecamatan.dxf&lt;/strong&gt; (siap untuk ditransfer ke ArcView ). Ingat saat theme kecamatan, maka yang dihidupkan hanya layer kecamatan (1 sampai 31 kec)&lt;br /&gt;16. Demikian juga untuk mengirim theme jalan maka layer jalan dihidupkan simpan dengan nama &lt;strong&gt;jalan.dxf&lt;/strong&gt; ( sebagai line)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses pembuatan peta di AutoCAD selesai, bukalah program ArcView GIS 3.3 seperti tampak dalam gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;1. Buka aplikasi ArcView GIS 3.3 --&gt; pilih &lt;strong&gt;with a new view&lt;/strong&gt; ( untuk awal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9iMMzbsAI/AAAAAAAAACM/mO8lKyzT1p8/s1600-h/ArcView+Open.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115915663451074562" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9iMMzbsAI/AAAAAAAAACM/mO8lKyzT1p8/s200/ArcView+Open.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. Open Program ArcView GIS 3.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Would you like to add data to the View now? klik &lt;strong&gt;YES&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9h_Mzbr_I/AAAAAAAAACE/0GzHW8ziiSM/s1600-h/Add+Data.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115915440112775154" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9h_Mzbr_I/AAAAAAAAACE/0GzHW8ziiSM/s200/Add+Data.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5. Tambah Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buka file yang telah tersimpan tadi, seperti dalam gambar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9hsszbr-I/AAAAAAAAAB8/nhjdkFZRtGQ/s1600-h/Add+Theme.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115915122285195234" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9hsszbr-I/AAAAAAAAAB8/nhjdkFZRtGQ/s200/Add+Theme.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 6. Insert Gambar dari AutoCAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kemudian klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk selanjutnya kita mulai memodifikasi peta dan mengisi data sesuai kebutuhan melalui entry data langsung atau import dari ecxel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian catatan kecil ini saya berikan semoga bermanfaat. Maaf saya hanya bisa membantu sedikit…. Untuk lebih rinci saya sarankan beli buku tutorial AutoCAD 2006 dan ArcView GIS 3.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba ….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-246980753193617098?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/246980753193617098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=246980753193617098' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/246980753193617098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/246980753193617098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/membuat-peta-dasar-berbasis-gis-dari.html' title='Membuat peta dasar berbasis GIS dari AutoCAD'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/Rv9jGszbsDI/AAAAAAAAACk/93okmEzgWaw/s72-c/menu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1153611697204878046</id><published>2007-09-22T21:21:00.002+07:00</published><updated>2007-10-06T07:54:16.558+07:00</updated><title type='text'>Belajar Melihat Potensi Wilayah dengan GIS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekilas tentang Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Surabaya mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup potensial dan sebagai barometer untuk kawasan Jawa Timur khususnya, dan Indonesia Timur umumnya. Selain itu juga mempunyai peran yang cukup strategis dan diperhitungkan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Propinsi Jawa Timur. Kekuatan ekonomi dengan segala aktivitas ekonomi yang ada, merupakan salah satu penggerak utama ekonomi Jawa Timur serta memberikan kontribusi yang paling besar dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dukungan infrastruktur ekonomi yang memadai semakin memperkuat peran Kota Surabaya dalam ekonomi di Indonesia Timur, di mana hal ini dibuktikan dengan keberadaan Terminal Purabaya, Pelabuhan Tanjung Perak, Bandara Internasional Juanda serta beberapa stasiun Kereta Api. Kondisi ini mempermudah akses ke semua wilayah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak tahun 2002 telah terjadi perubahan struktur ekonomi dari sektor industri pengolahan (tahun 2000 = 33,69%, tahun 2001 = 33,65%, tahun 2002 = 32,52%, tahun 2003 = 31,82%, tahun 2004 = 30,87%, tahun 2005 = 30,23%) menuju sektor perdagangan, hotel dan restoran tahun 2000 = 32,40%, tahun 2001 = 32,47%, tahun 2002 = 33,37%, tahun 2003 = 33,99%, tahun 2004 = 34,81%, tahun 2005 = 35,38%. (PDRB Surabaya, 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perubahan tersebut harus disikapi dengan berbagai regulasi dan kemudahan yang mampu menciptakan iklim positif bagi pelaku bisnis. Salah satu regulasi yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan sektor perdagangan tersebut adalah penyusunan rencana pengembangan kawasan perdagangan, meliputi mall, pasar tradisional dan Pedagang Kaki Lima (PKL).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan visi Pembangunan Kota Suraba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ya yang berbunyi “Terwujudnya Kota Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa yang cerdas dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, didukung oleh kepedulian tinggi dalam mewujudkan struktur pemerintahan dan kemasyarakatan yang demokratis, bermanfaat dalam tatanan lingkungan yang sehat dan manusiawi”, perlu adanya informasi yang jelas dan lengkap tentang sektor perdagangan dan jasa di Kota Surabaya. (Visi dan misi Kota Surabaya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain itu sistem transportasi juga akan sangat berperan dalam sektor perdagangan. Pengembangan sistem transportasi darat seperti halnya terminal dan stasiun kereta api dan juga pengembangan sistem tarnsportasi laut seperi halnya pelabuhan akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu. Selain menjadi kawasan umum dan transportasi tapi juga menjadi kawasan perdagangan dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Perdagangan Kota Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kondisi ekonomi Kota Surabaya dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan dimana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003-2006 rata-rata diatas 5%, pertumbuhan ekonomi ini lebih didorong oleh pertumbuhan sektor tersier khususnya sektor perdagangan, hotel dan restoran yang pertumbuhan rata-rata lebih dari 7 % per tahun selama priode 2003-2006. dalam perkembangannya, perekonomian Surabaya cukup beruntung meskipun pada tahun 2005 terjadi krisis energi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga terjadi inflasi yang relatif besar namun semuanya tidak banyak berpengaruh pada ekonomi kota Surabaya. Hal ini tercermin dari kontraksi pertumbuhan ekonomi sedikit relatif menurun dari 5.78% pada tahun 2004 menjadi 5.67% pada tahun 2005. (BPS Surabaya, 2006).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Surabaya selain sebagai sebuah pemerintahan kota juga sebagai ibukota propinsi, sehingga dengan posisi seperti ini, Surabaya sangat diuntungkan dengan adanya infrastruktur penunjang ekonomi seperti terminal Purabaya, Pelabuhan, Tanjung Perak, Bandara Internasional Juanda dan Stasiun Kereta Api Gubeng, yang mempunyai peran cukup strategis dan diperhitungkan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi Propinsi Jawa Timur. Kekuatan ekonomi dan segala aktifitas ekonomi yang ada, merupakan salah satu penggerak utama ekonomi Jawa Timur. Hal ini tercermin dari output Surabaya yang memberikan kontribusi paling besar dibanding Kabupaten kota yang lain di Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Letak kota Surabaya yang cukup strategis untuk perdagangan, ekspor dan impor dan sosial masyarakat relatif kondusif, menghasilkan iklim perekonomian yang cukup stabil dan bergairah, seolah-olah dampak krisis energi tahun 2005 tidak banyak memberi pengaruh pada aktifitas ekonominya, bahkan tidak sedikit ruko-ruko dan mall-mall baru seperti perluasan pasar turi, pasar atum BG Junction dan Tomorrow City untuk menjawab ramainya perdagangan di kota pahlawan ini. Budaya belanja (shooping) atau budaya konsumtif yang dimiliki masyarakat kota Surabaya dan budaya hidup praktis sangat menyuburkan sektor perdagangan. Ini juga menunjukkan daya beli masyarakat relatif stabil meskipun inflasi yang terjadi pada tahun 2005 juga meningkat. (PDRB Surabaya 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANALISA SPASIAL&lt;br /&gt;1. Penduduk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kota Surabaya merupakan kota Metropolitan dengan kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Simokerto yaitu sebesar 390 jiwa/ha, Kecamatan Sawahan yaitu sebesar 309 jiwa/ha, Kecamatan Bubutan yaitu sebesar 289 jiwa/ha dan Kecamatan Tegalsari yaitu sebesar 268 jiwa/ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Peta Kepadatan Penduduk Kota Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtr8zbr9I/AAAAAAAAABs/DWeUl6VpU74/s1600-h/kepadatan+penduduk.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113043185028542418" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtr8zbr9I/AAAAAAAAABs/DWeUl6VpU74/s200/kepadatan+penduduk.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang dari persebarannya dapat dilihat bahwa jumlah penduduk terbanyak berada pada Kecamatan Sawahan, Tambaksari, Semampir, Wonokromo dan Gubeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Usaha Sektor Perdagangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Surabaya untuk sektor perdagangan terdiri dari perdagangan besar dan eceran sejumlah 78.890 unit, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Semampir sejumlah 5.763 unit usaha, Kecamatan Sawahan sejumlah 5.639 unit usaha, Kecamatan Kenjeran sejumlah 5.257 unit usaha dan Kecamatan Bubutan sejumlah 5.253 unit usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;a. Mall&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Mall yang ada di Kota Surabaya adalah sebanyak 25 Mall yang tersebar di 13 Kecamatan, dengan jumlah terbanyak di pusat kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 2. Peta Persebaran Mall&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtPszbr8I/AAAAAAAAABk/NWKJxmWxHQE/s1600-h/Peta+Mall+Sby.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113042699697237954" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtPszbr8I/AAAAAAAAABk/NWKJxmWxHQE/s200/Peta+Mall+Sby.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang dari sisi jangkauan pelayanan, dimana jangkauannya tidak hanya terbatas pada satu lingkungan atau permukiman tertentu, tetapi semua masyarakat yang tinggal diseluruh kawasan perkotaan. Sehingga jangkauan pelayanan Mall dikatakan sudah memenuhi. Disini digunakan jangkauan pelayanan sepanjang 10.000 m, dengan asumsi pengunjungnya selain dari kelas ekonomi menengah ke atas, juga berasal adri luar kota Surabaya, karena merupakan kota Wisata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 3. Peta Jangkauan Pelayanan Mall&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtAszbr7I/AAAAAAAAABc/oClNNHpQL2A/s1600-h/Jangkauan+Pelayanan+Mall.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113042441999200178" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtAszbr7I/AAAAAAAAABc/oClNNHpQL2A/s200/Jangkauan+Pelayanan+Mall.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;b. Pasar Tradisional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Salah satu kebutuhan masyarakat adalah kebutuhan akan bahan pokok. Penyedia bahan pokok sangatlah beragam kelasnya, mulai dari pertokoan, distributoir sampai dengan pasar tradisional. Penyedia kebutuhan pokok dimaksud paling banyak adalah pasar yang dikelola oleh PD. Pasar. Sampai saat ini jumlah pasar yang dikelola adalah sebanyak 81 unit dengan berbagai kelas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 4. Peta Kondisi Pasar Tradisional&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUstczbr6I/AAAAAAAAABU/RBuwG0xIgc4/s1600-h/Pasar+Tradisional.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113042111286718370" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUstczbr6I/AAAAAAAAABU/RBuwG0xIgc4/s200/Pasar+Tradisional.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk jangkauan pelayanan pasar tradisional adalah penduduk yang tinggal tidak lebih dari 5 km dari lokasi pasar tersebut. Masyarakat yang terjangkau oleh pelayanan pasar tradisional adalah masyarakat pada wilayah Surabaya pusat. Namun dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa data pasar tradisional yang disampaikan disini adalah data pasar yang dikelola oleh PD Pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 5. Peta Jangkauan Pelayanan Pasar Tradisional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUseMzbr5I/AAAAAAAAABM/V7m-h3VN-1M/s1600-h/Jangkauan+Pelayanan+Pasar+Tradisional.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113041849293713298" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUseMzbr5I/AAAAAAAAABM/V7m-h3VN-1M/s200/Jangkauan+Pelayanan+Pasar+Tradisional.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;c. PKL ( Pedagang Kaki Lima )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk kondisi persebaran titik-titik lokasi PKL dapat dilihat pada peta berikut, nampak bahwa jumlah PKL terbanya terdapat pada Kecamatan Gubeng, Krembangan, Tambaksari, Rungkut dan Genteng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 6. Peta Persebaran jumlah Titik PKL 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUsE8zbr4I/AAAAAAAAABE/mkznqVRDNqw/s1600-h/titik+PKL.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113041415502016386" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUsE8zbr4I/AAAAAAAAABE/mkznqVRDNqw/s200/titik+PKL.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari data jumlah PKL dari tahun 2004 ke 2005 mengalami peningkatan 1,21% dengan jumlah peningkatan terbanyak pada Kecamatan Wonokromo, Genteng dan Tegalsari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Rencana Pengembangan Perdagangan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berdasar kepadatan penduduk, maka perlu dibuat mall-mall baru untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Penentuan mall baru adalah berdasarkan kepadatan penduduk minimal 120 jiwa/ha dan di kecamatan tersebut belum ada mall (0). Dari hasil intersect didapat 4 wilayah baru yang dapat digunakan sebagai pendirian mall, yaitu Kecamatan Krembangan, Sawahan, Simokerto dan Gubeng. Tetapi tetap harus mempertimbangkan kesesuaian lahan, tersedianya lahan dan infrastruktur pendukung, antara lain jalan, listrik, telekomunikasi, dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gambar 7. Peta penentuan kawasan Mall baru&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUr1czbr3I/AAAAAAAAAA8/VNRGoV9rclU/s1600-h/lokasi+mall+baru.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113041149214044018" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUr1czbr3I/AAAAAAAAAA8/VNRGoV9rclU/s200/lokasi+mall+baru.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk rencana pengembangan pasar, kita tidak dapat asal menentukan, karena data untuk pasar yang tidak dikelola oleh PD Pasar tidak tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang secara keseluruhan kondisi perdagangan yang tersebar di kota Surabaya (Mall, Pasar Tradisional dan PKL) dapat dilihat pada peta berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar 8. Peta Perdagangan secara keseluruhan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUriczbr2I/AAAAAAAAAA0/sNqnEzFrju8/s1600-h/Peta+Perdagangan+Sby.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113040822796529506" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUriczbr2I/AAAAAAAAAA0/sNqnEzFrju8/s200/Peta+Perdagangan+Sby.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari data yang diolah dan disajikan peta-peta tersebut menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan pertumbuhan ekonomi mulai dari perdagangan besar, menengah dan kecil terdapat hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Kota Surabaya, mempunyai konsekuensi yang tinggi untuk tetap menjaga kestabilan kehidupan terutama dari segi sosial dan ekonomi. Dari sembilan sektor dalam PDRB dapat dilihat bahwa sektor perdagangan merupakan sektor unggulan.&lt;br /&gt;Dari 31 Kecamatan yang ada di Kota Surabaya terlihat penyebaran Mall, Pasar Tradisional dan persebaran Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak merata, sehingga dapat diidentifikasi bahwa terjadi beberapa pertumbuhan yang tidak merata, yang dapat mengakibatkan terjadinya urbanisasi dan tidak meratanya pendapatan perkapita yang tidak merata juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berdasarkan kesimpulan diatas, rekomendasi penulis adalah :&lt;br /&gt;1. Untuk pengembangan Mall direkomendasikan 4 wilayah Kecamatan dapat didirikan Mall baru, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.&lt;br /&gt;2. Dilakukan pembinaan dan bantuan modal terhadap PKL agar lebih profesional dalam menjalakan usahanya.&lt;br /&gt;3. Untuk masalah pasar tradisional dapat dikembangkan pada wilayah yang luas lahannya masih cukup, sehingga tidak selalu terpusat pada kawasan tengah kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1153611697204878046?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1153611697204878046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1153611697204878046' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1153611697204878046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1153611697204878046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/belajar-melihat-potensi-wilayah-dengan.html' title='Belajar Melihat Potensi Wilayah dengan GIS'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AXkxvUty2HY/RvUtr8zbr9I/AAAAAAAAABs/DWeUl6VpU74/s72-c/kepadatan+penduduk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-4339597957076764781</id><published>2007-09-16T09:02:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T09:11:13.487+07:00</updated><title type='text'>"Skoool for ClassMate" Program</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Budi (Intel) karena ICT Center Surabaya mendapat kepercayaan mengcopy software e learning versi trial yang dapat di install di PC/Laptop di sekolah maupun di rumah, karena versi trial ini masih off line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ada pelatihan Jardiknas di SMK Negeri 1 Surabaya untuk Guru, kami telah copykan ke 70  Sekolah. Saat ini kami sedang ujicoba secara mandiri dalam program “Launch skoool for ClassMate”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa masukan dan komentar dari beberapa sekolah atau guru yang mencoba untuk belajar putra-putrinya di rumah antara lain :&lt;br /&gt;1. Programnya cukup bagus untuk membantu siswa dan atau putra-putrinya belajar dengan konten dan metode yang cukup menarik karena ada gambar, suara, test dan tugas dll pada setiap mata pelajaran (matematika, kimia, biologi dan fisika)&lt;br /&gt;2. Dari staff SMKN 1 Surabaya dan beberapa sekolah mengharap ada dua versi bahasa (Inggris dan Indonesia), karena versi ini masih dengan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;3. Karena kami dari SMK (Vocational School), maka kami berharap ada konten yang untuk materi-materi umum di SMK, misalnya komputer ... syukur-syukur jika ada yang mata diklat produktif.&lt;br /&gt;4. Akan lebih menarik lagi jika dilengkapi dengan model belajar yang dapat share antar person atau groups&lt;br /&gt;5. Atau bagaimana jika ada tugas untuk siswa yang hasilnya dapat langsung dikirim ke gurunya ...? Atau sebaliknya, ada fasilitas guru dapat mengirim soal ke siswa secara serentak dalam satu lab, atau online dalam LAN saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan :&lt;br /&gt;Bagaimana implementasi metodologi pedagogik dengan menerapkan IT ? Seperti yang pak Budi pernah katakan bahwa arah dan tujuannya agar pengajar kreatif, sehingga proses belajar mengajar dapat lebih menyenangkan? Kami tunggu demo atau latihannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementera itu dulu komentar dan masukan dari kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-4339597957076764781?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/4339597957076764781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=4339597957076764781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/4339597957076764781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/4339597957076764781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/skoool-for-classmate-program.html' title='&quot;Skoool for ClassMate&quot; Program'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-3086129649789445031</id><published>2007-09-16T08:58:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T09:02:42.384+07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Unit Produksi Sekolah (UPS)</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Teaching Factory di bidang IT dan lainnya. Salah satu kelemahan dari segala bentuk bantuan (block grant) ke sekolah-sekolah adalah ketergantungan sekolah tersebut dengan pemberi dana. Menurut saya, Teaching Factory adalah pengembangan dari konsep Unit Produksi Sekolah (UPS) yang sudah berjalan di banyak Sekolah. Untuk itu akan lebih optimal lagi apabila memadukan antara usaha-usaha dalam UPS dengan proses KBM, tidak hanya dalam teori tetapi langsung praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh usaha yang merupakan sub unit dari devisi Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di SMK Negeri 1 Surabaya antara lain :&lt;br /&gt;1. Bank Mini Sekolah (BMS) selain untuk mengatur manajemen keuangan sekolah dengan sistem komputer, dapat juga berfungsi sebagai pengembangan unit simpan pinjam yang hasilnya dapat menambah income UPS dan menambah kesejahteraan warga sekolah. Dapat untuk praktek siswa program keahlian Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Karyawannya juga alumni SMKN 1 Surabaya.&lt;br /&gt;2. Toko SMESA Mark yang pengelolaannya sudah menggunakan sistem komputer, dimana pegawainya kebanyakan dari alumni SMKN 1 Surabaya, sedang kesehariaannya juga dapat dipergunakan untuk praktek siswa Program Keahlian Penjualan, disamping itu juga dapat melayani konsumen umum.&lt;br /&gt;3. Small Bisnis, selain siswa dapat praktek kewirausahaan juga dapat bekerjasama dengan sub unit katering untuk melayani pesanan pihak dalam dan luar sekolah.&lt;br /&gt;4. Katering, juga dapat melayani dalam dan luar sekolah.&lt;br /&gt;5. Persewaan Aula dengan fasilitas Band, Katering, Production House dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang contoh usaha yang merupakan bagian dari devisi ICT antara lain :&lt;br /&gt;1. Program ICT yang sekarang dengan berbagai diklat baik dari pemerintah pusat maupun Kota Surabaya ( Jardiknas, Life Skill, Kerjasama dengan dinas atau pihak lain)&lt;br /&gt;2. Sebagai distributor dalam pengadaan hardware, bekerjasama dengan Hitech Mall&lt;br /&gt;3. Kursus komputer untuk peserta dari dalam dan luar SMKN 1 Surabaya. dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak contoh yang mengelola ICT dengan berbagai seni dan cara yang lebih kreatif seperti yang dikelola oleh Bona, Sindu dkk dari Jawis. Kita perlu sinergi dan banyak belajar dari anak2 muda seperti mereka ...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa contoh tersebut, sebenarnya yang perlu kita pelajari adalah konsep apa dan bagaimana mengintegrasikan antara proses pembelajaran (KBM), kemandirian atau kewirausahaan, kompetensi yang akan dicapai dengan metode-metode pembelajaran yang cocok antara teori dan praktek serta kesinambungan dari berbagai program, sehingga tercipta sebuah sistem yang stabil.....???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit tambahan pemikiran, dan jika tidak berkenan atau tidak cocok, mohon dimaafkan, anggap sebuah dongeng saja ...:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-3086129649789445031?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/3086129649789445031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=3086129649789445031' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3086129649789445031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/3086129649789445031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/pengembangan-unit-produksi-sekolah-ups.html' title='Pengembangan Unit Produksi Sekolah (UPS)'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-1463795084939278078</id><published>2007-09-16T08:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T08:56:58.041+07:00</updated><title type='text'>Belajar dalam Mobile Training Unit (MTU)</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan suatu pengalaman yang mengasikkan belajar bersama anak-anak, guru dan atau pegawai dalam sebuah bis. Disini kami ceritakan bahwa untuk pembelajaran dengan MTU di Kota Surabaya. Ada beberapa kendala yang kami alami, juga beberapa solusi yang pernah kami lakukan, dan kami tetap mencoba keliling atau stand by di SMKN 1 Surabaya , kadang-kadang di Dinas Pendidikan Kota atauPemkot Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala dan solusi tersebut diantaranya :&lt;br /&gt;Kendala :&lt;br /&gt;1. Banyak sekolah yang tidak bersedia untuk mengeluarkan biaya operasional secara mandiri, dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;2. Banyak sekolah yang tidak terjangkau, sehingga bis tidak bisa masuk ke lokasi/halaman&lt;br /&gt;3. Sekolah-sekolah yang kecil keberatan jika harus mengambil listrik, karena kecilnya daya yang dimiliki sekolah ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi :&lt;br /&gt;1. Salah satu solusinya adalah mengajukan biaya tersebut ke pemkot, alhamdulillah dapat walau 1 tahun sekali sesuai anggaran yang pelaksanaannya secara bergilir.&lt;br /&gt;2. Kami menawarkan untuk menjemput siswa untuk dibawa ke SMKN 1 Surabaya (antar jemput)&lt;br /&gt;3. Bantuan MTU ke 2 dilengkapi dengan Genset yang cukup, sehingga dapat berbagi beban listrik dengan sekolah yang dikunjungi&lt;br /&gt;4. Kadang Dinas Pendidikan Kota Surabaya sharing dengan dinas-dinas lain untuk melatih karyawan-karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan dari beberapa sekolah, cukup mengasikkan belajar dalam bis .... Bagaimana pengalaman teman-teman ? Pak Hari Anggono dari Lampung mungkin punya pengalaman lebih ...:) Yang jelas banyak suka dukanya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya belajar dengan MTU dapat berkembang lebih dari yang tersebut diatas, tetapi kadang kendala birokrasi dan keterbatasan SDM yang menangani merupakan hal-hal yang dapat menghambat. Karena belum ada aturan tentang bagaimana jika operasional MTU tersebut diperkenankan kerjasama dengan pihak lain, baik negeri maupun swasta, karena kita tidak bisa menyewakan MTU tersebut kepada beberapa pihak, padahal banyak yang menanyakan bagaimana prosedur peminjaman MTU ....? Dan terpaksa kami jawab, tidak berani ... kecuali ada ijin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-1463795084939278078?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/1463795084939278078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=1463795084939278078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1463795084939278078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/1463795084939278078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/belajar-dalam-mobile-training-unit-mtu.html' title='Belajar dalam Mobile Training Unit (MTU)'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-8168712458579136772</id><published>2007-09-16T08:52:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T07:55:18.123+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana dengan hasil prestasi siswa?</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan dan pengamatan berdasarkan hasil prestasi siswa, mulai dari proses sampai dengan nilai akhir baik nilai sikap, pengetahuan maupun ketrampilan tentang perubahan cara belajar mengajar dengan beberapa metode PBL dan lainnya, terutama dengan mengintegrasikan TIK dalam KBM dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa maupun guru untuk ber-kreasi dan ber-inovasi lebih, dengan harapan dapat membuka wacana dan cakrawala baru bagi perbaikan sistem pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan pentingnya pengalaman di atas teori antara lain :&lt;br /&gt;1. Ketika para peserta didik belajar untuk dapat berpikir, mengerjakan tugas dan menghadapi masalah yang nyata maka akan muncul suatu pengalaman baru bagi mereka.&lt;br /&gt;2. Pendekatan langsung untuk belajar dengan dunia nyata dapat membantu para peserta didik mencapai tujuan.&lt;br /&gt;3. Keikutsertaan peserta didik secara aktip dan langsung dalam memecahkan masalah, membuat mereka menjadi kritis dan dapat menemukan relevansi antara peristiwa yang satu dengan lainnya. Ini adalah sebagai dasar kepemimpinan dan untuk membangun jati diri mereka.&lt;br /&gt;4. Proses inilah yang dikatakan sebagai usaha untuk mengubah suasana belajar mengajar ke dalam lingkungan student-centered.&lt;br /&gt;5. Siswa belajar berfikir dengan imajinasi yang ada dapat membuat siswa dan guru lebih kreatif, sehingga tidak lagi belajar menghafal tetapi belajar untuk mengerti, memahami, berfikir dan ber inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pendapat ini salah, mohon beri masukan untuk perbaikan sistem yang telah kami pakai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-8168712458579136772?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/8168712458579136772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=8168712458579136772' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/8168712458579136772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/8168712458579136772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/bagaimana-dengan-hasil-prestasi-siswa.html' title='Bagaimana dengan hasil prestasi siswa?'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-2933457577263861828</id><published>2007-09-16T08:49:00.000+07:00</published><updated>2007-10-18T12:33:00.017+07:00</updated><title type='text'>Memadukan VOD (Video On Demand) dengan TVe</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Junedi Armada sebagai Pemimpin Proyek Pengembangan Sistem dan Standard Pengelolaan SMK yang beberapa tahun yang lalu VOD ini telah diuji cobakan di beberapa SMK di Indonesia.dan juga terima kasih kepada pak Suhadi sebagai Direktur TVe …..:)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hasilnya belum optimal, pengembangan teknologi ini cukup menarik dan bagus. Dan ini juga merupakan salah satu program inovasi yang sangat dibutuhkan saat ini. Untuk itu ijinkan kami menulis apa yang kami lakukan di SMK Negeri 1 Surabaya sesuai dengan kondisi kami. Dan kami berharap ada sekolah lain yang mau menularkan ilmunya, khusus dengan pengembangan VOD. Baik VOD maupun TVe sangat membantu siswa terutama sebagai sarana prasarana belajar pada program keahlian BTV atau yang sekarang disebut TP3, yang pada umumnya sulit mencari tempat Prakerin di DU/DI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tujuan pemberian block grant VOD karena :&lt;br /&gt;1. Dunia pendidikan sebagai penyaji sumber daya manusia harus mampu mengembangkan dan memelihara sistem pembelajaran dengan TIK, khususnya video yang berbasis internet atau intranet video.&lt;br /&gt;2. Sistem Video/Modul on Demand adalah salah satu perwujudan pemanfaatan TIK untuk dapat menghemat investasi pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas Pendidikan.&lt;br /&gt;3. Sistem Video/Modul on Demand pembelajaran lebih efisien dan optimal, tanpa tergantung pada LCD proyektor yang harganya sangat mahal, dan dapat berlangsung tanpa terikat pada ruang kelas yang formal.&lt;br /&gt;4. Sistem Video/Modul on Demand bisa diimplementasikan secara global di semua sekolah, dan dapat terintergrasi dengan ICT Centre dan WAN Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan antara VOD dengan TVe (TV Edukasi) dalam Local Area Network dapat dikembangkan dengan metode pembelajaran paralel, artinya dari sebuah studio mini, dapat di broadcast ke kelas-kelas yang telah dipasang TV 29” dan tinggal menambahkan antena in door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang baru-baru ini di koordinasi oleh pak Ruddy selaku Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam melaksanakan program Life Skill bidang IT di SMK Negeri 1 Surabaya untuk kelas 3 SMA/SMK/MA, dimana bapak Sahudi (Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya) membuka acara secara simbolis dari studio mini, kemudian diikuti oleh 7 kelas VOD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman ini, bisa memberikan inspirasi kepada kita bahwa dengan keterbatasan tempat praktek atau yang lain, kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarpras yang ada sambil berimprovisasi, sehingga proses KBM berjalan sesuai dengan kompetensi yang ada, bahkan studio mini sekolah dan peralatan multimedia dapat berfungsi untuk pengembangan kearah Production House (PH) dan tentunya dapat juga menambah income dari Unit Produksi Sekolah. Saya berharap ada share dari anggota milis Dikmenjur dan Jardiknas yang kita cintai ini ....:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-2933457577263861828?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/2933457577263861828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=2933457577263861828' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2933457577263861828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/2933457577263861828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/memadukan-vod-video-on-demand-dengan.html' title='Memadukan VOD (Video On Demand) dengan TVe'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-5472298505008533054</id><published>2007-09-16T08:38:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T08:42:21.130+07:00</updated><title type='text'>Metode Project Based Learning (PBL) dalam Mata Diklat KKPI</title><content type='html'>Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menulis artikel kedua ini saya sampaikan terima kasih dan salam buat pak Marta Adi (Microsoft), Bona, Khalid, Cucu, pak Rachmad, pak Budi dan Hendro. Karena saya banyak belajar dari beliau-beliau ...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan metode Project Based Learning dapat diterapkan dengan salah satu mata diklat atau mata pelajaran yang sesuai.... dan hasilnya cukup bagus untuk perkembangan jiwa siswa serta sebagai guru. Contoh pada mata diklat KKPI yang menggunakan standart nasional dengan sistem ujian online dari VEDC Malang made in Rafie, Pak Joko dkk, coba dipadukan dengan metode PBL, sebagai salah satu upaya untuk merubah convensional system ke modern system dalam KBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Project Based Learning ( PBL) adalah cara untuk mengubah metode belajar mengajar dari yang tradisional ke modern, dimana pihak instruktur yang aktif ( teacher-centered ), menjadi student-centered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam PBL, para peserta didik belajar dan bekerja dengan cara kerja sama untuk memecahkan permasalahan dan akhirnya menyajikan hasil pekerjaan mereka kepada audience untuk di presentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih topik, object dan metode yang tepat hendaknya direncanakan dahulu, karena beberapa faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan PBL , diantaranya :&lt;br /&gt;1. Relevant, PBL menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan para peserta didik secara kompleks, dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan dunia nyata.&lt;br /&gt;2. Challenging , PBL mendorong para peserta didik untuk memecahkan permasalahan secara kompleks.&lt;br /&gt;3. Motivating, PBL dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk lakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai.&lt;br /&gt;4. Interdisciplinary, PBL memerlukan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan peserta didik untuk menggunakan informasi dengan beberapa disiplin ilmu yang dimiliki.&lt;br /&gt;5. Authentic, PBL melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.&lt;br /&gt;6. Collaborative, PBL mengadakan kerja sama/kolaborasi antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan instruktur, untuk memperluas komunitas, sehingga terjadi saling memberi dan menerima.&lt;br /&gt;7. Fun, membuat suasana kelas menyenangkan, sehingga peserta didik maupun instruktur menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran instruktur atau guru dalam PBL sebaiknya sebagai Fasilitator, Pelatih, Penasehat dan Perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa hambatan dengan metode ini PBL al :&lt;br /&gt;1. Kebanyakan permasalahan " dunia nyata" yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan, untuk itu disarankan mengajar dengan cara melatih dan memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;2. PBL memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek.&lt;br /&gt;3. Banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan, karena menambah biaya untuk memasuki sistem baru.&lt;br /&gt;4. Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas tradisional , dimana instruktur memegang peran utama di kelas. Ini merupakan suatu transisi yang sulit, terutama bagi instruktur yang kurang atau tidak menguasai teknologi.&lt;br /&gt;5. Banyaknya peralatan yang harus disediakan, sehingga kebutuhan listrik bertambah dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu disarankan menggunakan team teaching dalam proses pembelajaran, dan akan lebih menarik lagi jika suasana ruang belajar tidak monoton, beberapa contoh perubahan lay out ruang kelas, seperti : traditional class (teori), discussion group (pembuatan konsep dan pembagian tugas kelompok), lab tables (saat mengerjakan tugas mandiri), circle (presentasi). Atau buatlah suasana belajar menyenangkan, bahkan saat diskusi dapat dilakukan di taman... artinya belajar tidak harus di dalam ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Project Based Learning adalah salah satu metode yang sangat efektif untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;2. Dengan TIK dapat menimbulkan suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar dan dalam melaksanakan tugas.&lt;br /&gt;3. Dengan TIK kita dapat meningkatkan improvisasi, kreasi dan inovasi baik untuk siswa maupun guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap adanya pengembangan yang lebih inovatif dari teman-teman, walau tulisan saya ini hanya sekedar memotivasi siswa untuk belajar yang lebih menyenangkan...:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-5472298505008533054?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/5472298505008533054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=5472298505008533054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/5472298505008533054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/5472298505008533054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/metode-project-based-learning-pbl-dalam.html' title='Metode Project Based Learning (PBL) dalam Mata Diklat KKPI'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1120402645531040562.post-574401142478333808</id><published>2007-09-16T07:09:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T08:30:12.179+07:00</updated><title type='text'>Implementasi pengintegrasian TIK dalam KBM pada mata diklat Akuntansi Perbankan</title><content type='html'>Implementasi pengintegrasian TIK dalam KBM pada mata diklat Akuntansi Perbankan&lt;br /&gt;Pengintegrasian TIK dalam Beberapa Improvisasi KBM (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada :&lt;br /&gt;1. Pak Gatot, yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk berinovasi dan berkembang khususnya dibidang IT. Mulai dari saat menjadi Direktur Dikmenjur sampai sekarang sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri&lt;br /&gt;2. Pak Ruddy (sekarang Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Surabaya) yang pada saat menjadi Kepala SMK Negeri Surabaya telah memberi banyak kesempatan untuk memenuhi keinginan kami untuk maju.&lt;br /&gt;3. Pak Moedianto, Kepala SMK Negeri 1 yang sekarang juga memberikan banyak kepercayaan kepada kami, sehingga kami menjalankan tugas dengan senang.&lt;br /&gt;4. Komite Sekolah dan seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Surabaya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya menulis di milis ini tentang beberapa pengalaman sebagai seorang guru, ini karena dorongan hati dan pesan guru saya bahwa menceritakan pengalaman adalah salah satu bentuk amal info kepada sesama ....:) mohon maaf jika kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas beberapa cara untuk mengintegrasikan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saya hanya membatasi pengertian teknologi sebagai salah satu sarana pembelajaran, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknologi merupakan suatu alat yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar di kelas.&lt;br /&gt;2. Para instruktur (guru) dan peserta didik (siswa) dapat memilih teknologi yang cocok untuk membuat, mengambil dan menganalisa informasi setiap saat, dengan harapan nantinya dapat menjadi tenaga kerja yang profesional.&lt;br /&gt;3. Para instruktur dapat memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk berimprovisasi dan berinovasi dalam melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan komputer dan sarana prasarana TIK secara efektif di sebuah Lembaga Pendidikan tergantung dari beberapa faktor al :&lt;br /&gt;1. SDM sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar&lt;br /&gt;2. Sarpras TIK yang tersedia (kualitas dan kuantitas)&lt;br /&gt;3. Kebijakan Manajemen sebagai pendukung utama&lt;br /&gt;4. Metode Pembelajaran yang dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara, ini hanya merupakan salah satu contoh dari implementasi pengintegrasian TIK dalam KBM pada mata diklat Akuntansi Perbankan (produktif pada program keahlian Akuntansi) dapat disinergikan dengan memadukan minimal 3 disiplin ilmu diantaranya :&lt;br /&gt;1. Akuntansi&lt;br /&gt;2. Manajemen Perbankan&lt;br /&gt;3. Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan KBM ada beberapa tuntutan yang tersirat dalam implementasinya, agar peserta didik mencapai kompetensi yang diinginkan yaitu :&lt;br /&gt;1. Mampu mengidentifikasi pekerjaan pada bidang perbankan&lt;br /&gt;2. Mampu bermain peran (sebagai Manager, Supervisor, Customer Service, Operator, Nasabah dll)&lt;br /&gt;3. Mengetahui tentang siklus akuntansi umum dan akuntansi perbankan.&lt;br /&gt;4. Mampu membuat laporan sebagai akhir transaksi harian dan sekaligus sebagai awal transaksi hari berikutnya. dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu membutuhkan 3 tahap praktek atau minimal poin 1 dan 3 yaitu :&lt;br /&gt;1. Praktek simulasi di kelas dengan bermain peran&lt;br /&gt;2. Praktek di laboratorium komputer yang sudah terinstall program aplikasi akuntansi perbankan secara online atau program komputer Akuntansi secara off line sesuai role play dan peran masing-masing&lt;br /&gt;3. Praktek langsung ke Bank Mini Sekolah yang merupakan bagian dari Unit Produksi Sekolah dengan transaksi riel yang dilengkapai dengan 3 program aplikasi perbankan (program tabungan – untuk melayani nasabah dengan sistem perbankan pada umumnya, program administrasi sekolah – untuk melayani pembayaran sekolah dan kegiatan administrasi lainnya dan program akuntansi – untuk membuat laporan harian, bulanan dan tahunan) atau praktek di Bank umum pada saat Praktek Kerja Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Proses KBM berjalan secara terpadu antara teori dan praktek&lt;br /&gt;2. Siswa mengerjakan tugas dan menghadapi masalah yang nyata maka akan muncul suatu pengalaman baru bagi mereka.&lt;br /&gt;3. Menambah keuntungan bagi Unit Produksi Sekolah&lt;br /&gt;4. Menambah kesejahteraan para pengelola&lt;br /&gt;5. Menciptakan jiwa kewirausahaan dan kemandirian yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian salah satu pengalaman dalam improvisasi, alangkah menyenangkan jika ada yang berbagi pengalaman ...:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1120402645531040562-574401142478333808?l=endahgf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endahgf.blogspot.com/feeds/574401142478333808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1120402645531040562&amp;postID=574401142478333808' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/574401142478333808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1120402645531040562/posts/default/574401142478333808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endahgf.blogspot.com/2007/09/sebelumnya-saya-mengucapkan-ribuan.html' title='Implementasi pengintegrasian TIK dalam KBM pada mata diklat Akuntansi Perbankan'/><author><name>endahgf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12471364716721879635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
